Arsip Kategori: Peluang Usaha

Segala peluang usaha yang terkait dengan logistik

Pelindo dituding tak akurat soal dwelling time

Ketua Serikat Pekerja PT Jakarta International Container Terminal (JICT) Nova Sofyan Hakim menilai Direktur Utama Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, menyampaikan data yang tidak akurat kepada publik.

Direksi Pelindo II dinilai Nova membuat pernyataan yang tidak tepat mengenai waktu pengeluaran petikemas dwelling time impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

“Pelindo II bilang dwelling time sudah 2,7 hari ternyata faktanya masih 3,9 hari. Kemudian akan ada perbaikan dwelling time lagi, tapi sejak 2016, sampai sekarang belum ada,” ujar Nova di Jakarta, Rabu (22/3).

Ia menyayangkan data dwelling time 2,7 hari yang sempat dikutip Elvyn sebagai pencapaian sangat fatal mengingat angka itu merupakan dwelling time petikemas ekspor tanpa menyertakan data impor.

“Petikemas ekspor kan hampir tidak pernah bermasalah. Dwelling time ekspor rendah karena pelabuhan ada waktu tenggat petikemas masuk terminal atau closing time,” tuturnya.

Menurut Nova, mengutip kajian world bank, salah satu komponen dwelling time yaitu post clearance atau proses di pelabuhan.

Dalam fase ini dwelling time dihitung saat kapal ditarik ke dermaga sampai petikemas keluar dari pelabuhan.

“Ambil contoh di JICT, bulan Oktober sampai November 2016, rata-rata waktu penarikan kapal sampai pelabuhan mencapai 4,6 jam. Ini tidak pernah diperhitungkan sebelumnya padahal ada ranah Pelindo II di sana,” kata Nova.

Nova menyayangkan waktu penarikan kapal yang terhitung masih sangat lama dan menyumbang waktu tunggu cukup tinggi.

“Data faktual belum 2,7 hari. JICT yang sudah tersistem dan modern saja masih di atas 3,5 hari. Lalu bagaimana pelabuhan lainnya? Apakah alat-alatnya handal seperti JICT? Ini tidak menjadi perhatian Pelindo II,” jelas Nova.

Nova ragu informasi Elvyn sudah sesuai dengan fakta lapangan. Hal ini fatal terhadap perbaikan dwelling time.

“Setahun terakhir tidak ada progres pembenahan. Buktinya dwelling time masih tinggi. Dirut Pelindo II harus melakukan tindakan yang berbeda. Pelabuhan tidak dapat disamakan dengan sektor keuangan tempat dia (Elvyn) sebelumnya,” kata Nova.

Sumber: gatra.com


 

Cara Hino jemput bola ke pelabuhan

Tingginya biaya logistik masih menjadi hantu bagi para pelaku usaha di tanah air. Bank Dunia pernah mencatat, biaya logistik di Indonesia rata-rata membutuhkan 25% dari hasil penjualan produk manufaktur. Angka ini lebih tinggi dibandingkan biaya logistik di Thailand yang hanya 15% atau di Malaysia dan Vietnam yang cuma 13%.

Kenyataan ini rupanya menjadi celah bisnis bagi yang jeli. Salah satunya seperti yang dilakukan PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI). Penjual kendaraan truk ini berhasil menggandeng Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta, khususnya Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) untuk melakukan peremajaan truk angkutan pelabuhan.

Senin dua pekan silam (6/3), di Hotel Grand Melia Jakarta, Hino dan Organda DKI pun meneken perjanjian kerjasama pendistribusian truk untuk peremajaan angkutan pelabuhan Tanjung Priok. Santiko Wardoyo, Direktur Penjualan & Promosi HMSI mengatakan, kerja sama peremajaan truk pelabuhan akan dilakukan bertahap.

Pada tahap awal, Hino akan mendistribusikan 85 unit truk angkutan pelabuhan yang dimiliki oleh PT Iron Bird sebanyak 55 unit dan truk PT Samudera Indonesia 30 unit. Dia berharap kerjasama ini dapat bertambah dan meluas hingga keluar Jakarta.

“Tidak hanya untuk angkutan di pelabuhan, tapi semua jenis angkutan, karena mengikuti regulasi pemerintah,” ujar Santiko kepada Tabloid KONTAN, Senin dua pekan lalu (13/3).

Regulasi pemerintah yang dimaksud Santiko adalah pembatasan usia kendaraan angkutan barang. Asal Anda tahu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menerbitkan aturan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Transportasi. Perda ini, tentu, bakal mengancam keberlangsungan armada truk pengangkut barang di wilayah Jakarta dengan usia di atas 10 tahun.

Berdasarkan catatan Angsuspel Organda DKI, kini jumlah armada truk yang melayani angkutan barang maupun peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok mencapai lebih 16.000 unit.

Dari jumlah itu, sekitar 43% usia kendaraan trailer di atas 15 tahun, 16% untuk di atas 10 tahun, dan 41% usia kendaraan antara 1-10 tahun. “Jadi, yang paling mendesak dilakukan peremajaan armada ialah angkutan pelabuhan,” kata Santiko.

Untuk peremajaan unit angkutan pelabuhan, Hino akan mendistribusikan sejumlah model truk. Antara lain Hino New Generation Ranger Tractor Head yang memiliki konfigurasi mulai dari 4×2 dengan tipe Hino New Generation Ranger FG dan SG series serta 6×2 dengan tipe Hino New Generation Ranger FM series. Model truk ini memiliki pilihan tenaga beragam mulai dari 235 PS hingga 350 PS dan daya tarik beban 31 ton sampai 46 ton.

Target 28.000 unit

Dengan banyaknya model pilihan, kata Santiko, pengusaha pelabuhan dapat menyesuaikan dengan bisnis yang mereka geluti. Selain produk yang berkualitas Hino juga mendukung produk ini dengan layanan purna jual yang prima seperti Free Service Program (FSP). Konsumen dapat menikmati layanan servis berkala gratis hingga 2 tahun atau 60.000 kilometer.

Sebagai main dealer Hino di Indonesia, HMSI turut memberikan garansi selama setahun untuk produk tersebut. Santiko berharap, adanya peremajaan unit truk di pelabuhan Tanjung Priok, bisa menekan biaya logistik bagi sejumlah pelaku usaha di dalam negeri. Sebab, kata dia, biaya perawatan kendaraan baru jauh lebih hemat dibandingkan yang sudah uzur.

“Dengan truk baru, running cost pengusaha lebih kecil. Kalau truk tua, sudah banyak belanja onderdil,” katanya.

Apalagi, berdasarkan hitungan Organda, biaya logistik nasional masih sangat tinggi, yaitu 24% dari gross domestic product (GDP) atau biaya produksi.

Kontribusi terbesar berasal dari transportasi darat dengan truk mencapai 48%. Jadi, moda transportasi pelabuhan menjadi target utama pemerintah mengatasi penurunan biaya logistik.

Hiroo Kayanoki, Presiden Direktur Hino Motor Sales Indonesia menimpali, pihaknya mengapresiasi langkah Angsuspel Organda DKI yang menggandeng HMSI dalam upaya mendukung program pemerintah menurunkan biaya logistik yang masih tinggi.

“Dengan kerja sama ini Hino akan memberikan best fit product kepada anggota Angsuspel Organda DKI, sehingga target biaya logistik yang rendah dapat tercapai,” tutur Kayanoki.

Ke depan, boleh jadi, bukan hanya Organda DKI yang menjalin kerjasama peremajaan unit angkutan. Pasalnya, DPD Organda Daerah Istimewa Yogyakarta juga memberikan sinyal ke arah sana.

Kamis dua pekan silam (9/3), Organda Yogyakarta dan sejumlah pengusaha bus yang tergabung dalam Paguyuban Pengusaha Angkutan Pariwisata Yogyakarta (Palapawijaya) mengunjungi pabrik Hino di Purwakarta, Jawa Barat.

Sebagai catatan, pabrik Hino di Purwakarta menempati area seluas 296.000 meter persegi dengan jumlah pekerja sebanyak 2.202 orang.

Pabrik Hino ini memproduksi kendaraan truk dan bus dengan kadar kandungan lokal sekitar 54% untuk model Hino500 Series New Generation Ranger yang merupakan market leader di kelasnya.

Selain itu, ada Hino300 Series Dutro untuk kelas light duty truck dengan kandungan lokal sebanyak sekitar 65%, dan bus untuk berbagai kebutuhan baik itu bus dalam kota, antarkota maupun pariwisata.

Tidak hanya bus bermesin diesel, pabrik Hino memproduksi bus berbahan bakar compressed natural gas (CNG) ramah lingkungan.

Santiko mengatakan, pada tahun 2017, Hino menargetkan penjualan seluruh jenis kendaraan mencapai 28.000 unit.

Target volume penjualan ini naik dibandingkan realisasi penjualan tahun 2016 sebanyak 22.306 unit dan 2015 22.014 unit.

Dari target penjualan di tahun ini, Hino memasang target penjualan truk segmen medium duty truck sebanyak 14.000 unit dan menguasai 65% pangsa pasar.

Sedangkan untuk light duty truck ditargetkan juga dapat terjual 14.000 unit atau menguasai 25% market share.

“Kami menargetkan untuk tahun 2017, jumlah penjualan keseluruhan unit bisa meningkat 25% dari tahun lalu,” kata Santiko dalam keterangan tertulisnya yang diterima KONTAN, Jumat (3/3).

Untuk mencapai target tersebut, pada tahun ini Hino bakal menggenjot penjualan unit heavy duty truck.

Itu sebabnya, di awal tahun, Hino telah merilis produk terbarunya di segmen heavy duty truck, yakni Hino700 Series Profia SS1E Tractor Head.

Truk yang dilengkapi mesin common rail ini memiliki tenaga 480 PS dengan daya angkut atau Gross Combination Weight (GCW) 55 ton.

Santiko menegaskan, seiring dengan gencarnya pemerintah membangun infrastruktur, maka dibutuhkan unit truk yang tangguh dengan tenaga besar dan daya angkut beban yang kuat.

“Truk ini sangat sesuai untuk transportasi angkutan berat dan muatan khusus di jalan raya,” imbuh Santiko.

Fokus ke purnajual

Santiko mengklaim, model truk terbaru biasa digunakan untuk industri seperti industri baja, industri minyak dan gas, alat berat, dan konstruksi.

Selain itu juga dilengkapi anti lock brake system (ABS) yang berfungsi untuk mengendalikan kendaraan lebih stabil pada saat mengerem. Hal ini untuk mengantisipasi agar roda tidak terkunci saat rem terus menerus diinjak, sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan.

Selain mengeluarkan produk anyar, pada tahun ini Hino juga berencana untuk memperluas jaringan penjualannya di seluruh Indonesia.

“Tahun 2016, Hino telah memiliki 166 outlet jaringan penjualan. Sedangkan tahun ini, kami menargetkan jaringan penjualan bisa lebih dari 170 outlet,” kata Santiko.

Selain itu, guna mempermudah pelanggan untuk mencari ketersediaan dan mendapatkan suku cadang, Hino juga meningkatkan jaringan toko suku cadangnya.

“Saat ini, Hino memilki 2.873 toko suku cadang dan ditargetkan tahun 2017 ini dapat tumbuh menjadi 3.073 toko suku cadang,” beber Santiko.

Tidak hanya itu, tahun ini Hino tetap fokus memberikan layanan purna jual yang prima. Hino menyediakan layanan purna jual truk dan bus Hino seperti layanan express maintenance, yaitu perawatan berkala hanya dilakukan dalam 59 menit.

Selain itu, mengusung prinsip total support, Hino ingin memaksimalkan operasional kendaraan dan meminimalkan biaya perawatan. Salah satunya melalui jaringan diler dan cabang, Hino menggelar service campaign “engine overhaul”.

Pada layanan ini, Hino akan memberikan potongan harga khusus untuk jasa over haul dan suku cadang seperti piston, bearing, crankshaft, bearing conrod, bearing camshaft, liner cylinder, ring piston, dan pin kit piston. Layanan purna jual ini akan berlangsung mulai dari Maret sampai Mei 2017.

Untuk suku cadang, Hino memiliki Hino Genuine Part (HGP) yang merupakan suku cadang asli dari dari Jepang dan HMSI Original Parts (HOP) atawa suku cadang lokal yang dibuat dengan kualitas standar Hino di bawah pengawasan Hino Motors ltd Japan.

Untuk menjamin ketersediaannya di seluruh Indonesia, Hino memiliki 5 part depo yang tersebar di Medan, Tangerang, Surabaya, Banjarmasin dan Balikpapan.

Sumber: kontan.co.id

 

 

IKT lirik ekspansi ke Patimban

Pemerintah Indonesia terus berupaya memperbesar nilai ekspor, salah satunya sektor ekspor mobil. Hingga saat ini pengiriman ekspor dan impor mobil di Indonesia harus melalui pelabuhan Tanjung Priok yang dikelola oleh PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT).

Direktur Utama PT IKT, Armen Amir, menjelaskan bahwa saat ini ekspor impor mobil di Indonesia sudah di atur secara khusus. Industri otomotif memiliki pelabuhan khusus yang menjadi gerbang ekspor dan impor sejak 2007.

“Dahulu ekspor dan impor mobil masih disatukan di pelabuhan utama Tanjung Priok, bareng dengan barang-barang lainnya. Namun Saat ini ekspor dan impor mobil dilakukan melalui pelabuhan khusus ini,” ucap Armen Rabu (8/3/2017) di Tanjung Priok Jakarta.

Saat ini PT IKT mengelola area pelabuhan seluas 24 hektar, dengan kapasitas tampung 750 ribu unit per tahun.

Namun anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia Dua (Pelindo) tersebut berencana untuk memperbesar area pelabuhan di 2022.

“Pada 2022, pelabuhan ini akan memiliki area 89,5 hektar dengan kapasitas tampung hingga 2,5 juta unit per tahun. Ini akan menjadi terminal kendaraan terbesar kelima di dunia,” bebernya lagi.

Saat ini pelabuhan PT IKT di Tanjung Priok mengurusi distribusi mobil untuk internsional, domestik, dan keperluan Landing Craft Tank (LCT). Namun ke depannya PT IKT berencana untuk menambah pelabuhan khusus untuk mobil di Patimban Subang.

“Kami menunggu pemerintah, nanti 2018 akan di mulai dibangun. Kalau sekiranya pemerintah berketetapan hati menyerahkan Pelindo membangun dan mengoperasikan Patimban, maka kami akan desain Patimban untuk melayani kegiatan internasional dan transit,” ucap Armen.

Dipilihnya Patimban juga bukan tanpa pertimbangan. Patimban dipilih karena melihat pabrikan otomotif mulai mulai merakit produknya di sekitar wilayah tersebut. Sehingga diharapkan dengan dekatnya pabrik dan pelabuhan ini akan membuat distribusi semakin efisien.

Sumber: metrotvnews.com

 

Strategi antarmoda sangat menentukan

Dewan pakar masyarakat perkeretaapian Indonesia atau Maska, Achmad Kemal Hidayat menyebutkan jika transportasi kereta barang masih kurang diminati oleh pengusaha dalam pengiriman.

“Jadi, masih rendahnya peran kereta api dalam sistem logistik nasional itu bisa menyebabkan inefisensi. Misal dengan banyaknya angkutan truk di jalan dapat mengakibatkan kerusakan jalan, kemacetan, polusi akibat gas buang dan kecelakaan lalu lintas. Keempat jenis moda transportasi itu, kereta api menunjukan peran yang masih minim mendukung pengangkutan logistik,” paparnya di Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Utara, baru-baru ini.

Peran moda transportasi kereta api, dikatakan Achmad sangat dibutuhkan dalam penyaluran logistik di Indonesia. Kereta Api barang, lanjut Achmad, seharusnya bisa menjangkau daerah lokal serta terintegrasi dengan transportasi lainnya.

“Intinya, sistem logistik itu terintegrasi secara lokal. Yakni, bagaimana peran antarmoda itu sangat menentukan kita semua yang sebagai negara kepulauan ini. Penggunaan angkutan kereta barang, akan memberikan keuntungan yang lebih baik terhadap produsen, konsumen dan lain-lain,” ungkapnya.

Ia menambahkan, “Salah satu keuntungannya adalah biaya logistik dapat ditekan sehingga harga penjualan akan lebih murah. Beberapa tujuan yang akan dicapai, yakni menurunkan biaya dan memperlancar arus barang, hingga meningkatkan pelayanan logistik.

Setidaknya, dapat meningkatkan daya saing antar produk nasional di pasar global dan pasar domestik,” paparnya kembali.

Sumber: tribunnews.com

 

Lanjutkan membaca Strategi antarmoda sangat menentukan

BPK soroti minimnya peran KA barang

Moda transportasi kereta api untuk angkutan barang dan jasa masih dianggap belum optimal penggunaannya. Akibatnya, ada ketidakpastian penyaluran barang dan jasa di wilayah timur dan barat Indonesia.

Anggota VII Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Bahrullah Akbar mengatakan, pemerintah seharusnya lebih berfokus lagi dengan nasib perkeretaapian barang dan jasa yang masih kurang diminati perusahaan.

“Keberadaan perkeretaapian ini merupakan sektor yang penting. Untuk itu kita perlu lakukan beberapa kajian, apa saja yang menjadi penyebab belum maksimalnya penyaluran barang dan jasa menggunakan transportasi tersebut. Ini untuk mendorong pembangunan yang merata,” ungkapnya di Stasiun Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (28/2/2017).

Menurutnya, sampai saat ini penyaluran barang dan jasa masih berfokus di wilayah berpenduduk ramai seperti di pulau Jawa. Sehingga terjadi ketimpangan dalam penyebaran barang dan jasa tersebut. “Hampir semua terserap di wilayah barat dan hampir semua ada di pulau Jawa. Jadi saya ingin tekankan bagaimana kita dapat menyeimbangkan penyaluran barang dan jasa di wilayah barat dan timur,” ungkapnya.

Dia berharap adanya solusi yang tepat dalam menyalurkan barang dan jasa. Sehingga, tidak ada lagi anggapan bahwa pemerintah hanya fokus membangun wilayah barat terutama di pulau Jawa.

Sebelumnya, Direktur Komersial Kuncoro Wibowo mengatakan, saat ini hampir 90 persen pelaku usaha masih menggunakan truk untuk mengangkut barangnya, sedangkan pengguna jasa angkutan barang lewat kereta api hanya 1 persen.

“Kondisi ini cukup miris kalau kami lihat,” ujar Kuncoro dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (28/2/2017).

Menurut kuncoro, hal tersebut dikarenakan penanganan angkutan lewat kereta api memakan proses yang terlalu panjang. Dirinya menjelaskan, pengangkutan lewat truk menggunakan sistem door to door.

Artinya, barang dari gudang diangkut dengan truk dan langsung bisa dikirimkan ke tempat yang dituju. Sementara, jika dengan kereta api barang di gudang terlebih dahulu diangkut truk ke stasiun dan tidak langsung bisa dikirimkan ke tempat tujuan, tetapi diantarkan ke stasiun terdekat. Kemudian, baru diangkut kembali ke tempat yang dituju.

“Ini yang dikeluhkan teman-teman usaha. Kami akui betul, kami tidak bisa hindari dan ini yang membuat biaya semakin mahal,” katanya. Meski demikian, ucap Kuncoro, angkutan barang dengan kereta api mempunyai kelebihan lain yakni, waktu.

Menurut dia, kalau dengan kereta api, waktu kedatangan angkutan barang bisa diprediksikan berapa lama. Namun, jika memakai truk tidak bisa diperkirakan lama waktu kedatangan barang.

“Misalnya dari Gedebage-Tanjung Priok itu kurang lebih 4 jam sampe, tetapi kalau truk nggak bisa diprediksikan kan bisa terkena macet,” tandasnya.

Saat ini KAI telah menyediakan jasa pengangkutan barang lewat kereta dengan rute Gedebage-Pelabuhan Tanjung Priok. Kereta barang tersebut beroperasi dua hari sekali.

sumber krjogja.com/kompas.com

 

KA logistik tak laku karena mahal

Dewan Pakar Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (Maska), Achmad Kemal Hidayat menyebut, transportasi kereta barang masih kurang diminati oleh pengusaha dalam pengiriman.

Di antara empat transportasi, kereta api menunjukkan peran yang masih minim dalam mendukung pengangkutan logistik.

“Empat (angkutan) itu adalah pesawat udara, kapal laut, kontainer, dan kereta api hanya beberapa. Itu menunjukkan bahwa peran kereta api mendukung sistem logistik belum menonjol, perannya sangat kecil,” ungkapnya di Stasiun Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (28/2).

Menurut Achmad, peran moda transportasi kereta api sangat dibutuhkan dalam penyaluran logistik di Indonesia.

Kereta api barang seharusnya dapat menjangkau daerah lokal dan terintegrasi dengan transportasi lainnya.

“Intinya sistem logistik itu terintegrasi secara lokal yaitu bagaimana peran antar moda sangat menentukan kita sebagai negara kepulauan,” jelasnya.

Dengan penggunaan angkutan kereta barang, maka akan memberikan keuntungan yang lebih baik kepada produsen maupun konsumen.

Salah satu keuntungannya adalah biaya logistik dapat ditekan sehingga harga penjualan akan lebih murah.

“Ada beberapa tujuan yang akan dicapai, yaitu, menurunkan biaya dan memperlancar arus barang. Serta meningkatkan pelayanan logistik sehingga meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global dan pasar domestik,” tuturnya.

Kereta api masih dianggap kurang diminati oleh para pengguna jasa angkutan barang atau logistik. Sedangkan, Truk dinilai masih jadi pilihan karena lebih murah biayanya.

Sementara itu, di tempat terpisah, Direktur Komersial dan IT PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), Kuncoro Wibowo, mengakui bahwa penggunaan kereta api sebagai opsi pengangkutan logistik hanya berkisar di angka satu persen, dari jumlah keseluruhan yang ada.

“Hampir 90 persen angkutan barang masih memakai trucking (angkutan darat). Sementara kereta api hanya satu persen. Ini miris sekali kalau kita lihat. Padahal kereta api ini kan untuk lebih mendorong go green eficiency,” kata Kuncoro dalam sebuah diskusi di Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa 28 Februari 2017.

Namun, Kuncoro juga mengakui jika hal ini disebabkan faktor biaya yang lebih besar, apabila pengangkutan logistik dilakukan dengan menggunakan moda kereta api dibanding dengan angkutan darat seperti truk.

“Detilnya, kalau tarif trucking itu bisa Rp4,2 juta, maka di kami tarif luar biasa saja masih banyak yang Rp6,36 juta. Makanya mereka lebih suka naik trucking,” ujarnya.

Ketika ditanya faktor apa yang membuat tarif angkutan logistik dengan kereta api kalah saing dengan angkutan trucking, Kuncoro menjelaskan bahwa dengan adanya pengenaan tarif pajak dari pemerintah, membuat tarif pengangkutan menggunakan kereta api menjadi lebih tinggi.

“Biaya terbesar itu di TAC (tax access charge), hampir 32 persen. PPn itu diambil dari sini, karena tracking diurus oleh PUPR,” kata Kuncoro.

Selain masalah tarif, Kuncoro juga menjelaskan sejumlah hal lain yang menjadikan para pelaku jasa angkutan logistik, lebih memilih menggunakan moda angkutan darat lainnya dibandingkan kereta api.

Dia menyebut, aspek keterjangkauan serta bentuk pelayanan lain yang dimiliki moda angkutan darat seperti jasa trucking itu, dianggap masih lebih unggul daripada pelayanan yang mampu diberikan moda kereta api untuk mengangkut logistik.

“Kalau trucking kan bisa langsung ke tempat tujuan, tapi kalau pakai kereta api memang harus ada beberapa proses penanganan. Ini salah satu hal yang menjadi kendala, dan kerap dikeluhkan oleh para pengusaha,” kata Kuncoro.

“Seperti misalnya di Sei Mangkei itu, kalau dengan trucking mereka bisa langsung masukkan (logistik) ke industri tekstil. Sementara dengan kereta api, ini adalah suatu hal yang terbebenani lagi. Bahkan, kalau dikomparasi, biayanya bisa tiga kali lipat jika menggunakan kereta api,” ujarnya.

Sumber: merdeka.com/viva.co.id


 

Transhipment Priok mulai semester kedua tahun ini

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) akan menjadikan Tanjung Priok sebagai transhipment port. Dengan bertambahnya fungsi Tanjung Priok sebagai transhipment port pemilik barang dapat menghemat biaya hingga Rp1 juta – Rp 1,5 juta.

“Buat pemilik barang itu bisa dapat cost saving sekitar Rp1 juta sampai 1,5 juta,” terang Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya saat berkunjung ke redaksi Okezone, Rabu (22/2/2017).

Pemangkasan bea tersebut adalah imbas dari efisiensi lalu lintas laut. Saat ini barang yang hendak diekspor ke Jepang harus melalui transhipment port di Singapura. Sehingga menambah beban biaya bagi pabean.

Jadi transhipment port artinya barang – barang yang hendak di ekspor dari Jawa dan Sumatera tidak perlu ke Singapura, tapi ke Tanjung Priok,” terangnya.

Pemangkasan biaya transhipment dibutuhkan agar pelayanan jasa peti kemas di Indonesia dapat bersaing dengan pelayanan jasa di luar negeri. Transhipment port Tanjung Priok ditargetkan berjalan di semester kedua tahun 2017.

Sumber: okezone.com

 

JICT minta terminal 3 untuk domestik

Manajemen PT Jakarta International Container Terminal (JICT) mendesak Pelindo II untuk merealisasikan pengoperasian terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok sebagai terminal peti kemas khusus untuk melayani kontener domestik.

Wakil Direktur Utama JICT, Riza Erivan mengatakan sesuai dengan peruntukkannya fasilitas terminal 3 Priok sangat dibutuhkan untuk kelancaran peti kemas antarpulau atau domestik.

“Terminal 3 Priok itu harusnya untuk domestik bukan ekspor impor,” ujarnya kepada Bisnis, disela-sela stakeholders coffee morning Pelindo II, Senin (20-2-2017).

Dia juga mengatakan, persaingan layanan peti kemas di Priok semakin ketat saat ini bahkan cenderung saling menarik market yang sudah ada mengingat minimnya market baru (shipping line) baru menyusul masih terjadinya pelemahan ekonomi global saat ini.

Bahkan, kata dia, semakin ketatnya persaiangan antar terminal itu sekarang sudah ada tiga shipping line global yang sebelumnya sandar di JICT kini berpindah layanan al; Maersk Line ke Terminal 3 Priok, serta NYK Line dan Evergreen ke New Priok Container Terminal One (NPCT-1).

Riza juga mengatakan, sedangkan fasilitas terminal 2 JICT saat ini sudah sepenuhnya diserahkan kepada Pelindo II kendati proses legalisasinya belum rampung.

“JICT akan fokus pada pengembangan fasilitas dan peralatan bongkar muat di terminal JICT-1,” paparnya.

Dia juga mengungkapkan, pada tahun ini JICT hanya menargetkan produktivitas bongkar muat peti kemas ekspor impor sebanyak 2,2 juta twentyfoot equivalent units (TEUs).

Sumber: bisnis.com

 

Pelindo siap garap tol Cibitung- Cilincing

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II atau Indonesia Port Corporation (IPC) iap memulai pengerjaan proyek jalan tol Cibitung-Cilincing untuk mendukung operasional Pelabuhan Kalibaru.

Direktur Teknik dan Manajemen Risiko PT Pelindo II/IPC mengatakan saat ini perseroan siap memulai pengerjaan konstruksi jalan tol Cibitung-Cilincing lantaran proses pembebasan lahan sudah mendekati persyaratan untuk dapat mulai digarap.

“Proyek jalan tol Cibitung-Cilincing harapannya tahun ini sudah bisa mulai konstruksinya,” ujarnya, Rabu (15/2/2017).

Dani menerangkan, bahwa proses pembebasan lahan, atas proyek yang digarap oleh anak usaha IPC, yakni PT Akses Pelabuhan Indonesia tersebut sudah mencapai 50%.

Pihaknya meyakini tahun ini progresnya akan semakin cepat dan dapat mencapai minimal 75%, sehingga telah memenuhi persyaratan untuk dapat dilakukan pengerjaan konstruksinya.

“Sekarang informasinya pembebasan lahan sudah 50% dan untuk dapat dilakukan konstruksi.”

Kepala Bidang Pengadaan Tanah II Jalan Bebas Hambatan Perkotaan dan Fasilitas Jalan Daerah Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Sri Sadono mengatakan bahwa total pembebasan lahan untuk proyek jalan tol Cibitung-Cilincing terbagi dalam empat seksi mencapai 26,78%.

Menurutnya. saat ini proses pembebasan lahan untuk keempat seksi tersebut berbeda-beda persentasenya baik seksi satu hingga seksi empat.

“Saat ini progres keseluruhan pembebasan lahan untuk proyek jalan tol Cibitung-Cilincung sepanjang 34,72 kilometer (km) itu baru mencapai kisaran 26,78%,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (15/2/2017).

Proses pembebasan lahan untuk Seksi I dengan panjang jalan mencapai 3,7 km masih 0%. Lalu progres pembebasan lahan untuk Seksi II dengan jalan sepanjang 12,48 km mencapai 50,91%.

Kemudian, lanjut dia, untuk progres Seksi III dengan panjang jalan 13,98 km telah mencapai 22,86%, dan Seksi IV dengan panjang jalan mencapai 4,57 km juga masih 0%.

Namun demikian, meskipun secara total progres pembebasan lahan masih kisaran 26,78%, proses pengerjaan konstruksi tetap bisa dilakukan per seksi, dan tidak perlu menunggu keseluruhan selesai pembebasan lahannya.

Sumber: bisnis.com