Turnamen Golf ALFI DKI, Meriah

ALFIJAK- Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, menggelar Turnamen Golf di Riverside Golf Club, Cimanggis Bogor Jawa Barat, pada Minggu (22/9/2024).

Turnament Golf yang di ikuti lebih dari 150 orang itu, turut dihadiri Agus Purnomo, selaku Staf Khusus Menteri Perhubungan, Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Adi Sugiri, Direksi PT Multi Terminal Indonesia (MTI) Yandri Trisaputra, dan Dirut JIEP Satrio Wicaksono.

Kemudian, Dirut PT JAS Airport Services (JAS) Nazri Othman, Direksi PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (DKB) Rudolf Valintino Bey, Dirut PT Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) Sugeng Mulyadi, Direktur PT Primanata Jasa Persada Reza Dharmawan, dan Mantan Direksi Angkasa Pura 2 Agus Wialdi.

Selain itu, dihadiri Duta Besar Kanada, Daniel T.S.Simanjuntak.

“Ajang ini selain untuk memupuk kolaborasi antar pebisnis logistik dan stakholders serta instansi terkait, sekaligus sebagai wadah silaturahmi,” ujar Ketua DPW ALFI DKI Jakarta, Adil Karim, dalam sambutannya saat membuka Turnamen Golf ALFI, tersebut.

Jumlah peserta Turnamen Golf AFLI tahun 2024 ini juga, membludak, yakni mencapai lebih 150 peserta, sehingga turnamen golf ini cukup meriah.

Turnamen yang mengusung, tema “Melalui Golf Kita Satukan Semangat, Sinergi dan Kolaborasi Para Pelaku Logistik Guna Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional”, itu sangat antusias diikuti para peserta.

Apalagi Turnamen tersebut juga memperebutkan Piala Tetap Menteri Perhubungan, Best Nett, Longest Drive, Best Nett Overall, Best Gross Overall.

Juga disediakan hadiah untuk hole in one (Unit mobil), grand lucky draw ( Unit motor), dan hadiah menarik lainnya seperti elektronik dan uang tunai.

“Saya, atas nama ALFI DKI Jakarta dan Panitia Turnamen Golf, mengucapkan banyak terima kasih kepada Perusahaan yang telah menjadi sponsorship,” ujar Adil Karim.

Adapun sponshorship pada Turnament Golf ALFI DKI Jakarta itu, antara lain;  PT. Jasa Angkasa Semesta, PT. Pelabuhan Indonesia PT. Jakarta International Container Terminal (JICT), PT. Tax Prime, PT. Angkasa Pura II, PT. Biro Klasifikasi Indonesia, PT. RPX Group, dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia.

“Terimakasih juga untuk peserta dan puluhan perusahaan lainnya yang memberikan sponsorship tipe bronze maupun supporting dalam acara ini,” ujar Adil.

Adil juga mohon maaf bila dalam penyelenggaraan turnaman golf ini, masih terdapat kekurangan.

Ketua Pelaksana Turnamen Golf ALFI, Yusril Yusuf, menambahkan, turnamen ini merupakan yang kedua kalinya oleh ALFI DKI Jakarta, sejak pertama kali di adakan tahun 2018.

“Terimakasih untuk semua pihak yang telah menyukseskan acara ini,” ujar Yusril.[*]

Roy Rayadi, Kembali Pimpin Aptesindo 2024-2029

ALFIJAK – Musyawarah Nasional (Munas) ke III Tahun 2024, Asosiasi Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara Indonesia (Aptesindo), yang digelar di Bandung Jawa Barat pada Kamis (12/9/2024), memilih kembali Direktur Executive PT Graha Segara, M.Roy Rayadi,  sebagai Ketua Umum Aptesindo masa bakti tahun 2024-2029.

Periode kepemimpinan ini merupakan yang keduakalinya bagi Roy.

Pemilihan Roy dilaksanakan usai peserta Munas secara bulat menerima Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Pengurus Aptesindo periode 2019-2024 yang juga dinahkodainya.

Usai diterimanya LPJ Kepengurusan Aptesindo 2019-2024, Munas Aptesindo dilanjutkan dengan Sidang Pleno yang mendengarkan pandangan umum dan pendapat peserta Munas.

Munas ke III Aptesindo yang dibuka langsung oleh Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Priok, Takwim Masuku, itupun turut dihadiri  Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Adi Sugiri, dan Efan Sandy Akbar, Kepala Seksi Pabean dan Cukai I, Bidang Pelayanan Pabean dan Cukai II- Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea & Cukai Tanjung Priok, yang pada kesempatan itu mewakili Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea & Cukai Tanjung Priok, Ambang Priyonggo.

Kemudian, Ketua Umum BPP Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Capt Subandi, Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta Adil Karim.

Juga dihadiri perwakilan manajemen terminal peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, antara lain; dari Jakarta International Container Terminal/JICT, dari TPK Koja, dan New Priok Container Terminal One (NPCT-1).

Saat ini, Aptesindo beranggotakan 10 perusahaan tempat penimbunan sementara (TPS) di Pelabuhan Tanjung Priok yakni:  PT Graha Segara, Primanata Jasa Persada, Pesaka Loka Kirana,Wira Mitra Prima, Multi Terminal Indonesia (MTI), Indonesia Air & Marine Supply (Airin), Agung Raya, Dharma Kartika Bakti, Lautan Tirta dan Buana Amanah Karya.

Dalam sambutannya usai terpilih, M.Roy Rayadi, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Munas Aptesindo dan menyampaikan terimakasih kepada seluruh pimpinan TPS yang hadir.

“Saya akan optimalkan kepengurusan Aptesindo kedepan. Dan ingin menjadikan Aptesindo sebagai kolega strategis dengan stakeholders goverment maupun swasta serta Pelindo,”ujar Roy.

Dia juga menegaskan akan mendorong conecting bisnis  dengan berbagai pihak agar perusahaan anggota Aptsindo semakin kuat dan eksis.

“Kita tidak ingin Aptesindo hanya bergelut di kegiatan overbrengen saja. Disisi lain, kami juga akan mendorong adanya kepastian usaha pelaku TPS yang berkesinambungan. Dan hal ini juga sudah saya sampaikan ke pihak Pelindo, maupun asosiasi stakeholders di pelabuhan,” ucap Roy.

Dia juga mengemukakan, dalam perjalanannya selama 18 tahun kehadiran Aptesindo, telah comply dengan digitalisasi dan tehnologi yang mumpuni dalam mendukung kelancaran arus barang ekspor dan impor di seluruh Indonesia.

“Kendati begitu, kedepannya kita mesti terus lakukan inovasi bisnisnya. Sebab Aptesindo jangan hanya identitik dengan kegiatan PLP (pindah lokasi penumpukan) peti kemas saja. Karenanya Aptesindo mesti solid dan berinovasi serta berkreasi bisnis agar bisa go global, bukan hanya urusan PLP saja,” ucap Roy.

Ketum Aptesindo itu juga mengatakan, sarana dan prasarana tempat penimbunan sementara (TPS) di wilayah Pabean Pelabuhan sebagai penopang kelancaran arus barang dan logistik serta mitra strategis stakeholders maupun cargo owners.

Dia juga menegaskan bahwa kegiatan Aptesindo tidak menyebabkan high cost logistik, lantaran pengusaha Aptesindo hanya menjalankan perannya sebagai operator saja, sedangkan yang berhubungan dengan tarif pelayanan melalui kesepakatan asosiasi penyedia dan pengguna jasa yang kemudian ditetapkan oleh regulator.(*)

Konektivitas Transportasi & Logistik, Perlu Kolaborasi

ALFIJAK – Pengembangan sistem transportasi dan logistik yang efektif dan terintegrasi diperlukan  sinergi dan kolaborasi antar seluruh daerah maupun stakeholders.

Hal itu supaya terwujud konektivitas yang mampu menjangkau seluruh pelosok tanah air, bukan cuma di perkotaan, namun juga di pedesaan, pesisir, lembah dan pegunungan.

Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi,  dalam acara Hub Talks “Paradigma Transportasi Online: Terintegrasi dan Berbasis Online”, yang menjadi salah satu rangkaian acara Hub Space 2024, di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada Jumat (6/9/2024).

Untuk membangun transportasi di seluruh wilayah tanah air, lanjut Menhub, tentunya dibutuhkan kolaborasi dan kerja sama antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah serta seluruh pemangku kepentingan penyelenggara transportasi nasional.

Menhub berharap koordinasi ini dapat menjadi bagian dari keseharian yang dilakukan mulai dari tingkat kabupaten, kota, hingga ke pusat.

“Untuk itu, seluruh pemerintah daerah dan pusat perlu konsisten untuk menjalin sinergi yang baik,” ucap Menhub.

Dia menjelaskan, dalam 10 tahun terakhir ini, pembangunan transportasi sudah kental dengan Indonesia sentris.

“Kami diinstruksikan oleh Bapak Presiden untuk tidak Jawa sentris, tapi melakukan pembangunan yang Indonesia sentris. Karena itu, mari seluruh Pemda turut berperan dalam pembangunan ini,” ajak Menhub.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan kepada para kepala daerah juga perlu mengubah pola pikir agar tidak hanya membuat perencanaan pembangunan hanya untuk di zaman saat memimpin saja.

Rencana pembangunan haruslah dibuat untuk jangka panjang karena persoalan transportasi Indonesia tidak akan pernah bisa diselesaikan secara singkat, tapi harus berkelanjutan.

Baginya, proses pembangunan transportasi yang efektif dan efisien harus berkelanjutan.

“Harus disosialisasikan ke rekan-rekan gubernur dan kepala daerah lainnya untuk berpola pikir pembangunan jangka panjang, berkelanjutan, dan tidak hanya pada era memimpin saja,” ujar Mendagri.

Selain itu, sistem transportasi di seluruh daerah perlu mengikuti perkembangan teknologi terbaru serta ramah lingkungan.

Pemanfaatan teknologi terbaru sudah tak mungkin dipungkiri di era saat ini. Sementara, transportasi ramah lingkungan perlu untuk keberlanjutan dan keberlangsungan bumi.

“Saya berharap transportasi umum kita bisa berteknologi tinggi, berkelanjutan dan ramah lingkungan, efektif, efisien, aman, dengan harga terjangkau bagi masyarakat,” ucap Mendagri.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Hartanto  mengemukakan Kementerian Perhubungan terus berupaya memperkuat dan mendukung ekosistem logistik nasional atau National Logistics Ecosystem (NLE) melalui berbagai produk regulasi yang dikeluarkan.

“Kita sebagai regulator mengorkestrasikan supaya regulasi-regulasi yang menjadi produk kami mampu menjadikan proses bisnis di dunia logistik bisa ditunjang atau aplikatif,” ujar Hartanto.

Dia menyatakan, Indonesia adalah negara yang terdiri dari ribuan pulau, karenanya peran utama Kemenhub adalah bagaimana menghubungkan wilayah negara ini.

Guna mewujudkan hal tersebut, imbuhnya, dibutuhkan sarana dan prasarana, serta kerja sama dengan stakeholder, termasuk berkaitan dengan ekosistem logistik nasional, dimana upaya yang dilakukan adalah terus melajutkan kolaborasi dengan stakeholder sektor logistik.

“Disparitas di pulau-pulau kami usahakan secepatnya bisa setara. Jelasnya sampai saat ini kita terus berupaya bekerja sama secara baik dengan stakeholder yang ada. Kita coba untuk saling berkoordinasi dan berkomunikasi. Tanpa koordinasi tidak ada ekosistem logistik nasional yg outputnya bisa diterima masyarakat,” kata Hartanto.(*)