ALFI Soroti Layanan Petikemas Domestik di Priok

ALFIJAK – Layanan peti kemas domestik di pelabuhan Tanjung Priok perlu mendapat perhatian, terutama dari sisi kecepatan bongkar muatnya dan kelancaran receiving dan delivery (R/D). Pasalnya selama ini, pelabuhan tersibuk di Indonesia itu terkesan lebih fokus pada pelayanan petikemas internasional atau ekspor impor.

“Mestinya pelabuhan Tanjung Priok juga meningkatkan kinerja dan layanannya terhadap petikemas domestik dengan mmberikan layanan efektif dan efisien. Sehingga kelancaran arus barang domestik baik menuju dan keluar dari pelabuhan harus terjaga dengan baik untuk menekan cost logistik,” ujar Ketua Umum DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jakarta, Adil Karim, pada Selasa (28/10/2025).

Adil juga mengingatkan agar tidak perlu mewacanakan penaikan tarif terhadap layanan petikemas domestik di Pelabuhan Tanjung Priok  karena pergerakan ekonomi nasional saat ini baru sedang berusaha merangkak tumbuh kembali.

Sebagai pelaku usaha, dia optimistis konsumsi domestik dapat menjadi mesin utama penggerak ekonomi, jika diiringi kebijakan yang pro-pasar dan kelancaran rantai pasok atau logistik, termasuk tarif pelabuhan yang kompetitif.

Adil memgungkapkan, kendati p<span;>ertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2025 mencapai 5,12 persen, atau melampaui ekspektasi pasar. Namun, kontribusi konsumsi domestik masih bisa ditingkatkan untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah tantangan global.

“Makanya kami mendorong peran pelabuhan, sebagai salah satu mata rantai logistik agar turut meingingkatkan performancenya bukan hanya pada layanan ekspor impornya saja tetapi juga layanan domestiknya,” ucap Adil Karim.

Berdasarkan data, arus petikemas ekspor impor maupun domestik melalui pelabuhan Tanjung Priok hingga September 2025 mencapai 6.096.755 twenty foot equivalent units (TEUs) dengan rincian dari cabang Tanjung Priok 6.583 TEUs, IPC TPK dan PTP (Anak Perusahaan Pelindo) 2.230.846 TEUs, KSO TPK Koja 777.133 TEUs, dan operator lainnya (JICT, NPCT-1 dan Prima Nur Panurjwan/PNP) mencapai 3.055.213 TEUs.

Sedangkan sepanjang tahun 2024, <span;>arus petikemas ekspor impor maupun domestik melalui pelabuhan Tanjung Priok tercatat sebanyak 7.751.179 TEUs. Jumlah itu berasal dari c<span;>abang Tanjung Priok 9.708 TEUs, IPC TPK dan PTP (Anak Perusahaan Pelindo) 2.694.405 TEUs, KSO TPK Koja 1.034.712 TEUs, dan operator lainnya (JICT, NPCT-1 dan Prima Nur Panurjwan/PNP) mencapai 4.088.548 TEUs.

Jika merujuk pada data hingga 9 bulan pertama tahun 2025 itu, total arus petikemas melalui pelabuhan Priok yang telah mencapai 6.096.755  (TEUs), dimana arus petikemas domestiknya sebanyak 2.021.234 TEUs, sedangkan petikemas internasional (ekspor-impor) 4.075.521 TEUs.

Adapun arus petikemas internasional selama periode Januari hingga September 2025 itu berasal dari Jakarta International Container Terminal (JICT) mencapai 1.603.253 TEUs, New Priok Container Terminal One (NPCT-1) sebanyak 1.155.159 TEUs, Terminal Petikemas Koja (TPK) Koja 777.134 TEUs, Terminal 3 Priok (IPC TPK) 305.880 TEUs dan Terminal Mustika Alam Lestari (MAL/NPH) 228.095 TEUs.

Jika dibandingkan periode yang sama tahun 2024 lalu yang mencapai 3.853.951 TEUs, arus petikemas internasional (konsolidasi) melalui Pelabuhan Tanjung Priok selama periode 9 bulan pertama 2025 ini mengalami pertumbuhan 6,3%.

Adapun arus petikemas internasional pada periode Januari-September 2024 yang berasal dari JICT sebanyak 1.655.723 TEUs, NPCT-1 mencapai 965.687 TEUs, TPK Koja 765.434 TEUs, Terminal 3 Priok (IPC-TPK) 251.085 TEUs, dan MAL/NPH 216.122 TEUs.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024, arus petikemas melalui JICT selama 9 bulan pertama 2025 tersebut turun 2,8%, sedangkan NPCT-1 naik 19,6%, TPK Koja naik 1,5%, Terminal MAL naik 5,5% dan Terminal 3 Priok (IPC TPK) naik 21,8%.(*)

Yukki Nugrahawan Hanafi, Terpilih dalam Jajaran Pimpinan FIATA

ALFIJAK– FIATA World Congress 2025 yang digelar pada 8-10 Oktober 2025 di Hanoi, Vietnam menetapkan Yukki Nugrahawan Hanafi sebagai Senior Vice President FIATA.

International Federation of Freight Forwarders Associations (FIATA) merupakan organisasi non-pemerintah yang berdiri sejak  1926 dan berpusat di Jenewa, Swiss,  yang beranggotakan 111 asosiasi perusahaan logistik dan 6.000 anggota individual dari lebih 150 negara.

Terpilihnya Yukki menjadi tonggak sejarah baru bagi dunia logistik dan rantai pasok nasional, dimana Yukki menjadi orang Indonesia pertama yang menduduki jabatan kepemimpinan bergengsi dalam asosiasi logistik dan rantai pasok dunia ini.

Dengan terpilihnya Yukki, Indonesia memiliki kesempatan besar dalam menyuarakan isu posisi strategis logistik dan rantai pasok nasional di tingkat global.

“Dengan amanah ini, semoga saya bisa berkontribusi secara signifikan dalam mewakili kepentingan dan menyuarakan Indonesia di level global,” ujar Yukki, pada Minggu (12/10/2025).

Hal ini dapat dilakukan mengingat FIATA diakui sebagai representasi asosiasi bisnis logistik dunia dan menjadi mitra dialog  organisasi internasional  seperti United Nations Commission of Trade & Development (UNCTAD), United Nations Commission on International Trade Law (UNCITRAL), World Customs Organization (WCO), World Trade Organizations (WTO), International Civil Aviation Organization (ICAO),  International Maritime Organization (IMO) dan International Chamber of Commerce(ICC).

Yukki menekankan pentingnya posisi strategis Indonesia dalam FIATA untuk berkontribusi dalam meningkatkan pengaruh Indonesia pada isu-isu strategis rantai pasok global dalam membentuk lanskap perdagangan dan logistik.

“Peran aktif Indonesia dalam forum internasional seperti FIATA dapat memperkuat daya saing sektor logistik nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang,” jelas Yukki.

Keberadaan FIATA Bill of Lading (FBL) sebagai dokumen transportasi multimoda yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam asosiasi Freight Forwarder anggota FIATA, yang diakui sebagai negotiable document oleh ICC dan UNCTAD, menunjukan posisi penting FIATA dalam perdagangan global.

Dan melalui FIATA World Congress 2025 ini,  FIATA menegaskan kembali komitmen dan  misi organisasi sebagai jembatan para pelaku usaha logistik rantai pasok dengan pemerintah di dunia dalam membangun standar global dokumentasi transportasi, mendorong harmonisasi regulasi internasional untuk kelancaran perdagangan global, menyediakan sertifikasi dan pendidikan vokasi berstandar global.

Adapun struktur kepemimpinan Presidensi FIATA yang terpilih pada FIATA World Congress 2025 adalah sebagai berikut:
– President: Thomas Sim (Singapura)
– Immediate Past President: Turgut Erkeskin (Turki)
– Senior Vice Presidents: Yukki Nugrahawan Hanafi (Indonesia), Jens Roemer (Belgia), Nadia Abdul Aziz (UEA)
– Treasurer: Neil Taylor (Chile)
– Secretary General: Keshav Tanna (India)

Ketua ALFI Institute, Diserahterimakan dari Yukki ke Akbar Djohan

ALFIJAK- Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Institute melakukan perubahan struktur kepengurusan yang ditandai dengan serah terima jabatan dari Yukki Nugrahawan Hanafi yang sebelumnya menjabat Ketua ALFI Institute kepada Akbar Djohan yang saat ini sebagai Ketua Umum DPP ALFI yang juga merupakan Ketua Yayasan ALFI Institute (ex officio).

Serah terima jabatan Ketua ALFI Institute itu dilakukan usai dilaksanakannya rapat Kepengurusan Yayasan ALFI Institute pada Kamis (2/10/2025) berte<span;>mpat di Ruamg Rapat Gedung Krakatau Steel Jl Jend Gatot Subroto, yang turut dihadiri Sekjen DPP ALFI Trismawan Sanjaya dan sejumlah pengurus DPP ALFI, Ketua DPW ALFI DKI Jakarta Adil Karim, serta  mantan Ketua Umum DPP ALFI antara lain Yukki Nugrahawan Hanafi, Masli Mulia, dan Iskandar Zulkarnain, serta Parlagutan Silitonga (tokoh senior ALFI).

Berdasarkan AD/ART ALFI dan Yayasan ALFI Institute, bahwa Ketua Umum DPP ALFI menjabat sebagai Ketua  ALFI Institute (ex officio).

ALFI Institute didirikan sejak tahun 1999 dan hingga sekarang ini memfokuskan pada bidang Pendidikan dan Pelatihan dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya bagi insan-insan Freight Forwarder, Logistics dan Supply Chain.

Tujuannya adalah agar SDM disektor logistik dan forwarder tersebut memiliki daya saing sehingga berjiwa profesional, berwawasan global, menguasai ilmu pengetahuan dan tehnologi serta berjiwa enterpreneurship.

ALFI Institute juga telah mengantongi akreditasi dari United National Economic & Social Commision for Asia and Pacific Standard (UNESCAP) dan The International Federation of Freight Forwarders Association (FIATA) didalam penyelenggaraan kursus di Indonesia.

Adapun pusat program pendidikan dan pelatihan Yayasan ALFI/ILFA Institute menggunakan metode pengajaran intensif dan partisipatif dengan standard UNESCAP & FIATA, serta dudukung tenaga pengajar berpengalaman dibidangnya dan telah mengikuti Traininf of Trainers (TOT) Workshop UNESCAP maupun TOT FIATA serta aktif mengikuti kegiatan di dalam forum nasional dan internasional.

Hingga saat ini, ALFI Institute juga aktif menyelenggarakan kursus-kursus yang berkaitan dengan ; Basic International Freight Forwarding Course (UNESCAP Standard), FIATA Diploma In Freight Forwarding (FIATA Standard), FIATA Higher Diploma in Supply Chain Management (FIATA Standard), dan Logistics Management (UNESCAP Standard).[*]