Arsip Tag: ANGKUTAN LOGISTIK

BPTJ Imbau Truk Logistik  Gunakan Gate Koja Barat, Begini Respon ALFI & Aptrindo

Adil Karim, Sekum DPW ALFI DKI JAKARTA

JAKARTA- Pelaku usaha logistik di pelabuhan Tanjung Priok yang tergabung dalam Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mengaku heran karena pihak Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengeluarkan edaran supaya angkutan barang menggunakan tol Koja Barat-Pelabuhan Tanjung Priok.

“Kok edaran BPTJ seperti itu, terus siapa yang membayar tarif tolnya, karena gate Koja Barat belum terintegrasi dengan gate Kebon Bawang.Kalau seperti ini justru biaya logistik jadi bertambah,”ujar Adil Karim, Sekretaris Umum DPW ALFI DKI Jakarta,kepada wartawan, Selasa (9/7/2019).

Adil mengingatkan agar BPTJ tidak mencampuri urusan business to business (b to b) layanan logistik antara penyedia dan pengguna jasa.

“Jangan kebablasan lah, kalau BPTJ mau ngatur kelancaran lalu lintas di jalan raya Jabodetabek boleh-boleh saja namun jangan serta merta menyentuh b to b nya.Kecuali tarif tol Koja Barat mau digratiskan,”ucapnya.

Adil Karim menyatakan hal itu merespon adanya surat edaran Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Bambang Prihartono melalui suratnya No:AI.3018/1/1/BPTJ.2019 tanggal 8 Juli 2019 yang ditujukan kepada Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) dan Organda.

Surat edaran (SE) kepala BPTJ itu menyebutkan, dalam rangka efektifitas penggunaa jaringan lalu lintas di dalam dan disekitar pelabuhan Tanjung Priok secara terkoordinasi antara Kementerian Perhubungan, BPTJ dan Pemprov DKI Jakarta, bahwa mulai 8 Juli 2019 agar pengemudi angkutan barang golongan III,IV dan V menggunakan gerbang tol Koja Barat.

Untuk itu, Aptrindo dan Organda diminta untuk menghimbau kepada pengusaha angkutan dapat memberikan biaya tambahan kepada transporter guna pembayaran tarif tol sesuai tarif yang berlaku.

SE Kepala BPTJ itu juga ditembuskan kepada Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Ekonomi Kawasan dan Kemitraan Perhubungan.

Saat dikonfirmasi, Ketua Umum DPP Aptrindo, Gemilang Tarigan mengatakan, asosiasinya sudah mengajukan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar gate Koja Barat di integrasikan dengan gate Kebon Bawang, Tanjung Priok.

“Integrasi kedua gate itu agar tidak terjadi dua kali pembayaran dalam jarak hanya sekitar satu kilometer saja,”ujar Gemilang.

Dia mengatakan, selama ini angkutan barang menghindari gate Koja Barat yang terletak tepat di depan pintu keluar/masuk terminal peti kemas Koja karena belum terintegrasi tarifnya dengan gate tol Kebon Bawang yang berada di jalan Yos Sudarso.

“Truk yang hendak masuk gate tol Kebon Bawang dari pelabuhan Priok memilih lewat arteri/non tol ketimbang harus bayar tarif dua kali,”ucapnya.(ri)

Dukung Industri Logistik, Isuzu Luncurkan Head Truck Varian Baru

JAKARTA (Alfijak): Guna mendukung industri logistik nasional, produsen otomotif PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) meluncurkan model baru New Isuzu Giga Tractor Head yang terdiri empat varian.

Dikutip dari gatra.com, keempat varian itu yakni, Isuzu Giga GXZ 60 K ABS, Isuzu Giga GVZ 34 K HP ABS, Isuzu Giga GVR 34 J HP ABS, Isuzu Giga FVR 34 P TH.

“Isuzu Giga menyasar pasar truk rigid yang beralih ke tractor head karena dapat mengangkut beban lebih besar,” kata GM Sales Division PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Yohanes Pratama di Jakarta, Kamis (24/1/2018).

Yohanes menjelaskan, berdasarkan peraturan titik sumbu beban yang diizinkan, maka sebuah tractor head dapat menanggung beban 32,7 ton hingga 46,1 ton.

Selain itu, jelang Euro 4 mesin diesl pada 2021, Isuzu yang mengadopsi teknologi common rail yang lebih ramah lingkuungan. IAMI belum merilis harga tractor head ini. Namun dijanjikan akan kompetitif.

Model baru ini menjadi salah satu senjata IAMI untuk meningkatkan penjualan tahun ini. Sejumlah indikator ekonomi yang bergerak positif mendorong pabrikan ini optimis memasang target penjualan 21,6 persen lebih tinggi dari tahun 2018 lalu atau mencapi 30.750 unit.

Pada 2018, Isuzu mencatat penjualan sebesar 25.286 unit. Angka ini meningkat 23 persen dibandingkan penjualan Isuzu pada tahun 2017. Pencapaian ini lebih banyak disumbangkan Isuzu Elf, GIGA dan mu-X.

Selain menghadirkan model-model baru, Isuzu juga akan meningkatkan kuantitas dan kualitas jaringan penjualan dan layanan purna jual.

Saat ini Isuzu memiliki 107 oulet, 28 satellite dan 950 mekanik, 2.384 part network yang terbesar di 355 kota di seluruh Indonesia, 12 part Depo di Medan, Pekanbaru, Surabaya, Samarinda, Banjarmasin, Makassar, Lampung, Semarang, Palembang, Manado, dan Bali.(ri)