Arsip Tag: ALFI Institute

Menyiapkan Program Digitalisasi Pendidikan Logistik

ALFIJAK– Peningkatan kualitas pendidikan logistik berbasis digital menjadi program dari Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) & ALFI Institute pada tahun 2020.

Persiapan itu dilakukan melalui diskusi dan arahan Ketua Umum DPP ALFI Yukki N. Hanafi bersama para Pengajar ALFI Institute di penghujung tahun 2019 dengan tema “Collaboration and Digitalization Education & Competence for ALFI & ALFI Institute 2010” yang diselenggarakan di Jakarta pada Senin (23/12/2019).

Kegiatan itu juga bekerjasama dengan Ketua Umum DPW ALFI DKI Jakarta, Adil Karim.

Yukki mengatakan, konsolidasi dan memperkuat suatu ekosistem untuk mengantisipasi perkembangan pendidikan ke depan sangat penting.

“Sehingga peran pendidikan dalam bidang Logistics dan Supply Chain Management dapat memperluas pangsa pasar dan memberikan aksessibilitas pendidikan dari berbagai strata , sehingga memperkuat tatanan connectivity Logistik di dalam negeri, Asean maupun global,”ujar Yukki.

Pendidikan di Asean, imbuhnya, memberikan peran untuk memperkuat SDM negara-negaranya didalam bidang Logsitik dan saat ini sangat concern terhadap pendidikan, dengan adanya AFFA Diploma in Logistics, yang merupakan standard pendidikan yang dikeluarkan oleh Asean melalui AFFA.

Yukki. N. Hanafi yang juga sebagai Chairman AFFA mengungkapkan, digitalisasi pendidikan mutlak diperlukan dan strategis didalam meningkatkan SDM unggul Indonesia dalam pendidikan logistik di tanah air untuk program kedepan.

Kolaborasi dan digitalisasi akan memberikan kemudahan dan memberikan peran penting untuk perkembangan dan penyamaan wawasan untuk meningkatkan peran dan eksitensi bagi para pelaku logistik salah satunya dengan e-Learning pendidikan logistik.

Menurutnya, kemandirian pendidikan bagi DPW ALFI diseluruh Indonesia, merupakan faktor penting untuk dapat mendorong perkembangan suatu daerah agar meningkatkan peran logistik.

Salah satunya dimulai dari para Pengurus yang harus mengikuti pendidikan standard FIATA maupun UNESCAP sehingga memiliki wawasan yang sama terhadap Logistik dan mengembangkan potensi Logistik untuk pemberdayaan Logistik diwilayah dan ALFI Institute terus mendorong kemandirian ALFI di wilayah.

“Sehingga targetnya dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk Universitas, Politeknik dan umum, mengingat peran Logistik dapat masuk di berbagai sektor dan potensinya begitu berkembang cepat,” ujar Yukki.

M. Supriyanto selaku Course Director ALFI Institute mengatakan, program pendidikan dalam bidang logitsik memerlukan pola metodologi dan kerjasama berbagi pihak dalam logistik.

“Sehingga, melalui pendidikan yang dimiliki ALFI Institute memberikan peran dan menangkap peluang dalam kegiatan Logistik, serta memberikan nilai tambah bagi para pelakunya,” ucapnya.

Selain kurikulum yang dimemiliki oleh ALFI Institute memiliki standard pengakuan global melalui FIATA dan Asean (AFFA), ALFI Institute akan membuat Kurikulum berbasis Nasional guna kepentingan pelaku Logistik yang disesuaikan dengan kompetensi Logistik.

Hal ini perlu dilakukan, mengingat peta kekuatan Indonesia melalui bonus demografi merupakan hal yang tidak terabaikan dan memberikan potensi yang besar didalam pergerakan arus barang antar pulau, untuk itu SDM Logistik nasional untuk SDM Indonesia yang Unggul.

ALFI Institute & STTD, Kerjasama Cetak SDM Logistik Unggul

BEKASI, Alfijak : Lembaga diklat Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Institute melakukan kerjasama dengan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Kementerian Perhubungan dalam upaya peningkatan SDM Indonesia yang unggul.

Kerjasama itu dirangkai melalui Diklat Logistik & Freight Forwarding (UNESCAP & FIATA Standard) yang di buka oleh Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Suharto, pada Senin (18/11/2019), di STTD Bekasi.

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan penyematan kepesertaan terhadap seluruh peserta Diklat yang dilaksanakan mulai 18 Nopember s/d 13 Dessember 2019.

“Program ini merupakan upaya sinergi ALFI Institute dan STTD guna peningkatan dan mengembangkan pengetahuan Logistik bagi para insan logistik kepada Tenaga Pengajar STTD agar dapat diteruskan kepada peserta didik atau Taruna,” ujar Director Course ALFI Institute, M.Supriyanto , Senin (18/11).

Dia mengatakan, pendidikan dan pelatihan ini merupakan standarisasi FIATA – Switzerland dalam bidang Freight Forwarding & Logistik yang berlaku global.

Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Suharto menyampaikan visi ke depan guna mendukung program pemerintah untuk SDM unggul di bidang logistik.

Dia juga megapresiasi dukungan berbagai pihak dalam memberikan peluang dan kesempatan guna memperkuat logistik nasional.

Disisi lain, dukungan infrastruktur yang telah di bangun oleh Pemerintah, maupun program tol laut agar diharmonisasikan dalam upaya membangun visi pendidikan logistik di STTD.

Program ini, imbuhnya, diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada tenaga pengajar sehingga menjadikan logistik yang terintegrasi di dalam membangun logistik Indonesia dan menjadi leader di kawasan Asean.

“Apalagi saat ini Indonesia masih menduduki peringkat ke-5 dalam hal logistics performance index Asean,”ucapnya.(ri)