Arsip Tag: JICT

JICT Inovasi Layanan Operasional Bongkar Muat

ALFIJAK – PT Jakarta International Container Terminal (PT JICT) melakukan inovasi layanan operasional dengan melakukan uji coba kegiatan bongkar muat peti kemas bernama Dual Cycle Operation.

Ini adalah sebuah kegiatan penggabungan pembongkaran sekaligus pemuatan petikemas dari dan keatas kapal serta pengangkutan kelapangan dengan satu rangkaian putaran truk yang sama. Dengan kata lain, kombinasi kegiatan bongkar dan muat dalam satu siklus bongkar muat pada posisi tertentu.

Dual Cylce Operation juga berdampak pada efisiensi penggunaan QC dan resources trucking. Menghemat usia pemakaian mesin dan ban dan secara tidak langsung akan mrngurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) serta lebih ramah lingkungan.

“Ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh JICT yakni sebagai upaya mencari Inovasi operasional yang berdampak pada efisiensi biaya dan waktu,” ujar Dirut PT JICT, Gunta Prabawa, Jumat (5/6/2020).

Dia mengatakan, JICT merupakan salah satu perusahaan yang boleh bahkan harus beroperasi di masa Pandemi Covid 19.

Selain menjalankan serangkaian protokol kesehatan di wilayah kerja yang wajib dipatuhi oleh seluruh pekerja dan tamu, JICT juga terus berupaya meningkatkan kinerja pelayanan di seluruh bidang.

Gunta mengatakan, operasi dual cycling ini membuat kegiatan crane dermaga beroperasi dengan lebih efisien. Bukan hanya itu, uji coba ini juga mengurangi pemakaian bahan bakar truk yang mengangkat petikemas dari dermaga ke lapangan dan sebaliknya dan juga membuat ketahanan mesin menjadi lebih lama (tidak cepat aus)

“Kami sedang mencoba untuk menganalisa dampak terhadap lingkungan. Bahan bakar yang lebih hemat dan penggunaan emisi yang terukur memungkinkan inovasi ini juga berdampak sangat baik agar JICT terus menjadi terminal yang ramah lingkungan,” paparnya.

Dia juga menyampaikan dengan bangga, bahwa uji coba Operation Dual Cycling ini telah membawa angin segar.

Bahkan, pada 4 Juni 2020, Kapal Hongkong Bridge yang dilayani dengan metode ini, berhasil selesai 12 jam lebih cepat dari jadwal original plan. GCR 32,80 Gerakan per Jam (Mph) dan VOR 141.18 gerakan perjam ( mph).

Ini menunjukkan semangat yang tetap terjaga dalam bekerja dan pencarian inovasi invovasi yang terus di tumbuhkan di JICT untuk dapat terus memenuhi kebutuhkan pelanggan di masa pandemi ini.

“Pelayaran yang telah menggunakan layanan ini di JICT antara lain adalah CMA, SITC, Yanming dan Sinokor,” tutur Gunta.

Selain Operation Dual Cycling, imbuhnya, JICT juga sedang melakukan review terhadap serangkaian rencana Kelanjutan bisnis.

“Ini akan kami paparkan nanti. Tapi saat ini yang terpenting bagi kami adalah tetap menjaga perusahaan ini, agar insan yang bekerja di dalamnya, dan stakeholder yang berhubungan dengan kami, dapat tetap kuat dan selamat tanpa terpapar Virus Covid 19,” ujarnya.

Untuk itu, pada bulan Mei lalu JICT telah membentuk Gugus Tugas Covid 19 baru yang menguatkan Satgas Covid yang dibentuk pada bulan Maret, memperbaharui SOP dan Protokol yang semakin dikembangkan dan disesuaikan. ucap Gunta.(mad)

Sekar JICT Dukung Layanan Transshipment Kargo Internasional

JAKARTA- Serikat Karyawan (Sekar) PT Jakarta International Container Terminal (JICT) mendukung upaya manajemen untuk meningkatkan layanan dengan melayani transshipment kargo international.

Dengan layanan ini peran JICT semakin strategis, sehingga dapat berkontribusi lebih besar bagi perekonomian Indonesia.

Mufti, Sekretaris Jenderal Sekar JICT mengatakan, dengan standar kualitas dan pengalaman panjang, JICT optimis layanan transshipment ini dapat bersaing dengan pelabuhan di negara lain.

Selama ini kargo international singgah dulu di pelabuhan Singapura atau Malaysia, tidak langsung ke Tanjung Priok.

“Kami memiliki sistem dan SDM yang sudah teruji lebih dari 20 tahun. Layanan ini akan akan semakin memposisikan JICT sebagai yang terdepan di Indonesia dan itu membuat karyawan JICT bangga,” kata Mufti melalui keterangan resmi Sekar JICT,pada Kamis (21/3/2019).

Mufti mengatakan, karyawan JICT secara kontinyu mendapatkan pelatihan dan upgrade kemampuan dengan belajar di pelabuhan-pelabuhan lain yang terhubung dengan Hutchison Group.

Program yang telah berlangsung sejak masuknya Hutchison ini telah menjadi salah satu kunci kemajuan JICT hingga saat ini.

“Investasi SDM yang dilakukan JICT menjadikan karyawan sebagai aset penting perusahaan. Yang menguntungkan karyawan juga mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik dari industri ini,” imbuh Mufti.

Sebagaimana diketahui, slama lebih dari 20 tahun, JICT yang semula hanya terminal kecil di Tanjung Priok, kini menjelma sebagai perusahaan terminal petikemas terbaik dan terbesar di Indonesia.

Sebagai bagian dari PT Pelindo II, JICT juga berkontribusi besar terhadap pendapatan BUMN pelabuhan terbesar di Indonesia tersebut.

Sekar JICT berpendapat, dengan adanya perpanjangan kontrak antara Hutchison Ports dan Pelindo II di JICT hingga 2039, kini Pelindo II mendapatkan rental fee dari JICT hingga USD 85 juta per tahun, lebih dari Rp 1 triliun (kurs Rp 14.000 per USD).

Hadirnya Hutchison Ports di JICT telah menjadikan terminal ini memiliki standar layanan tertinggi di Indonesia.

“Lebih penting lagi, sebagai pengelola pelabuhan global, jaringan Hutchison membuat JICT makin banyak dilayari kapal-kapal besar dengan tujuan di seluruh dunia,”ujarnya.

Sebelumnya, di 2018 lalu Presiden Joko Widodo melepas pengiriman ekspor dari terminal JICT yang dibawa langsung ke Los Angeles, Amerika dengan kapal berkapasitas 10.000 twentyfoot equivalent units (TEUs).

Ini membuktikan bahwa Indonesia telah mampu melayani kapal-kapal besar dengan bertujuan langsung (direct vessel), bukan hanya ke Amerika tetapi juga ke Afrika, Australia, Eropa dan tentunya ke negara-negara Asia tanpa melalui Singapura.

“JICT akan terus bekerja dan mengoptimalkan seluruh potensinya untuk kemajuan ekonomi Indonesia. Dengan direct vessel, ekspor akan lebih efisien dan akan menaikkan daya saing produk-produk Indonesia,” ujar Wakil Direktur Utama JICT, Riza Erivan.(ri)

MV Pacific Monaco Perkuat Layanan Rute Intra Asia di JICT

JAKARTA- Kapal kontainer Pacific Monaco yang sandar di dermaga PT Jakarta International Container Terminal (JICT), pada akhir pekan lalu menambah layanan intra Asia dari dan ke terminal peti kemas tersibuk di Indonesia itu.

Kapal dengan berat bobot mati 8,772 ton dan panjang 130 meter ini merupakan salah satu dari rangkaian Butterly Service atau TF1, sekaligus memperkuat layanan rute itu melalui dermaga JICT.

Berdasarkan jadwal yang disepakati, service ini akan sandar di terminal JICT satu kali setiap minggunya (Weekly Service).

Dengan demikian jumlah layanan kapal di JICT menjadi 17 service dengan total sandar dan bongkar muat sebanyak 150 kapal setiap bulannya.

Servis baru TF1 ini siap melayani rute Jakarta – Pelabuhan Tanjung Pelepas-Singapura- Laem Chabang International Terminal dan Sahatai Terminal (BKK). Sebagai awal Kapal ini akan melakukan kegiatan bongkar muat sebesar 700 TEUs di terminal 1 JICT.

Wakil Presiden Direktur JICT Riza Erivan menyatakan, dibukanya layanan baru ini, menunjukkan bukti bahwa JICT masih merupakan Terminal pilihan Pelanggan di Indonesia.

Riza menambahkan, ditahun 2014, JICT pernah memecah rekor nasional dengan pelayanan tercepat dan terbaik saat dengan total bongkar muat 192 gerakan perjam (mph) saat melayani kapal MV Northern Genius di Terminal 1 JICT.

“Tekad kami saat ini bukan hanya meraih kepercayaan pelanggan, tapi juga memenuhi bahkan melampau ekspektasi mereka,”ucapnya.

Riza menambahkan, seiring dengan tekad baru sebagai terminal dengan pelayanan terbaik, maka JICT berkomitmen terus mengembangkan fasilitas yang dimiliki.

JICT telah memperbaiki terminal dan investasi dalam infrastruktur, peralatan, dan teknologi terkini. Saat ini, sisi dermaga JICT telah memiliki kedalaman 12 hingga 16 meter.

Menurutnya, hampir seluruh Crane telah menggunakan teknologi elektricity yang ramah lingkungan, aplikasi mobile untuk Kemudahan pembayaran kegiatan terminal Petikemas dan rencana rencana e-commerce yang akan menjadi startup di rantai logistik Indonesia.

Dengan pengembangan yang dilakukan, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan dan mengukuhkan JICT sebagai terminal dengan kualitas pelayanan Internasional, kebanggaan Indonesia.(ri)