Arsip Tag: Layanan Logistik

Pebisnis Inginkan DO Online, Segera Teritegrasi INSW

ALFIJAK : Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mengharapkan Sistem Delivery Order (DO) Online sudah terintegrasi dengan Sistem Indonesia National Single Window (INSW) yang dikelola oleh Lembaga National Single Window ( LNSW ), paling lambat awal tahun 2020.

Sekum DPW ALFI DKI Adil Karim, mengatakan saat ini tengah disiapkan Gateway Sistem DO Online yang terintegrasi dalam INSW.

Pada tahap awal ini, sedang dilakukan integrasi kargo owner/ forwarding dengan pelayaran dalam INSW. Selanjutnya Terminal Operator/perbankan, kata Adil Karim yang juga anggota Pokja DO Online.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman meresmikan Soft Launching Gateway Sistem Delivery Order (DO) Online dalam Sistem Indonesia National Single Window (INSW), di Kementerian Keuangan, paa pekan lalu.

Adil mengatakan sejak diberlakukannya PM 120/2017 tentang Pelayanan Pengiriman Pesanan Secara Elektronik (Delivery Order Online) untuk barang impor di pelabuhan, pelaksanaan DO Online baru dari shipping Line ke Terminal Operator yang sudah berjalan.

“Sementara kargo owner / freight forwarding masih belum terintegrasi,”ujarnya.

Karena itu sebagian besar penebusan Delivery Order di pelayaran oleh Freight forwarder masih dilakukan secara manual ataupun melalui email.

ALFI berharap setelah stake holder terkait DO Online (pelayaran, kargo owner/ forwarding dan Terminal Operator / perbankan) sudah terintegrasi dalam INSW dapat memangkas waktu pengambilan DO.

“Syukur -syukur dapat menurunkan biaya logistik,” kata Adil Karim.(ri)

Biaya Logistik RI Belum Efisien, Ini Penyebabnya

ALFIJAK – Kamar dagang dan industri (Kadin) Indonesia mengungkapkan, biaya logistik di Indonesia masih belum efisien lantaran masih salah satu yang tertinggi di negara-negara di Asean.

Oleh karena itu, melalui adanya kebijakan-kebijakan pemerintah, termasuk salah satunya mendorong keuangan untuk infrastruktur diharapkan biaya logistik yang tinggi ini akan menjadi lebih baik.

Hal tersebut dikemukakan Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani, saat pembukaan ajang Indonesia Transport, Supply Chain and Logistic (ITSCL) 2019, di JIExpo Kemayoran pada Rabu (16/10/2019).

ITSCL merupakan sebuah event penting bagi semua pemangku kepentingan, terutama di bidang pemasokan dan logistik.

Dia mengatakan, dengan melihat perubahan teknologi yang begitu cepat, diharapkan sektor logistik bisa memanfaatkannya menjadi hal yang positif. Apalagi, negara-negara lain terus meningkatkan efisiensinya dalam banyak hal, baik dari segi industri maupun sumber daya manusianya.

Menurutnya, program prioritas dari pemerintahan Presiden Joko Widodo ke depan adalah pembangunan sumber daya manusia atau pembangunan human capital yang dibarengi dengan pembangunan infrastruktur yang terus berkelanjutan ke depannya.

Di acara ini, imbuhnya diharapkan semua pelaku usaha bidang ini benar-benar bertukar pikiran, informasi maupun memberikan masukan untuk pemerintah sehingga banyak juga kebijakan-kebijakan pemerintah yang baru yang perlu disosialisasikan kepada pelaku usaha.

“Jadi event ini diadakan dengan harapan mampu menciptakan kesempatan-kesempatan baru pada para pelaku usaha terutama di bidang perhubungan, supply chain dan logistic,” ucap Rosan.

ITSCL 2019 resmi dibuka pada Rabu, 16 Oktober 2019 oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Transportasi Carmelita Hartoto, mengatakan, pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan Nasional masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 7,01 persen pada tahun lalu.

Menurutnya, capaian ini lebih tinggi dibanding laju pertumbuhan ekonomi Nasional yang hanya mencapai 5,17 persen pada 2018.

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat kontribusi lapangan usaha transportasi dan pergudangan terhadap PDB pada 2018 mencapai Rp797,3 triliun atau 5,37 persen dari PDB yang bernilai Rp14.837,36 triliun.

“Pertumbuhan sektor logistik diprediksi akan terus melaju kencang pada tahun ini. Pertumbuhan sektor ini tidak lepas dari masih berlanjutnya pertumbuhan aktivitas belanja online atau e-commerce,”ucap Carmelita.

Namun, imbuhnya, efisiensi logistik masih menjadi tantangan besar. Beban biaya logistik Indonesia masih terlalu tinggi, sekitar 24 persen dari PDB.(ri)

Pelaku Logistik Dukung Penertiban Hand Carry

Ketua Umum DPP ALFI Yukki N.Hanafi

JAKARTA- Alfijak: Pelaku bisnis logistik menyatakan, mendukung langkah Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan untuk memperbaiki tata kelola kebijakan hand carry terutama untuk menghilangkan modus splitting.

Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, praktik splitting, under invoice dan penyalahgunaan lainnya dalam modus hand carry banyak terjadi sejalan berkembangnya transaksi on line atau e-commerce.

“Kalau tidak segera dilakukan perbaikan dan kebijakan yang tepat maka kondisi ini akan semakin memperbesar kerugian negara serta juga menurunkan daya saing produk nasional,”ujar Yukki, pada Rabu (2/10/2019)

ALFI juga menyoroti modus hand carry untuk barang produk jadi yang langsung di konsumsi pasar akan lebih berdampak besar kerugiannya bagi negara yaitu selain kehilangan pemasukan dari bea masuk dan pajak dalam rangka impor serta melemahkan bahkan mematikan produk/ produsen dalam negeri.

“Praktik seperti ini juga menjadikan satu di antara beberapa faktor yang menyebabkan defisit neraca perdagangan,”ucap Yukki.

Trismawan Sanjaya, Wakil Ketua Umum DPP ALFI bidang Supply Chain, e-commerce dan multimodal, menambahkan perlu dikaji kembali untuk penerapan dan pengawasan kebijakan nilai deminimus sebaiknya hanya berlaku untuk barang hand carry saja.

“Hal itu supaya fokus pengawasan Bea Cukai pada barang yang menjadi bawaan penumpang saja dan ini akan memperkecil resiko kerugian negara,”ujarnya.(ri)

SPIL Gandeng GO-PAY Luncurkan mySPIL Points


JAKARTA- Sejalan dengan komitmennya, PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) kembali memberikan kemudahan dalam bertransaksi melalui platform e-commerce, dengan meluncurkan mySPIL Points.

Terobosan perusahaan pelayaran nasional ini sebagai bagian dari rewarding program yang diberikan kepada para relasi yang dengan setia dan konsisten menggunakan mySPIL dalam melakukan semua transaksinya bersama SPIL.

Tidak hanya menambahkan fitur mySPIL Points dalam rewarding program ini, SPIL juga menggandeng GO-PAY dalam proses penukaran poin yang diperoleh oleh relasi menjadi saldo GO-PAY.

GM Commercial PT SPIL Jimmy Liesensia, mengatakan pihaknya melihat perkembangan saat ini bahwa masyarakat tidak dapat lepas dari penggunaan smartphone dalam kehidupan sehari-hari untuk melakukan semua aktivitasnya. Kehadiran GO-PAY dan aplikasi online lain saat ini begitu lekat dan menarik untuk diikuti, oleh karenanya SPIL bekerja sama dengan GO-PAY sebagai media penukaran poin.

“Harapannya, relasi SPIL dapat semakin memanfaatkan keuntungan dan kemudahan dalam menggunakan poin yang telah mereka peroleh. mySPIL Points yang telah dikumpulkan dapat ditukarkan menjadi saldo GO-PAY yang dapat digunakan untuk membayar makanan, membeli voucher PLN, membeli pulsa, dan berbagai macam kebutuhan lainnya,” ujar Jimmy, melalui siaran pers-nya Senin (29/4/2019).

Proses mendapatkan poin didapat dari setiap tahapan yang dilakukan mulai dari membuat booking, membuat e-SI, e-BL, dan melakukan pembayaran melalui Virtual Account.

Keuntungan lain yang diberikan adalah admin dari pemilik account mySPIL akan menerima poin sebesar 50% dari setiap transaksi yang dilakukan di setiap tahapan sehingga semakin tinggi tingkat penggunaannya akan semakin banyak pula poin yang dikumpulkan untuk bisa ditukarkan menjadi saldo GO-PAY.

Chandra Satar, Head of Payment Solutions Ecosystem GO-PAY menyambut baik inisiatif kolaborasi ini. GO-PAY meyakini bahwa kolaborasi dan kemitraan merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pembayaran digital yang kuat.

“Kolaborasi telah menjadi salah satu strategi utama kami dalam mendorong pertumbuhan GO-PAY sebagai alat pembayaran nontunai terdepan di Indonesia. Kami pun berharap bahwa dengan kolaborasi ini, manfaat pembayaran digital dapat dirasakan oleh lebih banyak orang,”ucapnya.

mySPIL Points ini sudah dapat digunakan mulai 23 April 2019 dengan memperbaharui aplikasi mySPIL pada smartphone yang dapat di unduh melalui Google Playstore maupun App store untuk pengguna iPhone. Pengguna juga dapat melakukan transaksi melalui mySPIL web yang dapat di akses melalui www.myspil.com.(ri)