Tol laut & gudang logistik genjot volume pelabuhan

Strategi antarmoda sangat menentukan

Dewan pakar masyarakat perkeretaapian Indonesia atau Maska, Achmad Kemal Hidayat menyebutkan jika transportasi kereta barang masih kurang diminati oleh pengusaha dalam pengiriman.

“Jadi, masih rendahnya peran kereta api dalam sistem logistik nasional itu bisa menyebabkan inefisensi. Misal dengan banyaknya angkutan truk di jalan dapat mengakibatkan kerusakan jalan, kemacetan, polusi akibat gas buang dan kecelakaan lalu lintas. Keempat jenis moda transportasi itu, kereta api menunjukan peran yang masih minim mendukung pengangkutan logistik,” paparnya di Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Utara, baru-baru ini.

Peran moda transportasi kereta api, dikatakan Achmad sangat dibutuhkan dalam penyaluran logistik di Indonesia. Kereta Api barang, lanjut Achmad, seharusnya bisa menjangkau daerah lokal serta terintegrasi dengan transportasi lainnya.

“Intinya, sistem logistik itu terintegrasi secara lokal. Yakni, bagaimana peran antarmoda itu sangat menentukan kita semua yang sebagai negara kepulauan ini. Penggunaan angkutan kereta barang, akan memberikan keuntungan yang lebih baik terhadap produsen, konsumen dan lain-lain,” ungkapnya.

Ia menambahkan, “Salah satu keuntungannya adalah biaya logistik dapat ditekan sehingga harga penjualan akan lebih murah. Beberapa tujuan yang akan dicapai, yakni menurunkan biaya dan memperlancar arus barang, hingga meningkatkan pelayanan logistik.

Setidaknya, dapat meningkatkan daya saing antar produk nasional di pasar global dan pasar domestik,” paparnya kembali.

Sumber: tribunnews.com