COVID-19 Mewabah, Ekspor Hasil Perikanan Meningkat

ALFIJAK – Di tengah meningkatnya wabah Covid-19 di Indonesia, namun kegiatan ekspor ikan tetap berjalan bahkan mengalami peningkatan volume. Hal itu dipastikan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak), pada Rabu (1/4/2020), di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Selain ingin mengetahui perkembangan ekspor hasil perikanan di tengah pandemi Covid-19, Menteri Edhy juga sekaligus melepas ekspor hasil perikanan ke beberapa negara. Tidak hanya itu, Menteri Edhy pun ingin mengetahui langsung kendala yang dihadapi eksportir sejak Covid-19 mewabah.

“Di tengah situasi merebaknya kasus Covid-19 saat ini, KKP terus berupaya untuk menggeliatkan ekonomi melalui kinerja ekspor hasil perikanan. Diantara banyaknya pintu ekspor seperti  Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Panjang Lampung, serta Pelabuhan Belawan Medan, Alhamdulillah, kita masih dapat melakukan ekspor hasil perikanan dari 1 titik pemberangkatan di Tanjung Priok ini,” terang Edhy.

Menteri Edhy yang didampingi Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jakarta II-Tanjung Priok menerangkan, jumlah produk perikanan yang diekspor melalui Pelabuhan Tanjung Priok pada periode yang sama (Januari-Maret) pada tahun 2019 dan 2020 mengalami kenaikan volume sebesar 40,42%.

“Kinerja ekspor dapat berjalan dengan sangat baik apabila semua instansi bersama Kementerian/Lembaga saling koordinasi dan bersinergi. Saya akan jamin bahwa perijinan di sektor kelautan dan perikanan mudah dan kondusif,” ujar Edhy.

Menteri Edhy menyampaikan, KKP akan terus melakukan terobosan dan menyederhanakan prosedur ekspor, sesuai kebijakan fiskal, dengan menyederhanakan prosedur dan persyaratan ekspor.

“Bila persyaratan tidak diperlukan oleh negara tujuan, untuk apa kita persyaratkan. Saya minta kepada jajaran saya untuk memangkas prosedur yang panjang serta mengubah proses perijinan terkait ekspor menjadi online sehingga lebih murah dan cepat,” himbau Edhy.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Edhy juga menyerahkan Surat Kesehatan Ikan/ Health Certificate (HC) kepada eksportir hasil perikanan serta menyaksikan pemuatan (loading) komoditas ekspor ke atas kapal.

Sementara itu, Kepala BKIPM Jakarta II-Tanjung Priok Nandang Koswara mengatakan, volume hasil perikanan yang diekspor sebesar 3.200 ton atau senilai Rp 194,6 miliar yang dikemas di dalam 115 unit kontainer.

“Hasil perikanan dari 36 perusahaan Indonesia tersebut dikirim ke 13 negara tujuan yakni Perancis, Jerman, Italy, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Mauritus, Reunion, Taiwan, Thailand, USA, Vietnam dan Lithuania,” ungkap Nandang.

Dijelaskannya, komoditi yang diekspor terdiri dari 28 jenis yaitu Udang, Cumi, Paha Kodok, Sotong, Cunang, Cakalang, Yellow fins Tuna, Kakap Merah, Kerupuk Ikan, Bawal Putih, Kepiting Kaleng, Udang Asin, Tepung Ikan, Minyak Ikan, Keong Kaleng, Tempura Udang, Loin Tuna, Ikan Kakak Tua, Ikan Layaran, Ikan Kerapu, Marlin, Kepiting Salju, Ikan Gulama, Ikan Barakuda, Ikan Cobia, Ikan Sebelah dan Tepung Udang.

Usai sidak di pelabuhan, selanjutnya Menteri Edhy berkunjung ke Kantor BKIPM Jakarta II untuk meninjau Pelayanan Perizinan Perkarantinaan terkait ekspor hasil perikanan. Menteri Edhy berharap agar ke depan makin banyak hasil perikanan yang diekspor ditengah situasi wabah Covid-19 ini.

“Pesan saya untuk anda semua, tetap jaga kesehatan agar kita dapat berjuang untuk menjalankan roda perekonomian kita melalui ekspor hasil perikanan,” tutup Edhy.(ri)

Airin Logistics, Lakukan Pencegahan Penyebaran Covid 19

ALFIJAK – Manajemen PT Indonesian Air & Marine Supply (Airin) Logistics, melakukan upaya antisipasi dalam mencegah dan menanggulangi merebaknya wabah virus Corona atau Covid-19 yang kini telah menjadi pandemi di Indonesia.

Direktur Utama PT Airin Logistics, Rudolf Valintino Bey mengatakan, PT Airin Logistic melibatkan unsur Damkar (Pemadam Kebakaran) Jakarat Utara dan unsur Kepolisian Kalibaru Cincing, pada Selasa 31 Maret 2020, telah melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada seluruh fasilitas kantor maupun operasional PT Airin di kawasan pelabuhan Tanjung Priok.

“Penyemprotan cairan disinfektan tersebut menggunakan mobil blangwir (mobil pemadam kebakaran) pada semua fasilitas lapangan atau tempat penimbunan sementara (TPS) yang dioperasikan perseroan, termasuk di fasilitas kantor yang dilakukan oleh petugas penyemprotan disinfektan,” ujar Rudolf, pada Rabu (1/4/2020).

Dia mengatakan, kegiatan penyemprotan disinfektan sebagai antisipasi penyebaran Covid 19 pada wilayah kerja PT Airin Logistic di pelabuhan Priok itu juga telah melibatkan pihak-pihak terkait termasuk unsur dari kepolisian wilayah Kalibaru Cilincing Jakarta Utara.

Upaya lainnya yang dilakukan, imbuhnya, PT Airin yang juga merupakan anak usaha PT Dok Kodja Bahari (DKB) telah menerapkan social distancing atau melakukan jaga jarak yang aman dalam kegiatan setiap pelayanan kepada pelanggan/customernya.

“Para customer tidak bisa lagi masuk ke dalam ruangan kantor kami, tetapi telah kami siapkan ruang tunggu khusus pelayanan,” paparnya.

Selain itu, kata Rudolf, semua karyawan, termasuk Direksi dan Manajemen yang hendak memasuki kantor PT Airin diwajibkan mengikuti prosedur pemeriksaan suhu tubuh menggunakan alat thermometer yang telah disiapkan petugas di pintu masuk kantor. Juga telah dilaksanakan sistem kerja secara bergantian (shift) bagi karyawan.

“Petugas kami juga melakukan pembersihan seluruh ruangan dan fasilitas kantor setiap hari dengan cairan disinfektan. Selain itu Manejemen juga mengimbau para karyawan yang memiliki suhu tubuh diatas 37,5 derajat celcius tidak diperbolehkan untuk bekerja dan agar segera memeriksakan kesehatannya pada fasilitas kesehatan,” ucapnya.

Rudolf menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan serta menyosialisasikan penggunaan hand sanitizer di lingkungan kerja perseroan kepada seluruh karyawan maupun customer serta menghimbau agar setiap individu tetap menjaga kesehatan maupun kebersihan diri dan di lingkungan kerjanya.

“Semua upaya tersebut diharapkan dapat mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) di Indonesia yang telah dinyatakan pandemi oleh organisasi kesehatan dunia/world health organization atau WHO,” kata Rudolf yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara Indonesia (Aptesindo).

Dia juga mengatakan, ditengah pandemi wabah virus Corona (Covid 19) saat ini, perseroan tetap berusaha memberikan pelayanan prima kepada seluruh customer maupun pengguna jasa di pelabuhan Priok, guna menjamin kelancaran arus barang dan logistik nasional.

“Mari bersama-sama kita bahu membahu membantu pemerintah dan para tenaga medis dengan menjalankan protokol kesehatan dan himbauan dalam upaya memerangi dan mencegah penyebaran Covid 19 ini. Semoga cobaan ini segera berakhir dan kita semua dapat kembali beraktivitas seperti biasanya. Aamin Yra,” ucap Rudolf.(bk)