BGR Logistics Optimalisasi Lahan Strategis

JAKARTA (Alfijak) : Dalam rangka optimalisasi lahan startegisnya, perusahaan plat merah penyedia jasa logistik, PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR Logistics baru saja menandatangani nota kesepahaman dengan Perum Perumnas.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Utama BGR Logistics, M. Kuncoro Wibowo, dan Direktur Utama Perum Perumnas, Bambang Tri Wibowo, pada Senin (21/1/2019).

Dalam kesempatan yang sama Kuncoro menjelaskan bahwa salah satu aset lahan strategis yang dimiliki oleh BGR Logistics adalah komplek pergudangan BGR Logistics Regional DKI Jakarta yang berada di kawasan Kelapa Gading.

Pada lokasi tersebut BGR Logistics memiliki luas lahan sekitar 21 hektare yang direncanakan akan dibangun kawasan logistik terpadu, yang juga terdapat hunian dan kawasan komersial.

Kuncoro mengungkapkan supaya dengan penandatanganan nota kesepahaman ini, BGR Logistics dan Perum Perumnas dapat segera merealisasikan kerjasama untuk bentuk pengembangan aset lahan milik BGR Logistics.

“Tentunya pengembangan ini akan dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku oleh kedua belah pihak nantinya,” jelas Kuncoro dalam keterangannya, Senin (21/1).

Lebih lanjut, Kuncoro mengungkapkan bahwa penandatangan kesepahaman ini juga merupakan bentuk sinergi BUMN.

Selain itu, BGR Logistics juga mempercayai bahwa Perum Perumnas telah terbukti berpengalaman dalam hal pengembangan lahan agar lebih optimal.

“Dengan sinergi ini, nantinya diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi BGR Logistics dan Perumnas, dan juga bagi negeri dalam hal ini masyarakat nantinya,” terangnya.

Sementara itu Direktur Utama Perum Perumnas, Bambang Triwibowo, menjelaskan bahwa sinergi BUMN ini merupakan salah satu upaya Perumnas dalam mengurangi angka backlog.

Selain itu juga dalam rangka pemenuhan kebutuhan rumah masyarakat menengah bawah di area dengan serapan pasar yang tinggi sehingga produk yang kami hasilkan adalah tepat sasaran.

Inisiasi sinergi BUMN ini dengan mengoptimalkan lahan idle akan terus kami garap kedepannya, seperti layaknya dengan KAI dengan konsep terintegrasi transportasi yang telah kami gaungkan di tahun sebelumnya,” urainya.

Lokasi yang akan dikerjasamakan dengan BGR Logistics ini sudah melalui beberapa kajian hingga pada tahapan hasil bahwa feasible untuk dikembangkan.

“Jadi kami tidak asal mengembangkan, sudah melalui beberapa tahap kajian, dan terdapat potensi pasar yang baik pada lokasi ini,” terang Bambang.

Perumnas berencana membangun hunian, lengkap dengan area komersial sebagai sarana pendukung kegiatan perekonomian di kawasan hunian ini, sehingga nantinya dapat difungsikan berbagai macam usaha oleh para penghuni. Adapun backlog tertinggi terdapat di area Jakarta, sekitar 52%. (ri)