Arsip Tag: JICT2

ALFI Ingin eks-Terminal 2 JICT Difungsikan Sebagai Layanan Domestik

ALFIJAK- Pebisnis logistik di pelabuhan Tanjung Priok mengusulkan agar fasilitas eks-Terminal 2 JICT dapat di manfaatkan untuk layanan peti kemas antarpulau (domestik).

Hal itu dikemukakan Adil Karim, Ketua Umum DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta kepada wartawan, di Jakarta, pada Kamis (13/2/2020).

Menurut Adil, Pelabuhan Tanjung Priok memerlukan fasilitas terminal peti kemas domestik yang bersifat dedicated atau tidak bercampur dengan pelayanan ocean going dan lainnya.

“Priok perlu juga lebih fokus dan memerhatikan pelayanan peti kemas domestiknya. Karena itu ketimbang idle, sebaiknya eks-Terminal 2 JICT untuk domestik,” ucapnya.

Kendati begitu, Adil mengingatkan agar disiapkan mekanisme manajemen trafic lalu lintas yang lebih baik terhadap peti kemas antarpulau yang juga sebagai feeder (pengumpan) untuk kegiatan ocean going di pelabuhan Priok.

Sementara itu, Pengurus DPP Aptrindo Gagan Gartika, justru mengusulkan supaya fasilitas eks terminal 2-JICT difungsikan sebagai buffer area trucking.

Alasannya, imbuhnya, masih cukup banyak trucking yang ‘wara-wiri’ didalam pelabuhan karena menunggu selesaiknya kartu ekapor dari terminal sehingga belum bisa masuk ke gate terminal peti kemas.

Gagan mengatakan, buffer area trucking yang disiapkan IPC/PT.Pelindo II di lahan eks Pacific Paint di Jl. Martadinata Ancol, belum bisa dimanfaatkan secara maksimal lantaran posisinya berada di bagian barat.

“Padahal mayoritas trucking yang melayani Priok berasal dari wilayah timur seperti bekasi, Karawang dan Jawa Barat,” ujar Gagan.

Sejak tahun 2012, fasilitas eks Terminal 2 Jakarta International Container Terminal (JICT) di kawasan pelabuhan Tanjung Priok, yang memiliki kapasitas lapangan penumpukan 9 hektare itu tidak digunakan lagi untuk aktivitas komersial.

Akibatnya, fasilitas itu sudah hampir 8 tahun masih idle lantaran tidak termanfaatkan untuk kegiatan layanan sandar kapal dan bongkar muat peti kemas.

Kondisi eksisting fasilitas terminal 2-JICT di Pelabuhan Tanjung Priok, saat ini memiliki kedalam kolam dermaga -7 s/d -8 Low Water Spring (LWs).

Terminal peti kemas itu juga sudah dilengkapi peralatan bongkar muat a.l.; 12 unit Rubber Tired Gantry Cranes (RTGc) dan empat unit Container Cranes (CC), serta terkoneksi dengan sistem pelayanan peti kemas berbasis tehnologi terkini/Next-Generation atau N-Gen.

Wakil Dirut PT JICT, Riza Erivan menyatakan bahwa saat ini pengelolaan fasilitas eks terminal 2 JICT tersebut tidak lagi dilaksanakan oleh JICT.

Adapun JICT merupakan perusahaan patungan antara PT Pelabuhan Indonesia II/IPC dan Hutchison Port Indonesia.(#)

ALFI Usul eks JICT-2 Bisa Layani Kontainer Domestik

Ketua ALFI DKI, Widijanto

JAKARTA- Alfijak : Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menyatakan fasilitas eks JICT-2, dikawasan pelabuhan Tanjung Priok dijadikan sebagai terminal kontainer untuk melayani kapal peti kemas domestik/antar pulau.

“Ketimbang idle, sebaiknya eks JICT-2 dimanfaatkan untuk pelayanan kapal kontainer domestik. Karena saya dengar draft dermaganya kini hanya mampu untuk disandari kapal berkapasitas kurang dari 1.000 TEUs,”ujar Widijanto, Ketua DPW ALFI DKI Jakarta.

Dia mengatakan, kendati begitu rencana pengaktifan kembali fungsi eks JICT-2 itu mesti melalui kajian mendalam agar tidak menimbulkan masalah baru berupa kemacetan lalu lintas trucking di dalam pelabuhan Tanjung Priok sehingga berpotensi mengganggu kegiatan logistik.

Saat ini fasilitas container yard di terminal JICT-2 digunakan sebagai lahan parkir sementara trucking pengangkut peti kemas guna menghidari kemacetan dan kepadatan lalu lintas truk trailler yang hendak masuk melayani bongkar muat di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok.

Sebagaimana diketahui, letak Terminal 3 Priok dan eks terminal JICT-2 itu berdampingan. Adapun dermaga terminal JICT-2 selama ini kerap dimanfaatkan untuk melayani kapal-kapal tamu negara maupun kapal penelitian.

“Fasilitas eks terminal JICT-2 memang sudah semestinya difungsikan lagi sebagai terminal kontainer. Tetapi perlu diperhatikan bagaimana soal kemacetan trucking yang bakal muncul nantinya,”papar Widijanto.

Dia mengatakan, Pelabuhan Tanjung Priok memerlukan terminal khusus layanan kontainer domestik dan tarifnya agar diatur ulang supaya lebih kompetitif.

Sebelumnya, manajemen Jakarta International Container Terminal (JICT) menegaskan bahwa pengelolaan eks terminal JICT-2, di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok saat ini dilakukan oleh PT.Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II/IPC.

“Terminal JICT-2 itu akan dikelola oleh Pelindo II,” ujar Wakil Dirut PT JICT, Riza Erivan.

Dia mengatakan, kini sedang di inventarisasi aset yang ada di fasilitas JICT-2 itu, termasuk soal dermaga eksisting maupun seluruh peralatan yang ada di terminal itu.

PT.Pelabuhan Indonesia II/IPC melalui Manajemen Pelabuhan Tanjung Priok, disebut-sebut telah menjajaki rencana pengaktifan kembali fungsi eks JICT-2 tersebut, dan berkonsultasi dengan para pengguna jasa di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu, salah satunya dengan operator truk trailler.

Gemilang Tarigan, Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengatakan, asosiasinya sudah diajak bicara oleh manajemen Pelindo II cabang Tanjung Priok mengenai memfungsikan kembali fasilitas JICT-2 sebagai terminal peti kemas.(ri)