Semua artikel oleh admin

ALFI Jakarta Serahkan Bantuan Uang Tunai untuk Korban Gempa Cianjur

ALFIJAK – Sebagai bentuk kepedulian kepada korban bencana gempa di Kabupaten Cianjur Jawa Barat, DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta bersama Anggota melaksanakan Bantuan Kemanusian Aksi Peduli Cianjur.

Bantuan berupa uang tunai sebanyak Rp.100 Juta yang merupakan hasil penggalangan dana darI Para Pengurus dan Perusahaan Anggota DPW ALFI DKI Jakarta itu, diserahkan langsung oleh Ketua DPW ALFI DKI Jakarta, Adil Karim SE CPSM didampingi Sekum Fauzan Musa dan Bendahara M Qadar Zafar kepada Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian Pemkab Cianjur, Tohari Sastra yang mewakili Bupati Cianjur Herman Suherman selaku Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur Jawa Barat, pada Senin (19/12/2022).

Pada kesempatan itu Pengurus DPW ALFI DKI Jakarta, juga turut didampingi Amrun Idris (Komtap Kebandarudaraan), Heri Susanto (WKU Bidang Kepabeanan dan Perpajakan), Tomy Darmawan (Komtap Kepelabuhanan), Susi (Komtap Kepabeanan), Rifan (WKU Bidang Organisasi).

Adil Karim mengatakan, korban bencana gempa yang terjadi di Kabupaten Cianjur beberapa waktu lalu masih membutuhkan kepedulian dari berbagai pihak dan kita semua.

“Karenanya pada kesempatan ini, ALFI DKI Jakarta mengajak semua anggota untuk sama-sama membantu meringankan saudara-saudara kita yang terdampak bencana itu. Semoga donasi yang kita sampaikan ini bisa membantu para korban, dan semua teman-teman  yang telah meyisikan donasinya kami sampaikan terimakasih, semoga mendapat pahala dan ridho Tuhan YME/Allah SWT,” ujar Adil Karim.

Pemberian bantuan kemanusiaan ini sebagai salah satu wujud tindakan ALFI DKI Jakarta peduli untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah gempa di kabupaten Cianjur.

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas bencana yang menimpa kabupaten Cianjur ini. Semoga hal ini segera cepat berlalu. Semoga bantuan ini juga bisa turut membantu upaya Pemkab Cianjur dalam membenahi infrastruktur di kabupaten Cianjur pasca gempa, ” ujar Adil.

Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian Pemkab Cianjur, Tohari Sastra dan jajarannya yang menerima langsung kedatangan Pengurus DPW ALFI DKI Jakarta, pada kesempatan itu menyampaikan terimakasih atas perhatian dan kehadiran para Pengurus ALFI DKI Jakarta.

“Terimakasih ALFI DKI dan semoga bantuan ini bisa menjadi spirit dan semangat kembali para korban dalam mengarungi kehidupannya dihari-hari mendatang,” ujarnya.

Tohari juga mengatakan, saat ini sudah mulai dilakukan pembuatan rumah dan akan dilakukan  relokasi untuk para korban gempa Cianjur tersebut.

Selama ini, ALFI se Indonesia terus memupuk rasa gotong royong dan empati anggotanya dalam aksi kepedulian terhadap korban bencana alam di Indonesia seperti di Palu, Bali dan korban erupsi gunung Semeru melalui Pemkab Lumajang beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, melalui ALFI Bersatu yang diwakiki DPW ALFI Jawa Barat memberikan bantuan berupa perlengkapan Tenda, Genset, Perlengkapan Pengungsi, serta Bahan Makanan (Sembako) untuk membantu korban gempa di kabupaten Cianjur.

Sebagaimana diketahui, gempa bumi mengguncang wilayah Cianjur, Jawa Barat berkekuatan magnitudo 5,6 yang terjadi pada Senin pekan lalu (21/11/2022). Hingga kini, sudah ada ratusan kali gempa susulan yang didata oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pemerintah Kabupaten Cianjur Jawa Barat, mencatat hingga 18 Desember 2022 tercatat korban meninggal akibat gempa mencapai 602 korban Jiwa akibat bencana tersebut.[*]

ALFI Dorong Kolaborasi Ekosistem Logistik Nasional Terkoneksi Global

ALFIJAK – Tahun  2023 akan menghadirkan serangkaian tantangan dan peluang  dengan keunikan sendiri setelah hampir tiga tahun disrupsi pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya menghantam Supply Chain Dunia.

Oleh karenanya, ekosistem logistik Nasional  perlu terhubung secara global dengan kolaborasi aktif pelaku dalam memberikan solusi yang cerdas dan inklusif.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi, saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) dan Musyawarah Nasional Khusus (MUNASUS) ALFI 2022 yang dilaksanakan di Jakarta pada Rabu (14/12/2022).

Yukki mengemukakan, diantara efek dari pandemi COVID-19 adalah meningkatnya biaya hidup, dan gejolak geopolitik yang diperkirakan akan berlanjut hingga tahun 2023.

“Bagian tantangan terberat yang melanda industri logistik telah berkurang, tetapi masalah baru muncul seiring dengan kemungkinan pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

Yukki menyampaikan bahwa 2023 akan menjadi tahun yang tidak seperti tahun lainnya untuk industri logistik, yakni sebuah tahun yang harus siap dihadapi apapun tantangannya.

Hikmah pandemi, imbuhnya, dalam beberapa tahun terakhir ini menunjukan bahwa persiapan adalah kunci untuk bertahan dan berkembang, apapun keadaannya.

Disisi lain, Supply Chain akan tetap berhadapan pada tantangan dan masalah yang bervariasi dan tidak dapat diprediksi.

“Karenanya, pada tahun 2023 membutuhkan profesionalisme perusahaan forwarder domestik dan internasional yang tangguh dan siap untuk apa pun. Agility, fleksibilitas, visibilitas dan digitalisasi, adalah kunci untuk mengatasi tantangan kedepan,” paparnya.

Yukki mengungkapkan, McKinsey dalam laporannya menyatakan bahwa 90% pemimpin bidang rantai pasok dunia melaporkan telah berinvestasi dalam teknologi manajemen rantai pasokan digital sejak tahun 2021, dengan 80% mengharapkan untuk terus berinvestasi pada tahun 2023 dan seterusnya guna mencapai keberlanjutan.

Ketua Organizing Committee, Harry Sutanto, menyampaikan bahwa  ALFI sebagai asosiasi perusahaan logistik forwarder nasional melihat berbagai tantangan itu sebagai hal penting dan kritis.

“Hal itu  juga yang mendasari diselenggarakannya RAPIMNAS dan MUNASUS ALFI 2022 kali ini,” ucap Harry.

Rapimnas dan Munasus ALFI dengan mengusung tema “Mengoptimalkan Peran ALFI Guna Meningkatkan Kinerja Logistik Nasional” , itu juga guna membahas hal-hal penting terkait logistik nasional dari seluruh indonesia dan dihadiri DPW dari 30 Provinsi seluruh Indonesia.

Acara yang berlangsung dinamis dan interaktif telah merumuskan beberapa hal penting bagi industri Logistik Nasional dan ALFI khususnya.

Dalam Forum ini ALFI kembali menunjukan komitmennya sebagai elemen penting logistik nasional dengan menetapkan misi organisasi, dimana ALFI sebagai Asosiasi kunci dalam rantai pasok dan logistik nasional, mendorong kapasitas anggota dalam ekosistem logistik yang mengakar secara nasional dan terhubung secara global menuju kolaborasi aktif dalam memberikan solusi yang cerdas dan inklusif.

Pernyataan misi ini bukan tanpa sebab, karena ALFI menetapkan visi organisasi kedepan bahwa Logistik dan supply chain harus terhubung secara digital melalui ekosistem yang berkelanjutan. Dengan tetap memperhatikan Nilai-nilai  penting yaitu Kearifan Nasional yang keberlanjutan, integritas dan keterbukaan.

Kompetensi SDM

Sementara itu, Pelaku usaha logistik di DKI Jakarta mendukung penuh upaya DPP ALFI untuk mendorong Kolaborasi Ekosistem Logistik Nasional Terkoneksi Global.

Ketua DPW ALFI DKI Jakarta, Adil Karim mengatakan, untuk menyelaraskan hal itu tentunya ALFI DKI Jakarta mendorong perusahaan anggotanya guna meningkatkan kompetensi SDM-nya supaya tidak terjadi disrupsi atau tertinggal dalam tehnologi untuk menghadapi koneksi logistik global.

“Kita mesti mempersiapkan SDM-SDM yang handal melalui pendidikan dan pelatihan. Apalagi ALFI juga sudah memiliki ALFI Institute yang berstandar vokasi taraf internasional baik UNSCAP maupun FIATA,” ujar Adil Karim.

Memasuki tahun 2023 mendatang, imbuh Adil, perusahaan logistik nasional maupun global bakal menghadapi tantangan yang tidak mudah ditengah isue krisis ekonomi global berkaitan dengan energi dan pangan.

“Karenanya perlu persiapan yang matang, dengan salah satunya cara yakni penguatan network di dalam negeri atau sesama anggota ALFI diseluruh Indonesia untuk saling berkolaborasi lantaran pasar dalam negeri masih potensial,” ujar Adil Karim.(*)

Yukki jadi Ketua Dewan Penasehat AFFA

ALFIJAK – ASEAN Federation of Forwarders Association (AFFA) telah berhasil menyelenggarakan Konferensi AFFA dan RUPST AFFA ke-32 pada tanggal 9 – 11 Desember 2022 di Vientiane, Lao PDR.

Acara penting tersebut dihadiri oleh seluruh 10 anggota AFFA, BRUFA, CLA, ILFA, FMFF, LITFA, MIFFA, PMTLAI, SLA, TIFFA, dan VLA. LITFA dari Lao PDR telah menyambut semua delegasi dengan baik dan mensukseskan acara tersebut. Mengambil tema “Boosting Economics and Logistics Industry within ASEAN and ASIA Region in post Pandemic Era Through Transformation”, AFFA berkomitmen untuk memainkan peran penting dalam industri logistik di kawasan ASEAN dan sekitarnya.

Acara yang paling penting dalam industri logistik dan transportasi di negara-negara ASEAN ini secara resmi didukung oleh Sekretariat ASEAN dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Transportasi Laos PDR.

Lebih dari 150 delegasi menghadiri acara tersebut dan seluruh Duta Besar dari seluruh negara ASEAN hadir untuk mendukung acara penting tersebut.

Mr Satvinder Singh, wakil Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Masyarakat Ekonomi ASEAN, dalam pidatonya, memberikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi yang sangat baik dari AFFA dalam mendukung pembangunan ekonomi ASEAN.

Menurutnya, industri Logistik dan Forwarder memainkan peran besar dalam memastikan pergerakan barang yang sangat baik di dalam dan di luar kawasan dan memperlancar proses lintas batas di bawah inisiatif ASEAN.

Mr. Viengsavath Siphandone, Menteri Pekerjaan Umum dan Transportasi Lao PDR, juga memberikan dukungan yang cukup bagi ASEAN di bidang transportasi dan membuat Lao PDR dari negara yang terkunci daratan menjadi “Land Link” dan memastikan konektivitas ASEAN bekerja untuk terhubung dengan daerah lain terutama Cina.

Kolaborasi

Ketua AFFA, Yukki Nugrahawan Hanafi (dari Indonesia), dalam sambutannya sangat senang menjadi bagian dari perkembangan Kawasan ASEAN dalam melayani sektor logistik untuk memastikan pergerakan barang yang cepat di dalam kawasan.

Konferensi AFFA dan RUPST AFFA ke-32 diadakan dengan mengacu pada konstitusi AFFA setahun sekali. Karena itu, pertemuan itu sama pentingnya bagi seluruh anggota AFFA.

Melalui konferensi dan pertemuan tahunan, seluruh anggota AFFA dapat melanjutkan rencana untuk lebih banyak bekerja sama dan mempercepat pengembangan bisnis dengan mengambil tindakan yang lebih nyata terutama dalam menciptakan kerangka kerjasama yang sesuai antara industri Freight Forwarding dan Logistik.

Ada alasan tertentu untuk memilih Vientiane, Lao PDR sebagai tuan rumah. Lao PDR sudah mulai menjadi pionir dalam menghubungkan dengan wilayah yang lebih luas, khususnya China melalui Thanalaeng Dry Port.

Yukki mengatakan, Pandemi Covid-19 belum berakhir, dan AFFA memang perlu bahu-membahu mengatasi dampaknya.

“Permintaan barang internasional yang rendah, masalah peti kemas, dan gejolak tarif dari tarif angkutan yang sangat tinggi selama pandemi hingga harga yang sangat rendah sekarang ini, perlu diselesaikan bersama oleh AFFA sebagai satu-satunya entitas yang terdaftar di Sekretariat ASEAN dalam bidang logistik dan transportasi. bidang,” ucapnya.

Selama enam tahun terakhir memimpin AFFA, Yukki berpesan pentingnya melanjutkan kerjasama dan kolaborasi dalam aksi-aksi yang lebih nyata.

Dia berharap AFFA kedepan dapat bersama-sama membangun kemitraan bisnis yang kuat, melakukan transformasi yang diperbarui serta memiliki kolaborasi bisnis yang bermanfaat di masa depan.

Selama Konferensi dan AGM AFFA ke-32, anggota AFFA telah menyetujui Mr. Alvin Chua Seng Wah dari Malaysia untuk menjadi Ketua AFFA yang baru untuk periode berikutnya. Sementara Yukki kini dipercaya sebagai Ketua Dewan Penasehat AFFA.[*]

ALFI Ajak Pelaku Logistik Bersiap Songsong NLE

ALFIJAK – Aktivitas Logistik merupakan salah satu roda penggerak perekonomian Indonesia. Adapun saat ini, Pemerintah RI sedang berupaya mewujudkan National Logistic Ecosystem (NLE) guna menyelaraskan arus lalu lintas barang yang berorientasi pada kerja sama antarinstansi pemerintah dan swasta.

Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA), Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, untuk itulah, DPP ALFI selalu mendukung para pengurus ALFI di daerah untuk menggandeng pemerintah dalam rangka percepatan implementasi NLE.

“Kita harus berkolaborasi. Jadi seluruh rangkain logistik ini tidak bisa berdiri sendiri. Sehingga kita harus siap menyongsong NLE pada Tahun 2024 mendatang,” ujar Yukki Senin (28/11/2022).

Menurutnya, secara umum implementasi NLE bertujuan untuk meningkatkan kinerja logistik nasional, memperbaiki iklim investasi, serta meningkatkan daya saing perekonomian nasional.

Potensi Jawa Timur

Yukki menambahkan, Jawa Timur memiliki prospek yang sangat cerah karena pertumbuhan perekonomiannya diatas pertumbuhan nasional serta memiliki inflasi yang sangat terjaga.

“Saya melihat Jawa Timur memiliki potensi yang sangat luar biasa yang dapat memberikan pertumbuhan perekonomian Indonesia. Pelabuhan kedua terbesar di Indonesia ada di Tanjung Perak yang letaknya di Jawa Timur. Di Jawa Timur juga menduduki posisi ketiga Bandara Internasional yang memiliki kargo cukup tinggi,” ucap Yukki saat menghadiri  Muswil VI DPW ALFI/ILFA Jawa Timur pekan lalu.

Sementara Wakil Ketua Kamar Dagang & Industri (KADIN) Jawa Timur, Deddy Suhayadi mengajak seluruh pelaku logistik untuk tetap waspada dan terus melakukan inovasi meski perekonomian Jawa Timur cukup stabil saat menghadapi geopolitik 2023.

“Tetap optimis tapi juga perlu hati-hati. Jawa Timur memiliki fundamental yang kuat hingga 5,4% dengan kondisi perekonomian tersebut diharapkan perusahaan anggota ALFI/ILFA tetap berkolaborasi antar logistik di Indonesia dan menggandeng pemerintah dan stake holder, serta dapat memanfaatkan peluang-peluang dengan sebaik-baiknyanya,” ujar Deddy.

Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono mengatakan bahwa iklim perekonomian di wilayahnya sudah membaik terlebih akibat dari pandemi Covid-19 2 tahun ini.

“Alhamdulillah perkembangan Jatim saat ini tercatat 5,58% menunjukkan bahwa ekonomi di Jatim sudah bangkit, sesuai dengan slogan Jatim yaitu Optimis Jatim Bangkit,” tutur Nyono.

Logistik dianggap sebagai roda penggerak utama perekonomian di Indonesia, karena hampir semua bidang pasti membutuhkan logistik. Di mana dari akses logistik yang baik, Jatim menyumbang 1/5 dari perdagangan di Indonesia.

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak turut mendukung dan mendorong implementasi NLE di wilayahnya dengan memaksimalkan akses infrastruktur untuk industry logistik dan forwading.

“Akses logistik salah satunya jalan tol. Saat ini tol yang menyambung dengan Surabaya, serta Malang bahkan Probolinggo, telah meningkatkan kelancaran logistik di Indonesia dan Jatim sendiri. Karena itu pemanfaatkan jalan tol, terutama utilisasi Transjawa harus digencarkan untuk menggenjot perekonomian,” ucap Emil.

Wibisono Pimpin ALFI Jatim

Dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW ALFI Jawa Timur yang digelar pada Rabu (23/11/2022) itu, Sebastian Wibisono dari PT Continental Cargo Carrier Indotrans terpilih menjadi Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) ALFI Jawa Timur periode 2022-2027.

“Alhamdulillah, ini amanah yang luar biasa, ini amanah dari rekan-rekan anggota, Insyaallah saya akan jaga amanah ini untuk keberlangsungan organisasi yang lebih baik. Namun tentunya tetap harus melibatkan senior-senior lainnya. Setelah ini kami lakukan konsolidasi internal dan menggelar Rapat Kerja (Raker) anggota untuk menyusun struktur pengurus ALFI Jatim,” ujar Wibisono.

Pada Muswil tersebut, Wibisono berhasil menyisihkan ketiga kandidat lainnya yakni Plt Ketua DPW ALFI sebelumnya Arief Tejo Sumartono dari PT Puma Logistics Indonesia, Atiek Sri Mariyati Rahayu dari PT Welgrow Indopersada, Ferisa Erick Christian Cahyono dari PT Dian Mega Kurnia.[*]

Kunjungi JICT, ALFI DKI Pastikan Layanan Normal

ALFIJAK- Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta mengunjungi Jakarta International Container Terminal (JICT) di pelabuhan Tanjung Priok guna memastikan sistem pelayanan peti kemas berbasis terminal operating system (TOS) JICT telah berjalan normal.

“Kami ingin memastikan layanan JICT tersebut telah berjalan normal, kalaupun masih tersisa kendala sifatnya bisa dicarikan solusi. Sudah lebih dari 95% layanan di JICT yang kami lihat sudah kembali normal sejak siang tadi. Semoga malam ini semuanya (100%) layanan JICT sudah normal,” ujar Adil Karim, Senin Sore (21/11/2022).

Pada kesempatan audiensi ALFI DKI Jakarta dengan manajemen JICT yang diterima langsung Wakil Direktur Utama PT JICT Budi Cahyono dan jajarannya itu, Adil Karim juga mem-follow up respon ALFI DKI Jakarta atas trouble-nya TOS di JICT pada akhir pekan lalu.

“Kami masih menunggu jawaban JICT atas surat yang telah kami sampaikan,” ujarnya.

Seperti diketahui, atas terganggunya TOS di JICT pada pekan lalu itu, ALFI DKI Jakarta telah melayangkan surat resmi kepada manajemen PT JICT prihal Permohonan Pembebasan Biaya Atas Terganggunya Sistem TOS di JICT.

Surat DPW ALFI DKI Jakarta bernomor: 092/DPW ALFI/DKI/XI/2022 itu di sampaikan ke manajemen PT JICT, Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok dan PT Pelindo.

Sementara itu, PT Jakarta International Container Terminal (JICT) mengumumkan bahwa sistem layanan peti kemas berbasis terminal operating system (TOS) di terminal peti kemas tersibuk di Indonesia telah berangsur normal, pada Minggu Malam 20 Nopember 2022.

Hal itu disampaikan manajemen JICT melalui surat pemberitahuan tanggal 20 Nopember 2022 yang ditandatangani Dirut PT JICT Ade Hartono kepada para asosiasi pengguna jasa di pelabuhan Tanjung Priok.

JICT mengucapkan terimakasih kepada pengguna jasa layanan peti kemas JICT atas pengertiannya selama proses perbaikan gangguan sistem yang terjadi pada jasa layanan peti kemas JICT.

Manajemen JICT juga memohon maaf kepada pengguna jasa layanan peti kemas JICT apabila terdapat ketidaknyamanan selama proses perbaikan gangguan sistem, dimana JICT bekerja keras untuk proses perbaikan sistem tersebut dan memastikan proses layanan peti kemas berjalan dengan baik.

JICT berkomitmen memberikan layanan jasa peti kemas secara aman, terukur dan efisien sehingga dapat memberikan manfaat langsung ke pengguna jasa/mitra kerja dan perekonomian nasional.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada pengguna jasa, asosiasi dan stakeholders yang memberikan dukungan terhadap operasional JICT sebagai salah satu gerbang utama perekonomian nasional,” jelas pemberitahuan JICT itu.[*]

Layanan JICT Krodit, ALFI Desak OP Priok Ambil Tindakan Tegas

ALFIJAK – Layanan pengeluaran dan pemasukan barang atau receiving/delivery di Jakarta International Container Terminal (JICT) belum normal akibat adanya gangguan sistem berbasis terminal operating system (TOS) di terminal peti kemas tersibuk di Indonesia itu sejak Kamis dini hari hingga saat ini.

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta menyatakan, dampak terganggunya sistem layanan berbasis terminal operating system (TOS) di Jakarta International Container Terminal (JICT) berakibat vatal bagi kegiatan logistik dan merugikan perekonomian nasional.

Ketua DPW ALFI DKI Jakarta, Adil Karim mengatakan, manajemen Pelindo, JICT dan Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, agar menempuh contingency plan yang lebih konkret lantaran pelayanan secara manual yang di lakukan sampai hari ini atas kondisi itu tidak mampu mengurai kepadatan yang terjadi.

“Bila perlu, layanan kapal di JICT saat ini dialihkan saja sementara ke terminal peti kemas lainnya di pelabuhan Tanjung Priok, supaya perdagangan ekspor impor tidak terus terhambat dan beban biaya logistik pengguna jasa terus melambung. Kalau barang tidak bisa masuk dan keluar, maka layanan terminal sudah tidak berfungsi lagi, dan kami mendesak segera kapal dialihkan saja ke terminal lain yang lebih siap,” ujar Adil.

Menurutnya, hingga Jumat pagi ini (18/11/2022) untuk membuat e-ticket di JICT saja tidak bisa bahkan tidak ada keterangan dari manajemen terminal progress perbaikan system yang eror itu, saat ini sudah sampai dimana.

“Katanya bisa manual ?, tetapi faktanya banyak perusahaan anggota kami saat melakukan layanan pembuatan kartu ekspor maupun impor tidak bisa dilakukan, bahkan yang sudah memegang kartu ekspor ataupun impor di JICT juga tidak bisa melakukan pemasukan maupun pengeluaran barang. Ini sudah amburadul semua sistem layanannya kalau seperti ini,” ujar Adil Karim.

Bukan hanya itu, ALFI DKI juga mendesak pembebasan seluruh biaya yang muncul atas terganggunya sistem di JICT tersebut. Apalagi, kata dia, terhadap barang ekspor yang telah siap masuk pelabuhan terpaksa tidak bisa clossing dan berpotensi tertinggal kapal sehingga biaya ekspor membengkak.

Begitupun dengan impor, dimana barang yang sudah mengantongi surat perintah pengeluaran barang atau SP2 tidak bisa keluar gate out terminal karena sistem di pintu keluar juga eror dan peti kemas harus terkena tambahan biaya storage di container yard (CY) terminal.

Adil mengaku mendapat banyak pertanyaan dari anggota ALFI DKI lantaran shipment-nya sudah terkena closing, dan kalau tidak ada jawaban dan solusi, mereka (pelaku usaha) bingung mesti ganti kapal, atau ditunggu sampai pelabuhan berkembali aktifitas.

Disisi lain, biaya detention/demurrage/ inap/penitipan container masih berjalan. Dan customer juga bertanya, bagaimana solusinya.

“Sebab seluruh biaya-biaya itu kini menjadi bengkak. Belum lagi kerugian inmateral dimana para petugas kami dilapangan antre menunggu layanan sejak kemarin hingga hari ini. Kami minta Manajemen Pelindo dan JICT jangan lepas tangan atas kondisi ini,” tandas Adil geram.

Ketua ALFI DKI Jakarta itu juga menegaskan kerugian pelaku bisnis atas amburadulnya sistem layanan di JICT itu telah menyebabkan kerugian besar bagi pelaku usaha dan perekonomian nasional.

“ALFI mendesak Otoritas Pelabuhan di Tanjung Priok mesti lebih proaktif dengan diskresinya untuk bisa mengalihkan layanan kapal dari JICT ke terminal lainnya demi kepentingan ekonomi nasional yang lebih besar. Jangan sampai kondisi seperti ini berlarut-larut. Ini bahaya untuk stabilitas perekonomian,” ujar Adil.[*]

Logistik Urat Nadi Pembangunan Ekonomi

ALFIJAK – International Federation of Freight Forwarders Association Regional Asia Pacific (FIATA RAP) terus mendorong perluasan jaringan kerja sama antara pelaku usaha logistik dengan menyelenggarakan berbagai event untuk memperkenalkan consep pertemuan B2B (B2B meeting concept) dan mendorong anggotanya untuk menerapkan konsep tersebut.

Hal ini, menurut Yukki Nugrahawan Hanafi, Chairman FIATA RAP, penting dilakukan untuk merespons arus perdagangan peti kemas yang terus mengalami peningkatan.

Pandemi Covid 19, menurutnya, telah mempengaruhi semua aspek kehidupan. Perubahan permintaan, misalnya, menciptakan adanya alternatif baru dalam pemenuhan kebutuhan. Bahkan, cara orang dalam membeli barang-barang yang mereka perlukan juga telah mengubahan cara memproduksi barang pada sisi lainnya.

“FIATA RAP telah mendorong semua anggota untuk mencoba merespons isu-isu tersebut dan mendorong adanya langkah-langkah adaptif dalam bisnis logistik,” kata Yukki kepada warawan, Selasa (8/11/2022).

Diapun mengamini hampir semua sektor, termasuk sektor logistik, telah beradaptasi untuk menyesuaikan diri dengan kondisi pandemi.

Adaptasi cepat yang dilakukan perusahaan logistik juga didorong oleh peningkatan volume produksi barang yang didorong oleh terus meningkatnya tingkat konsumsi di regional Asia Pasifik.

Bahkan peningkatan produksi dan volume tersebut telah menjadi faktor kunci percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi. Penignkatan produksi dan tingkat konsumsi juga telah berpengaruh terhadap aktivitas logistik.

Menurut Yukki, logistik merupakan urat nadi dalam pembangunan ekonomi. Karena itu, seyogyanya layanan logistik untuk selalu beradaptasi mengikuti perkembangan-perkembangan terbaru.

Yukki menggarisbawahi sejumlah isu yang berdampak signifikan terhadap layanan logistk, termasuk perkembangan perdaganagn e-commerce. cold chain distribution, isu lingkungan, digitalisasi, dll.

“Inilah yang menjadi dasar mengapa FIATA RAP terus melakukan berbagai event agar berbagai pelaku usaha logistik bisa bersama-sama berkembang dalam tantangan-tantangan tersebut,” kata Yukki.

Dia mengungkapkan, FIATA RAP sedang dalam proses untuk meningkatkan network  antara pelaku logistik dengan menyelenggarkan consep pertemuan B2B (B2B meeting concept). Hal ini akan mendorong peningkatan cakupan layanan logistik dan juga untuk meningkatkan penerapan aplikasi teknologi oleh para logistics providers. Dengan melakukan hal tersebut, proses recovery usaha bidang logistik pasca pandemi bisa berlangsung lebih cepat.

FIATA RAP, menurut Yukki, juga berupaya mendorong setiap perusahaan logistik untuk selalu meningkatkan level of service mereka. “Jika level of service sektor logistk semakin baik, hal tersebut akan berdampak signifikan terhadap percepatan pembangunan ekonomi,” ucap Yukki.

Perkembangan IT terkini dalam sektor logistic dan supply chain, turunnya ongkos angkut (freight rate), membaiknya masalah kelangkaan kontainer, keberimbangan volume perdagangan antara kawasan merupakan kabar-kabar baik yang bisa mempercepat pemulihan sektor logistik.

Yukki juga menggarisbawahi, kerja sama B2B antara anggota FIATA akan mendorong peningkatan kinerja sektor logistik.

Konekting Industri

Yukki juga menegaskan bahwa FIATA RAP perlu connect dan menyatu dengan industri agar bisa memberikan nilai tambah pada produk-produk yang ditawarkan ke konsumen. Layanan satu pintu (one stop service) dengan memberikan layanan multimoda dipastikan akan memberikan nilai tambah kepada customer.

FIATA RAP siap untuk membantu dan menfasilitasi semua anggota dalam dalam memanfaatkan moment kembali bergairahnya bisnis logistik pasca pandemi.

“Selama kongres FIATA (FIATA World Congress), kami merekomendasikan perlu adanya Langkah-langkah cepat dan akurat dalam layanan logistic sehingga bisa mendukung pembangunan ekonomi pasca pandemic. Bersama dengan seluruh anggota FIATA di seluruh dunia , kami kerap membangun partnership dan kolaborasi sehingga bisa memberikan benefit bagi semua anggota,” jelas Yukki.

Banyak yang mempertanyakan bagaimana kinerja bisnis logistik pasca pandemi. Namun, perlu diningat bahwa kebisaaan manusia tidak akan berubah dengan cepat. Setiap orang masih melakukan aktivitas konsumsi, melakukan perjalanan, keluar rumah dan ketemu teman, yang mana semua aktivitas ini memerlukan layanan logistik. Bahklan selama pandemi, aktivitas logistik untuk mendistribusikan vaksinasi sangat diperlukam.

Karena itu, Yukki mendorong setiap anggota untuk memanfaatkan setiap momentum yang ada, baik selama pandemi maupun pasca pandemi. Yukki juga mengapresiasi kepada semua asoasiasi di Asia atas semua upaya, masukan, dan kerja sama dengan FIATA.

Ekonomi Global

Yukki yang juga Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), juga mengingatkan apa yang menjadi perhatian Pmerintah RI dalam menghadapi kondisi perekonomian global pada 2023.

Pasalnya, jika dilihat proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia terus dikoreksi menurun, untuk tahun 2022 proyeksi dari World Economic Outlook dari IMF hanya 3,2 persen, dan tahun depan akan semakin melemah.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, situasi dan kondisi ekonomi global diprediksi masih akan tertekan sampai 2023. Hal itu disebabkan, inflasi di berbagai negara masih cenderung tinggi.

Sri Mulyani menjelaskan, seiring dengan gejolak harga dan pengetatan moneter maupun fiskal di berbagai negara, maka  outlook perekonomian global menjadi melemah dan menjadi korban karena gejolak dan respons kebijakan.[*]

Demi Kepastian Hukum Perpajakan bagi Usaha Logistik, ALFI Sosialisasikan PMK 71/2022

ALFIJAK – Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) berharap Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No: 71 tahun 2022 tentang Pajak Pertambahan Nilai Atas Penyerahan Jasa Kena Pajak Tertentu, dapat memberikan kepastian hukum perpajakan terhadap kegiatan logistik di tanah air.

Hal tersebut dikemukakan, Ketua DPW ALFI DKI Jakarta, Adil Karim saat memberikan sambutan pada acara sosialisasi Perpajakan dengan tema “Dampak Implementasi PMK 71/PMK.03/2022 Terhadap Efisiensi Biaya Logistik”, yang digelar DPW ALFI Jakarta, di Jakarta pada Rabu (26/10/2022).

Turut hadir pada kesempatan tersebut yang mewakili Kantor Wilayah Ditjen Pajak (DJP) Jakarta Utara, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Ketua Umum DPP ALFI, Jajaran Pengurus DPW ALFI DKI, Ketua Umum dan Jajaran Pengurs DPW ALFI seluruh Indonesia, serta Peserta/perusahaan anggota ALFI DKI maupun tamu undangan.

Sosialisasi Perpajakan ini merupakan program kerja yang telah ditetapkan pada Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) tahun 2020 dan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Tahun 2021 DPW ALFI/ILFA DKI Jakarta, namun karena ada wabah Covid-19, sehingga program ini yang tertunda pelaksanaannya.

“Mengingat kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia, termasuk di DKI Jakarta, saat ini sudah melandai dan bahkan mengarah kepada Endemi, maka program kerja sosialisasi kebijakan pemerintah, termasuk kebijakan di bidang pajak, dapat dilaksanakan secara Hybrid (offline dan online),” ujar Adil.

Dia berharap perusahaan anggota ALFI dapat memanfaatkan sosialisasi ini sebaik-baiknya dan memberikan masukkan terhadap implementasi PMK 71/PMK.03/2022 di lapangan.

“Melalui sosialisasi pada hari ini diharapkan juga dapat memberikan masukan kepada Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, sehingga implementasi PMK 71/PMK.03/2022 dapat diterapkan sebagaimana mestinya, memberikan kepastian hukum perpajakan, terutama bagi pelaku logistik nasional,” ucap Adil Karim.

Pada kesempatan tersebut, ALFI DKI Jakarta juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya acara ini, sehingga sosialisasi perpajakan ini dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan,<span;> sosialisasi Perpajakan ini sangat tepat karena bukan karena biaya logistik di Indonesia masih tinggi, berdasarkan Logistics Performance Index (LPI) yang diterbitkan oleh Bank Dunia.

Tetapi, ujar Yukki, karena kegiatan logistik, perusahaan yang menggunakan izin Jasa Pengurusan Transportasi dengan nomor KBLI 52291, dimana sesuai dengan Permenhub No. 59 Tahun 2021 aktivitas usahanya mencakup 22 subsetor yang saling terkait.

“PMK 71/2022 yang mengatur tentang Pajak Pertambahan Nilai Atas Penyerahan Jasa Kena Pajak Tertentu, sehingga bila antara Petugas Pajak dengan Perusahaan JPT Anggota ALFI tidak satu pemahaman dalam proses bisnisnya, bisa kontra produktif, menimbulkan ekonomi biaya tinggi di sektor logistik,” ujarnya.

Menurutnya, kemungkinan dampak negative itu bisa terjadi, karena tidak mungkin satu perusahaan JPT melakukan sendiri semua kegiatan (22 kegiatan), meskipun perusahaan tersebut masuk dalam sepuluh besar perusahaan logistik global, mereka pasti ada Sebagian aktivitas jasa yang diserahkan kepada pihak lain.

“Maka dari itu, program Sosialisasi PMK 71/2022 ini sangat penting dan strategis, yang diharapkan dapat mewujudkan persamaan persepsi antara Petugas Pajak dengan Perusahaan JPT, sehingga kita bisa bersama-sama dapat meningkatkan kinerja sektor logistik Indonesia yang lebih baik,” ujar Yukki.[*]

ALFI Pacu Optimisme Kinerja Logistik Nasional

ALFIJAK – Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menyikapi prediksi ancaman resesi global pada 2023. Pemerintah RI juga telah memberikan sinyal soal ancaman ketidakpastian perekonomian dunia pada tahun depan tersebut.

Yukki Nugrahawan Hanafi, Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mengemukakan, sekarang ini kalangan pelaku usaha termasuk disektor logistik sedang mencermati fenomena ancaman krisis global tersebut.

Bahkan, pelaku logistik di Indonesia juga mulai merasakan sinyal itu lantaran kegiatan perdagangan dunia yang mulai lesu dan biaya kontainer yang kembali pada titik semula. Apalagi, penurunan aktivitas ekspor-impor sudah mulai dirasakan sejak dua bulan lalu.

Oleh sebab itu, kata dia, guna mempertahankan kinerja sektor logistik perlu strategi yang jitu dengan memperhatikan indikator-indikator perekonomian global akibat ancaman resesi itu.

“Apalagi, peringatan Pemerintah RI soal ancaman resesi global juga cukup beralasan, yang mengingatkan bahwa resesi global ditandai dengan melemahnya pertumbuhan ekonomi dunia, melandainya permintaan dari negara maju, melemahnya harga komoditas, dan terjadinya arus pembalikan modal atau capital reserval,” ujar Yukki.

Untuk itu, imbuhnya, ALFI tidak bosan-bosan mengingatkan kepada teman-teman pelaku logistik agar lebih bijak menyikapinya supaya bisa lebih siap dalam mengantisipasi jika kondisi ketidakpastian ekonomi akibat resesi global itu terjadi. Sebab semua negara termasuk Indonesia pastinya terimbas jika resesi sudah melanda dunia.

Karenanya, ujar Yukki, perlu menciptakan optimisme para pelaku logistik dengan harapan kondisi akan berangsur membaik dimasa-masa mendatang.

“Sama halnya saat Pandemi Covid-19 berlangsung, sektor logistik menjadi salah satu sektor yang optimis mampu bertahan, bahkan sebagian diantaranya malah tumbuh,” ucapnya.

Yukki mengingatkan perlunya menjaga optimisme tersebut. Sebab dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5,3%, maka konsumsi masyarakat juga perlu di jaga. Sementara investasi didorong tetap tumbuh yang pada akhirnya mampu meningkatkan lapangan pekerjaan.

“Selain itu jika dibandingkan banyak negara lainnya, kondisi realisasi investasi dan inflasi Indonesia masih jauh lebih baik (5,8%), dan dasar Inilah yang membuat kita tetap optimistis walau perlu kehatian-hatian menghadapi ekonomi tahun depan. Makanya, kita perlu kerja keras dengan seluruh potensi yang ada saat ini agar bisa meminimalisir imbas ancaman krisis global. Dan ingat, jangan panik,” jelas Yukki.

Freight Normal

Yukki mengungkapkan, saat pandemi Covid 19, kontainer sempat langka, dan dimasa itu memang dirasakan ketersediaan space kapal dan kontainer cukup sulit. Namun, pasca pandemi ketersediaan kontainer dan space kapal berangsur membaik, bahkan freight saat ini hampir mencapai level sebelum pandemi.

Akan tetapi, ujarnya, perlu dicurigai bahwa kondisi harga freight sekarang ini akibat faktor makro di level dunia yang disebabkan pertumbuhan ekonomi global akibat geopolitik di Europe yang ternyata berdampak dan mempengaruhi secara masif trend ekonomi di semester ke 2 tahun 2022 dan proyeksi tahun 2023.

Yukki yang juga menjabat Chairman Asean Federation of Forwarders Association (AFFA),menjabarkan bahwa kondisi ekonomi akan sangat mempengaruhi pergerakan barang dan pada akhirnya berimbas pada freight dan keseimbangan ketersediaan kontainer. Apalagi berdasarkan info terakhir, beberapa shipping line besar sudah mulai mengurangi kapal mereka di Asia akibat turunnya volume pergerakan barang dan harga freight.

“Namun saat ini harga freight sudah kembali normal dan hal itu sesuai perkiraan dari sejak enam bulan lalu dan penurunan sudah dirasakan sejak dua bulan terakhir ini. Tetapi perlu dicatat bahwa penurunan freight itu bukan saja di sea freight tetapi juga di air freight,” jelas Yukki.(*)