Arsip Tag: I Nyoman Gede Saputra

Otoritas Priok tegur NPCT-1 soal komplain behandle

Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta menegur pengelola New Priok Container Terminal-One (NPCT-1) terkait adanya keluhan mengenai lambannya layanan penarikan peti kemas impor yang wajib periksa pabean dan karantina atau behandle di terminal tersebut.

JAKARTA (alfijakarta): Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, I Nyoman Gede Saputra, mengatakan instansinya sudah memanggil manajemen NPCT-1 pada Selasa, 5 September 2017, guna meminta klarifikasi atas adanya pemberitaan terkait sejumlah laporan dan keluhan pelaku usaha di pelabuhan Priok mengenai layanan itu.

“Manajemen NPCT-1 berjanji segera membenahi layanan tersebut. Ya pada tahap awal ini kita kasih waktu supaya dilakukan perbaikan layanan behandle di terminal tersebut. Kami selaku regulator akan memantau terus progress perbaikannya seperti apa,” ujarnya, Jumat, 8 September 2017.

Nyoman juga mengemukakan instansinya meminta klarifikasi tertulis dari NPCT-1 tentang kendala tersebut.

“Hari ini, Jumat, 8 September 2017, rencananya mereka (NPCT-1) akan menyampaikannya ke OP Priok, termasuk langkah apa saja yang sudah dan sedang dilakukan untuk mengurai persoalan behandle itu,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok, Dwi Teguh Wibowo, mengatakan mengurai persoalan layanan behandle di NPCT-1 memang tidak mudah karena ada pengaruh juga yang dipicu kemacetan lalu lintas jalan raya di gate in dan gate out terminal tersebut.

Dia juga mengatakan, instansinya sudah menambah petugas pemeriksa fisik kontener di NPCT-1, bahkan jika masih dirasakan kurang akan dilakukan penambahan SDM lagi.

“Berdasarkan investigasi Bea dan Cukai bahwa hambatan di NPCT-1 itu dipicu kurang pas-nya manajemen traffic di dalam terminal itu sendiri serta adanya persoalan kemacetan di jalan raya di depan terminal itu,” tuturnya.

Persoalan di NPCT-1 muncul menyusul adanya keluhan pengguna jasa Pelabuhan Tanjung Priok lantaran lamanya waktu layanan penarikan peti kemas behandle di fasilitas yang dikelola IPC TPK-anak usaha Pelindo II di terminal itu, yang memakan waktu rata-rata lima hari.

Padahal sesuai peraturan kepabeanan, kegiatan penarikan peti kemas impor untuk behandle maksimal 1×24 jam. (tempo.co/ac)

Bongkar muat di Priok libur saat Idul Adha

Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok menerbitkan edaran tentang penyesuaian jam kerja bongkar muat kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok menjelang Hari Raya Idul Adha.

JAKARTA (alfijakarta): Kepala KSOP Tanjung Priok, I Nyoman Gede Saputra menyatakan pada 31 Agustus 2017 atau H-1 Idul Adha tidak ada kegiatan bongkar muat pada shift III atau shift malam.

“Bagi perusahaan yang masih menyelesaikam sisa pembongkaran atau pemuatan dapat dilaksanakan lembur paling lama pada jam kedua,” tulis Nyoman dalam surat edaran yang dikutip Bisnis.com, Selasa (29/8/2017).

Dalam edaran itu juga disebutkan, pada Hari Raya Idul Adha atau 1 September 2017 tidak ada kegiatan bongkar muat barang.

Namun, kegiatan pemanduan kapal yang masuk dan keluar pelabuhan tetap berjalan.

Sementara itu, kegiatan bongkar muat yang bersifat mendesak dan penting bisa tetqp dilakukan dengan kesepakatan antara pelaksana bongkar muat dengan tenaga kerja bongkar muat.

Hal itu juga perlu diajukan kepada Otoritas Pelabuhan guna mendapat persetujuan.

sumber: bisnis.com