Arsip Kategori: Legal & Regulasi

Informasi seputar hukum dan aspek legal dalam regulasi di sektor logistik.

Mendag: KA peti kemas perlu dioptimalkan

Jabar anggap Kalibaru solusi jangka pendek, siapkan cetak biru Patimban
Jabar anggap Kalibaru solusi jangka pendek, siapkan cetak biru Patimban

Distribusi barang dengan logistik yang efisien menjadi perhatian serius Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, terutama dalam mendorong peningkatan ekspor nonmigas.

Kini moda transportasi Kereta Api (KA) Peti Kemas Gedebage (Bandung)-Tanjung Priok, bisa menjadi alternatif baru agar kegiatan ekspor impor lebih efisien, tepat waktu, dan aman.

Imbauan pemanfaatan KA Peti Kemas ini disampaikan pada acara “Sosialisasi Kereta Api Angkutan Peti Kemas Jalur Tj. Priok-Gedebage” yang berlangsung pada Jumat (13/1/2017), di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Penggunaan kereta peti kemas jalur Tanjung Priok-Gedebage harus dioptimalkan untuk membawa berbagai komoditas ekspor agar terjadi peningkatan efisiensi logistik, mengurangi waktu bongkar muat (dwelling time), serta meningkatkan kelancaran arus barang dan daya saing ekspor,” tegas Mendag.

Mendag menyatakan bahwa pemanfaatan kereta peti kemas ini menjadi salah satu pilihan solusi yang tepat.

“Tarif kereta api lebih murah, lebih tepat waktu, keamanan barang lebih terjaga, serta relatif aman dari dampak kemacetan arus lalu lintas di jalan raya,” jelas Mendag.

Kereta peti kemas jalur Tanjung Priok-Gedebage sudah dapat dimanfaatkan sejak Juni 2016 pada saat kereta Pelabuhan Tanjung Priok resmi beroperasi.

Sebelumnya, jalur kereta peti kemas Gedebage hanya sampai stasiun Pasoso. Jalur peti kemas ini dibangun atas kerja sama PT. Kereta Api Indonesia dengan PT. Mitra Adira Utama, PT. KA Logistik, dan PT. Multi Terminal Indonesia.

Sekilas Pelabuhan Darat Gedebage Pelabuhan darat (dry port) Gedebage berada pada ketinggian +672 m di ujung timur Kota Bandung.

Pelabuhan darat ini merupakan salah satu pelabuhan darat pertama yang dibangun di Indonesia dengan menggunakan moda transportasi kereta api sebagai sarana pengangkut peti kemas untuk keperluan ekspor maupun impor dari daerah penyuplai kebutuhan masyarakat kota (hinterland area).

Stasiun kereta peti kemas di Pelabuhan Darat Gedebage memiliki dua jalur khusus untuk bongkar muat kontainer yang memiliki depo guna merawat puluhan gerbong.

Di kawasan stasiun ini juga terdapat Terminal Peti Kemas Bandung (TPKB). Sarana angkutan yang digunakan adalah gerbong berjenis GD/Gerbong Datar dengan macam-macam kapasitas angkut mulai dari 30 ton-45 ton. Barang yang diangkut antara lain barang elektronik hingga mobil.

TPK Gedebage memiliki daerah operasional terutama di sekitar kota Bandung, Sumedang, Garut, dan Tasikmalaya.

Secara administratif TPKB terletak di Kecamatan Gedebage Kota Bandung dan menempati daerah seluas 15.000 m2 dengan fasilitas Container Yard seluas 9.800 m2, penimbangan truk dan kontainer, custom clearance untuk produk ekspor, container handling (loading on dan loading off), jalur rel KA, karantina kontainer, dan pengurusan dokumen perjalanan (ekspor-impor).

Sumber: suara.com

 

BM Mesir naik 6x lipat, ekspor RI terkendala

Priok jajal sistem online, Karantina luncurkan PriokQ
Priok jajal sistem online, Karantina luncurkan PriokQ

Liputan6.com, Jakarta Ekspor Indonesia akan lebih terkendala masuk ke Mesir. Sebabnya, Pemerintah Mesir menaikkan bea masuk barang impor hingga 6 kali lipat mulai 1 Desember 2016.

Ketentuan ini diberlakukan setelah keluar Peraturan Presiden No. 538 Tahun 2016 yang ditandatangani Presiden Mesir pada 30 November 2016.

Peraturan ini dapat menghadang ekspor nasional ke negeri piramida itu karena harga produk akan semakin tinggi.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Dody Edward menjelaskan peraturan tersebut berdampak langsung, baik terhadap importir/konsumen di Mesir maupun terhadap eksportir Indonesia yang akan sudah atau akan melakukan ekspor ke Mesir.

“Para eksportir diharapkan dapat mengambil langkah-langkah antisipatif, terutama terkait dengan harga sehingga dapat mempertahankan pangsa pasar yang sudah ada, mengingat selama ini neraca perdagangan Indonesia dengan Mesir masih menunjukkan nilai yang positif,” ujar dia di Jakarta, Jumat (13/1/2017).

Peraturan ini menaikkan tarif bea masuk impor dari semula 10 persen-40 persen menjadi 20 persen-60 persen atau naik 2-6 kali lipat dari tarif sebelumnya yang diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2016.

Namun, penetapan bea masuk baru tersebut tidak berlaku bagi negara-negara yang memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan Mesir seperti Uni Eropa, negara-negara Arab, Turki, dan negara anggota The Common Market for Eastern and Southern Africa (COMESA).

Pemerintah Mesir beralasan bahwa kenaikan tarif bea masuk impor ini bertujuan mendorong industri dalam negeri, meningkatkan pendapatan negara, dan menekan angka impor sehingga dapat mengurangi defisit neraca perdagangan Mesir.

Walaupun masih terdapat pro dan kontra di dalam negeri, kata Dody, Pemerintah Mesir akan tetap menerapkan peraturan ini. Hal ini dilatarbelakangi pelemahan mata uang Mesir terhadap Dolar Amerika Serikat, penurunan pendapatan di sektor wisata, penurunan minat investasi asing, dan penurunan pendapatan Terusan Suez.

Dody menegaskan Pemerintah Indonesia akan lebih memperhatikan kebijakan-kebijakan terkait ekspor-impor yang dikeluarkan Mesir, terutama karena pada 2016 Pemerintah Mesir cukup banyak mengeluarkan kebijakan pengetatan impor.

“Sebelumnya Mesir menetapkan kewajiban pendaftaran eksportir tujuan Mesir ke General Organization for Export and Impor Control (GOEIC) dan penerapan kebijakan value added tax (VAT) sebesar 13 persen yang akan naik menjadi 14 persen pada Juli 2017,” imbuhnya.

Sebab itu, Direktorat Pengamanan Perdagangan (DPP) Kemendag memastikan akan terus memantau perkembangan terbaru peraturan ini dengan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Mesir dan Atase Perdagangan Mesir.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak eksportir, apakah terdapat pengaruh yang cukup besar terhadap perilaku importir/konsumen di Mesir sebagai akibat kenaikan bea masuk ini. Apabila ke depan peraturan ini berpeluang menjadi hambatan, kami bersama pihak yang menangani hambatan tarif akan melakukan pembelaan dalam kerangka WTO,” pungkas Direktur DPP Pradnyawati.

Selama lima tahun terakhir (2011-2015), tren ekspor nonmigas Indonesia ke Mesir menurun sebesar 0,72 persen. Sedangkan pada 2016 (Januari-Oktober), ekspor nonmigas tercatat US$ 895,4 ribu atau menurun 8,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$ 978,9 ribu.

Sumber: liputan6.com

 

KKP: dwelling time nasional 3,7 hari

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) bekerja sama dengan PT Pelindo II dan Ditjen Bea Cukai untuk terus mendorong perbaikan waktu bongkar muat di pelabuhan atau dwelling time.

Kepala BKIPM KKP, Rina mengatakan waktu tunggu layanan atau dwelling time secara nasional adalah 3,7 hari. BKIPM berkontribusi dari jumlah tersebut sebanyak 0,03 hari.

Rina menjelaskan BKIPM Medan II melalui pelabuhan Belawan memberikan kontribusi selama 8,42 menit dari waktu tunggu layanan nasional selama 3,9 hari dan BKIPM Jakarta II memberikan kontribusi selama 37,8 menit dari waktu tunggu nasional selama 2,07 hari.

“Sementara itu BKIPM Surabaya II melalui pelabuhan Tanjung Perak memberikan kontribusi selama 26,2 menit dari waktu tunggu Iayanan nasional selama 3,4 hari,” ujar Rina di Gedung KKP, Jakarta, Rabu (11/1).

Untuk BKIPM Semarang melalui pelabuhan Tanjung Emas memberikan kontribusi selama 76 menit dari waktu tunggu nasional selama 5,19 hari.

“Dwelling time beda di beberapa tempat, untuk di Semarang lama karena beberapa tahapan yang belum bisa diringkas. Untuk Kesiapan setiap pelabuhan yang paling siap itu Priok karena pelayanan ekspor impor paling banyak di sana,” jelasnya.

Sementara itu, dalam bidang Pelayanan Publik, BKIPM berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima dengan menerapkan ISO 9001 yang merupakan standar internasional untuk pelayanan publikdan ISO 17025 yang merupakan standar internsional Iaboratorium penguji di 47 Unit Pelayanan Terpadu (UPT).

“Kita juga terapkan pula ISO 17020, standar internasional pada lembaga inspeksi di 23 UPT dan implementasi e-payment dengan penggunaan electronic data capture(EDC) di 47 UPT BKIPM,” pungkasnya.

Sumber: merdeka.com

 

kkp-sebut-dwelling-time-nasional-sudah-capai-37-hari

 

Superhub & Rumah Kita sesuaikan format

Guna mendukung pengembangan tol laut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengembangkan jumlah trayek, dari semula 6 trayek menjadi 13 trayek.

Di antara trayek yang dikembangkan itu, termasuk 3 trayek baru dan 4 trayek, di mana satu lintasan itu dibagi dengan dengan angkutan kapal dan angkutan Roro, sehingga waktu point-to-point menjadi lebih pendek.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya juga melakukan identifikasi angkutan balik dari tempat-tempat yang tidak begitu bagus, seperti di Natuna.

“Untuk itu kita bekerja sama dengan beberapa BUMN untuk membangun pusat logistik yang dinamakan “Rumah Kita”, dimana pusat logistik ini, di satu sisi membantu untuk mendistribusikan barang secara bertahap, karena selama ini apabila barang itu dibiarkan datang sendiri, maka kondisinya harga akan tidak terkondisi setelah 3 hari,” kata Budi kepada wartawan usai Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta.

Di sisi lain, Rumah Kita ini juga berfungsi untuk mengumpulkan barang-barang untuk balik.

“Sebagai contoh, di Dompu, kita akan mengumpulkan jagung untuk muatan balik, di Kupang juga kita akan mengumpulkan muatan-muatan hasil laut yang lain,” ujarnya.

Menhub mencontohkan, barang-barang yang ada atau dikirimkan ke Timika Papua, hanya sampai di situ, tidak bisa disampaikan ke pegunungan di Papua.

Oleh karenanya, mulai tahun ini pihaknya membuat jembatan udara atau tol udara yang mendistribusikan langsung ke kota-kota kecil yang ada di sana.

“Tercatat lebih dari 12 titik yang kita lakukan, sehingga kita harapkan bahan pokok di pusat Jayawijaya itu akan menurun,” terang Menhub.

Menhub juga menyoroti lalulintas barang di Jawa, Sumatera, dan Bali, yang saat ini mengandalkan jalur darat.

Ia mengingatkan, lalu lintas darat ini relatif mahal, merusak jalan, banyak kecelakaan, dan sebagainya.

Oleh karena itu, Menhub berharap bisa mengambil 30%-50% dari sekitar 5.000 truk yang tiap hari bergerak dari barat.

“Kita akan gunakan dengan (kapal) roro dan roro ini juga mengkonsolidasikan barang agar (Pelabuhan Tanjung) Priok bisa kita jadikan menjadi hall,” jelasnya.

Menurut Menhub, Pelabuhan Tanjung Priok punya potensi, karena saat ini kapasitas hanya 6 juta (TEUs).

Dharapkan apabila barang-barang yang ada di pelabuhan-pelabuhan besar dikonsolidasikan di Priok, maka diharapkan dalam waktu 2 tahun akan meningkat dari 6 juta menjadi 11 juta.

“Sehingga, pada saat nanti ada Patimban, ada pelabuhan-pelabuhan yang lain, volume atau daya tampung dari Priok ini menjadi lebih baik,” ujar Budi.

Sesuai Sislognas

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia mengimbau wacana super hub di Pelabuhan Tanjung Priok oleh PT Pelabuhan Indonesia I-IV (Persero) menyesuaikan dengan Sistem Logistik Nasional.

Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mengaku tidak setuju dengan istilah super hub. Menurutnya, istilah tersebut tidak ada di ranah logistik kepelabuhanan nasional maupun internasional.

“Yang ada adalah hub and spoke. Kami DPP ALFI hanya mengingatkan saja adanya Sislognas [Sistem Logistik Nasional],” tutur Yukki kepada Bisnis melalui sambungan telepon, Minggu (8/1/2017).

Dia mengatakan pembangunan yang dilakukan jangan kemudian menjadi mubazir dengan situasi dan kondisi ekonomi saat ini. Seharusnya pemerintah memiliki prioritas dalam merencanakan pembangunan.Â

“Kalau pun mau diubah, itu sepenuhnya hak pemerintah, tetapi jangan sampai ada peraturan yang berbeda, karena logistik harus direncanakan dan terintegrasi,” sambungnya.

Dia mengingatkan prinsip ship follow the trade bukan dengan cara menguntungkan pihak-pihak tertentu tetapi semua pihak diuntungkan dengan efisiensi biaya tempuh.

 

gudang-di-pelabuhan-1-620x330

Sumber: bisnis.com/kliksangatta.com

 

 

Lewat darat mahal, jalur logistik RI digeser ke laut

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk mendukung pengembangan tol laut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengembangkan jumlah trayek. Semula ada 6 trayek akan dikembangkan menjadi 13 trayek.

Di antara trayek yang dikembangkan itu, termasuk 3 trayek baru dan 4 trayek di mana tiap satu lintasan dibagi dengan angkutan kapal dan angkutan Roro, sehingga waktu point-to-point menjadi lebih pendek.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya juga melakukan identifikasi angkutan balik dari tempat-tempat yang tidak begitu bagus, contohnya seperti di Natuna.

“Untuk itu kita bekerja sama dengan beberapa BUMN untuk membangun pusat logistik yang dinamakan ‘Rumah Kita’, dimana pusat logistik ini, di satu sisi membantu untuk mendistribusikan barang secara bertahap, karena selama ini apabila barang itu dibiarkan datang sendiri, maka kondisinya harga akan tidak terkondisi setelah 3 hari,” jelas Menhub kepada wartawan usai Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (5/1) sore.

Dengan adanya Rumah Kita, lanjut Menhub, diharapkan dalam kurun waktu sampai kapal datang kembali, barang tetap bisa terkontrol. Di sisi lain, Rumah Kita ini juga berfungsi untuk mengumpulkan barang-barang untuk diangkut balik.

“Sebagai contoh, di Dompu, kita akan mengumpulkan jagung untuk muatan balik, di Kupang juga kita akan mengumpulkan muatan-muatan hasil laut yang lain,” ujarnya.

Untuk lokasi yang lebih sulit seperti di Timika Papua, dimana distribusi barang tidak bisa sampai ke lokasi pegunungan, mulai tahun ini Kemenhub membuat jembatan udara atau tol udara yang akan mendistribusikan langsung ke kota-kota kecil yang ada di Papua.

Sedangkan untuk lalulintas barang di Jawa, Sumatera, dan Bali, yang saat ini mengandalkan jalur darat, Menhub mengingatkan penggunaan lalu lintas darat ini relatif mahal, merusak jalan, dan rawan kecelakaan.

Oleh karena itu, Menhub berharap bisa memindahkan sekitar 30%-50% dari sekitar 5.000 truk yang tiap hari bergerak, ke angkutan kapal. Untuk hal ini perlu konsolidasi dengan pihak Pelabuhan Tanjung Priok.

Pelabuhan Tanjung Priok saat ini hanya mampu serap 6 juta TEUs, diharapkan apabila barang-barang yang ada di pelabuhan-pelabuhan besar ini dikonsolidasikan di Tanjung Priok, maka dalam waktu 2 tahun daya serap akan meningkat menjadi 11 juta TEUs.

Sumber: beritadaerah.co.id

gudang-di-pelabuhan-1-620x330

 

Kementrian & swasta bertikai soal superhub

Rencana kebijakan BUMN kepelabuhanan terkait dengan penetapan konsolidasi kargo ekspor untuk alih muat atau transshipment di Pelabuhan Tanjung Priok harus dikaji kembali agar tak menyalahi Sistem Logistik Nasional (Sislognas).

Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Erwin Raza, mengatakan selama ini banyak kementerian teknis ataupun pelaku usaha mulai melupakan cetak biru Sislognas yang terakomodasi dalam Perpres No. 26/2012.

Dokumentasi suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. – Antara

“Sislognas masih berlaku, karena Perpresnya belum dihapus. Kehadiran superhub tidak mengikuti cetak biru Sislognas,” ungkap Erwin kepada Bisnis, Kamis (5/1/2017).

Dia menegaskan Sislognas adalah cetak biru pengembangan logistik yang sudah direncanakan sejak 2009.

Blueprint Sislognas secara resmi mengakomodasi pembangunan dari mulai 2009 sampai 2025.

Dalam blueprint itulah ditetapkan superhub berada di Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara sebagai pintu gerbang arus logistik di Indonesia bagian Barat.

Superhub kedua di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, sebagai pintu gerbang terbesar logistik di Indonesia bagian Timur. Sementara PT Pelabuhan Indonesia I-IV (Persero) menetapkan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai superhub.

“Jadi kalau mau dibuat superhub di Tanjung Priok lagi itu buat apa? Itu hanya omongan pebisnis saat menjabat, karena memang banyak dari pelaku usaha juga belum paham Sislognas,” tegasnya.

Dia mengingatkan Sislognas mengakomodasi rencana pembangunan infrastruktur berbasis maritim di seluruh Indonesia. Hal ini mengingat Indonesia memiliki wilayah perairan yang jauh lebih luas ketimbang wilayah daratan.

“Kita bikin perencanaan di Kuala Tanjung dan Bitung itu untuk 10 tahun sampai 15 tahun mendatang supaya setiap daerah di Indonesia berkembang bukan hanya di Pulau Jawa saja. Tujuannya supaya disparitas harga bisa turun,” tambahnya.

Erwin menegaskan Pelindo I-IV operator, bukan regulator. Oleh sebab itu, perlu ada satu suara dalam memutuskan pembangunan infrastruktur.

Dia juga berharap pembangunan pelabuhan bisa terbuka kepada siapa npun. Dia tidak ingin sebuah proyek ditentukan atas dasar berpikir korporasi, bukan dasar berpikir pemerintah.

“Jadi biar tidak terjadi klaim persaingan usaha yang tidak sehat. BUMN kalau perlu bersaing saja keluar negeri, ikut tender pembangunan di negara lain.

Sebelumnya, Yukki N. Hanafi, Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), juga menginginkan kejelasan terkait dengan konsep superhub yang akan diterapkan BUMN, mengingat berdasarkan cetak biru Sislognas, hub internasional sudah ditetapkan di Kuala Tanjung dan Bitung.

Dengan demikian, jika dari pemerintah mendukung hal ini, tentu harus ada revisi dari cetak biru tersebut.

Pendapat senada juga dicetuskan Aulia Febrial Fatwa, Ketua Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI), yang menilai kebijakan ini akan mengancam keamanan dan pertahanan nasional karena kapal asing masuk langsung ke perairan tengah Indonesia.

Selain itu, dia menilai kebijakan ini jika diterapkan untuk kargo ekspor saja akan berpotensi meningkatkan biaya logistik karena adanya double handling. Biaya logistik tinggi menekan daya saing eksportir.

Sumber: bisnis.com

tmp_2613-screen-shot-2016-10-16-at-11-51-32-pm-1225648016

 

Menhub gandeng KAI & Pelindo andalkan kereta barang

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mengupayakan pengaturan lalu lintas serta pengalihan distribusi pengangkutan barang dari Bandung menyusul perbaikan pada Jembatan Cisomang Tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbalenyi).

Sebelumnya, sejak Jumat (23/12) tahun lalu, tiang penyangga Jembatan Cisomang di KM 100+700 mengalami pergeseran.

Kami akan berdiskusi dengan PT. Kereta Api Indonesia dan PT. Pelindo II untuk melakukan substitusi pengiriman barang dari Bandung menuju Tanjung Priok,” tutur Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (1/1).

Hari ini, Budi bersama dengan Kapolda Jawa Barat Anton Charliyan, Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, dan Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto, meninjau kondisi terakhir perbaikan Jembatan Cisomang KM100. Hal ini dilakukannya untuk memastikan kondisi Jembatan Cisomang jelang arus balik libur tahun baru 2017 sekaligus menyiapkan langkah antisipatif dalam mengalihkan arus lalu lintas angkutan barang.

Budi menyatakan perbaikan Jembatan Cisomang memakan waktu sekitar 2

Angkutan barang dilarang beroperasi selama Lebaran
Angkutan barang dilarang beroperasi selama Lebaran

,5 bulan. Berdasarkan penjelasan dari Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani saat mendampingi Budi meninjau lokasi, pekerjaan perbaikan diperkirakan rampung pada pertengahan Maret 2017.

Lebih lanjut, selama pengerjaan perbaikan berlangsung, pengalihan arus lalu lintas untuk kendaraan barang akan terus diberlakukan. Hal ini dilakukan demi menjaga keamanan pengguna jalan.

“Trailer sudah tidak boleh melalui jalur ini [Tol Purbaleunyi], dan terdapat 60.000 kendaraan per hari yang melintas dan 15 persen merupakan truk Trailer yang akan dialihkan,” ujarnya.

Sumber: cnnindonesia.com

 

 

BC bebaskan BM impor alat pertahanan

 

tmp_11461-081134200_1455780195-20160218-kereta-logistik-jakarta-ff3-233172407

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan siap mengawal regulasi Peraturan Menteri Keuangan No. 191/PMK.04/2016 tentang pembebasan bea masuk untuk berbagai perlengkapan pertahanan.

“Begitu PMK-nya terbit, kami sudah siap melaksanakan aturan itu. Teknisnya tidak jauh berbeda, nanti untuk impor berbagai perlengkapan pertahanan, nanti akan menggunakan form khusus,” ujar Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi, Jumat (26/12/2016).

Dalam regulasi yang terbit Desember ini, khususnya Pasal 2, berbagai perlengkapan untuk keperluan militer maupun kepolisian yang dibebaskan dari bea masuk berupa persenjataan, amunisi, perlengkapan militer dan kepolisian, termasuk suku cadang, dan barang yang diperuntukkan bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara.

Pembebasan bea masuk juga diberikan barang dan bahan yang menghasilkan barang lain dan diperuntukkan bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara.

Barang-barang impor tersebut merupakan barang yang dipergunakan oleh berbagai lembaga seperti Lembaga Kepresidenan, Mabes TNI, Mabes Polri, dan beberapa lembaga lainnya semisal Badan Narkotika Nasional (BNN).

Untuk mendapatkan pembebasan bea masuk, para pihak yang melaksanakan impor harus mengajukan surat permohonan kepada kepala pabean tempat pemasukan barang dengan mencantumkan uraian barang beserta dokumen pendukungnya.

Untuk lembaga-lembaga seperti BNN, dan Badan Intelijen Negara (BIN) maupun Lembaga Sandi Negara (LSN), permohonan pembebasan bea masuk ditandatangani oleh pejabat setingkat Sekretaris Utama. Sementara untuk Lembaga Kepresidenan ditandatangani oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara atau sekurang-kurangnya pejabat eselon II.

Sementara bagi TNI surat permohonan ditandatangani oleh Asisten Logistik atau Wakil Asisten Logistik. Untuk kepolisian, surat tersebut ditandatangani oleh Deputi Kapolri Bidang Logistik.

Jika permohonan itu telah disetujui, maka Kepala Kantor Pabean atas nama Menteri Keuangan menerbitkan Keputusan Menteri Keuangan mengenai pemberian pembebasan bea masuk dan memuat rincian jumlah, jenis, dan nilai pabean dari barang yang diberikan pembebasan bea masuk, serta penunjukan pelabuhan tempat pembongkaran.

sumber: bisnis.com

 

Jelang Natal, miras ilegal & beras palsu disita

Jelang Natal, miras ilegal & beras palsu disita
Jelang Natal, miras ilegal & beras palsu disita

 

Rencana untuk menyelundupkan ribuan minuman keras (miras) yang berasal dari Korea Selatan bernama Soju ini akhirnya berhasil digagalkan oleh petugas Bea Cukai dan Polri.

Tindakan penggagalan penyelundupan ribuan miras tersebut dilakukan oleh Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Tanjung Priok, yang dibantu dengan Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Saat dimintai keterangan, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan menjelaskan bahwa ribuan miras tersebut diselundupkan di dalam satu kontainer 40 feet yang diimpor oleh PT. SPMB‎.

Untuk mengelabuhi dari razia petugas, pelaku importir menyimpan ribuan miras tersebut ke dalam spare part kendaraan.

Dan hasilnya, dua orang tersangka penyelundupan ribuan miras tersebut berhasil diamankan oleh petugas.

“Kami bersama-sama BNN, Polri, Bea Cukai terus melakukan penegakan hukum. Kemarin berhasil melakukan penangkapan terhadap barang masuk diduga ilegal ditemukan tanpa dokumen sah. Spare part tapi dalamnya minuman Korea Soju,” ujar Iriawan,di Kantor Pusat Ditjen Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (23/12).

Iriawan menambahkan bahwa dalam penangkapan kedua tersangka tersebut, pihaknya juga berhasil menyita miras jenis Soju asal Korea Selatan sebanyak 36.400 botol.

Dugaan sementara, akibat adanya penyelundupan ribuan miras tersebut, negara mengalami kerugian mencapai 4,19 miliar.

“Barang beredar jelang Natal dan Tahun Baru akan merepotkan kantibmas,” tambah dia.

Dua orang tersangka yakni MZ selaku Direktur dan SR selaku Marketing PT. SPMB sudah ditahan oleh polisi.

Sementara itu, kasus penyelundupan ribuan miras tersebut saat ini masih ditangani oleh Bea Cukai Tanjung Priok.

Beras plastik selundupan

Sementara itu dari Nigeria dilaporkan, pemerintah negara itu telah menyita lebih dari 100 karung beras plastik yang diselundupkan ke negara itu di tengah meroketnya harga bahan pangan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Petugas berwenang mengingatkan beras plastik yang diduga dibawa dari China itu berbahaya untuk dikonsumsi manusia.

Diwartakan dari AFP, Minggu (25/12/2016), karung beras seberat 50 kilogram dengan merk “Best Tomato Rice” itu tidak memiliki tanggal pembuatan dan berhasil dicegat pekan lalu sebelum beredar di kota.

“Kami telah melakukan analisis awal terhadap beras plastik itu. Setelah direbus, beras itu lengket dan hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi jika benda itu dikonsumsi manusia,” kata petugas bea cukai daerah Ikeja, Mohammed Haruna.

Meski mengalami kelangkaan, Nigeria melarang impor beras karena ingin meningkatkan produksi beras lokal. Haruna mengatakan, beras-beras plastik itu akan dijual menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Dengan inflasi yang terjadi, harga bahan makanan, termasuk beras di Nigeria semakin tinggi.

Harga sekarung beras seberat 50 kilogram di Nigeria saat ini hampir dua kali lipat dari harga di bulan yang sama tahun lalu.

Pada 2015, beras plastik China sempat membuat heboh penduduk di beberapa negara Asia, termasuk Indonesia, India dan Vietnam.

Meski terlihat seperti beras pada umumnya, beras-beras itu dibuat dengan campuran kentang, kentang manis dan resin sintetis yang dapat menyebabkan kerusakan sistem pencernaan jika dikonsumsi.

sumber: iwarta.id/okezone.com

“Kami telah melakukan analisis awal terhadap beras plastik itu. Setelah direbus, beras itu lengket dan hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi jika benda itu dikonsumsi manusia,” kata petugas bea cukai daerah Ikeja, Mohammed Haruna. Meski mengalami kelangkaan, Nigeria melarang impor beras karena ingin meningkatkan produksi beras lokal. Haruna mengatakan, beras-beras plastik itu akan dijual menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Dengan inflasi yang terjadi, harga bahan makanan, termasuk beras di Nigeria semakin tinggi. Harga sekarung beras seberat 50 kilogram di Nigeria saat ini hampir dua kali lipat dari harga di bulan yang sama tahun lalu. Pada 2015, beras plastik China sempat membuat heboh penduduk di beberapa negara Asia, termasuk Indonesia, India dan Vietnam. Meski terlihat seperti beras pada umumnya, beras-beras itu dibuat dengan campuran kentang, kentang manis dan resin sintetis yang dapat menyebabkan kerusakan sistem pencernaan jika dikonsumsi.
“Kami telah melakukan analisis awal terhadap beras plastik itu. Setelah direbus, beras itu lengket dan hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi jika benda itu dikonsumsi manusia,” kata petugas bea cukai daerah Ikeja, Mohammed Haruna.
Meski mengalami kelangkaan, Nigeria melarang impor beras karena ingin meningkatkan produksi beras lokal. Haruna mengatakan, beras-beras plastik itu akan dijual menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Dengan inflasi yang terjadi, harga bahan makanan, termasuk beras di Nigeria semakin tinggi. Harga sekarung beras seberat 50 kilogram di Nigeria saat ini hampir dua kali lipat dari harga di bulan yang sama tahun lalu.
Pada 2015, beras plastik China sempat membuat heboh penduduk di beberapa negara Asia, termasuk Indonesia, India dan Vietnam. Meski terlihat seperti beras pada umumnya, beras-beras itu dibuat dengan campuran kentang, kentang manis dan resin sintetis yang dapat menyebabkan kerusakan sistem pencernaan jika dikonsumsi.