Arsip Tag: BISNIS LOGISTIK

Tokopedia Ekspansi Bisnis Logistik

JAKARTA- Unicorn asal Indonesia, Tokopedia, dikabarkan tengah berinvestasi dalam dua perusahaan logistik untuk mendorong kecepatan pengiriman dan efisiensi ongkos pengiriman di Tanah Air.

Founder & CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengungkapkan, pihaknya juga tengah terlibat dalam diskusi akhir untuk berinvestasi dalam perusahaan rintisan di bidang agribisnis yang bekerja langsung dengan petani.

“Nantinya pelanggan Tokopedia akan mampu membeli produk langsung dari petani dan nelayan,” ujarnya, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (27/7).

Lebih lanjut dia berharap aksi perusahaannya berinvestasi dalam perusahaan logistik dapat memangkas biaya logistik bagi mitra dagangnya, dan juga meningkatkan proporsi pengiriman paket Tokopedia  pada hari yang sama menjadi 95%, dari posisi saat ini 65% dari total pengiriman.

Didukung dengan investor kakap seperti dari SoftBank Vision Fund dan Alibaba, Tokopedia berambisi menghadirkan ekosistem super, dengan cakupan layanan yang luas, termasuk pembiayaan dan sistem pebayaran baik bagi pelanggan maupun mitra dagang.

Sebelumnya, Tokopedia  mengkonfirmasi telah mengakuisisi penuh perusahaan penyedia direktori vendor pernikahan Bridestory dan portal aktivitas orangtua-anak Parentstory.

Selain kedua perusahaan rintisan tersebut, beberapa perusahaan rintisan yang dikabarkan akan bergabung ke dalam ekosistem Tokopedia di antaranya Sayurbox, Laku6, dan AnterAja.(ri)

Lippo Group Gandeng Sumitomo Perkuat Bisnis Logistik

JAKARTA- Lippo Group menggandeng Sumitomo Corporation untuk memperkuat bisnis logistik. Melalui anak usahanya PT Reka Cakrabuana Logistik, keduanya melakukan penetrasi lebih dalam ke sektor logistik end to end logistic solution.

Langkah pertama, PT Reka Cakrabuana Logistik melakukan rebranding dari Red Carpet Logistic menjadi Qrim Express. Selain itu, perusahaan yang sebelumnya menyasar segmen Business to Customer (B2C) mulai mengembangkan Customer to Customer (C2C).

Tetsushi Kuroda, Chief Strategy Officer Qrim Express di Jakarta, menjelaskan, Sumitomo investasi 40 persen saham di Reka Cakrabuana Logistik. “Nantinya, dana yang diinvestasikan itu untuk mengembangkan bisnis C2C di Indonesi,” ujarnya dikutip dari liputan6.com..

Saat ini, untuk pasar logistik sebanyak 80 persen didominasi konsumen ritel. Oleh karena itu, langkah masuk ke sektor C2C ini untuk memperluas pangsa pasar. Qrim Express juga akan memanfaatkan jejaring kekuatan dua koorporasi besar itu sebagai jejaring layanan.

Antara lain memanfaatkan jejaring BTPN yang sudah merger dengan Bank Sumitomo Mitsui pada awal tahun ini. Dengan modal agen BTPN Wow yang mencapai 400.000 outlet di seluruh Indonesia, nantinya Qrim Express bisa memanfaatkan sebagai ritel outlet untuk pengiriman logistiknya.

Kata Tetsushi, Sumitomo sudah lakukan beragam bisnis secara global, di Jepang sendiri layanan mereka sudah memakai pendekatan hi-tech logistic service. Ia optimis, bisnis Qrim Express akan berkembang. “Kami akan kenalkan layanan hi tech logistic service seperti di Jepang di Indonesia,” kata Tetsushi.

Chief Executive Oficer Qrim Express, Abdul Rahim Tahir, menambahkan, langkah bisnis strategis yang dilakukan perusahaan di tengah suasana optimisme industri logistik nasional. Tahun 2019, sektor logistik diprediksi tumbuh 11,56% menjadi Rp 889,4 triliun dan berkontribusi sebesar 5,55% pada GDP nasional.

Untuk pengembangan C2C, Qrim Express manargetkan 700 outlet atau service center yang akan selesai tahun ini dan 1.500 outlet hingga tahun depan. Sementara, saat ini perusahaan sudah memiliki 200 outlet. Selain itu, Qrim Express juga akan berkolaborasi dengan BTPN Wow yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai ritel outlet untuk pengiriman.

Ekpansi juga terus dilakukan dengan memperluas gudang yang ada di Pancoran dari 1.500 meter persegi menjadi 4.500 meter persegi. Menurut Tahir, nantinya gudang tersebut akan memiliki mesin sortir otomatis yang dapat menghandle 6.000 paket per jam.

Untuk mendatangkan mesin tersebut, perusahaan menginvestasikan dana sebesar USD 500 ribu hingga USD 1 juta. “Oktober kita datangkan mesin itu,” ujar Tahir.

Saat ini, Qrim Express telah hadir di 156 kota di seluruh Indonesia yang diperkuat oleh 423 kurir dengan jumlah armada sebanyak 515 unit kendaraan.

Pada September 2019 mendatang, pihaknya akan melakukan grand launching dan mengeluarkan aplikasi untuk konsumen.(ri)

Dewata Ekspansi Bisnis Logistik Energi

JAKARTA (Alfijak): Resmi menjadi perusahaan terbuka pada awal November 2018, PT Dewata Freight International Tbk (DEAL) yang bergerak dibidang jasa transportasi (freight forwarding) akan siapkan ekspansi dengan mengembangkan bisnis logistik energi seiring dengan anak usaha yang akan membangunIndependent Power Producer (IPP) yang berbasis gas di tahun 2019 ini.

Dari hajatan initial public offering, DEAL berhasil meraup dana segar, sebesar Rp 45 miliar. Berdasarkan prospektus dana sebesar Rp 16 miliar akan digunakan untuk penyertaan modal pada anak perusahaan DEAL, yang bernama PT Dewata Makmur Bersama (DMB). Kegiatan usaha DMB adalah perdagangan,tetapi ke depan akan fokus pada kegiatan usaha EPC (Engineering Procurement, dan Construction).

DEAL juga memiliki anak perusahaan yang bernama PT Arrow Chain Management Logistics dan memiliki kegiatan usaha jasa transportasi. Kelak, dana Rp 16 miliar yang disuntikkan ke DMB akan digunakan untuk membangun proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) yang berada di Tulang Bawang, Lampung dan Tarakan.

Sedikit gambaran, sinergi DEAL dengan DMB terjadi dimana DMN mengerjakan EPC dan perseroan melalukan pengangkutan alat-alat beratnya. DMB sendiri fokus dalam kegiatan usahanya di sektor penyedia jasa listrik sebagai bagian dari industri logistik.

Direktur Keuangan DEAL Nurhasanah mengatakan jika proyek Independent Power Producer (IPP) rampung maka DEAL akan menjalankan usaha logistik energi seperti batubara dan gas dari DMB. “Di tahun ini ekspansi DEAL adalah masuk ke logistik energi,” kata Nurhasanah.

Presiden Direktur DEAL Bimada menambahkan di tahun ini DEAL akan mengembangkan bisnis logistik di sektor transportasi pertamabangan. Dengan adanya IPP yang berbasis gas maka DEAL jadi memiliki peluang untuk mengangkut transportasi gas.

Sekedar informasi, DMB telah menyelesaikan proyek EPC penyediaan listrik di Jailolo dan Bacan di Provinsi Maluku. DMB juga telah menandatangani MoU pembangunan PLTMG Tulang Bawang, Lampung dengan perkiraan perkerjaan dimulai di tahun ini dan selesai di 2020.

Selama ini DEAL telah menyediakan usaha logistik berskla besar seperti pengiriman pembangkit listrik, petrokimia, dan industri berat lainnya. Selain itu, DEAL juga melakukan pengiriman kargo berukuran besar dan berat dengan memanfaatkan kapal, truck, tongkang, LCT, serta kereta api multi gandar.

Pengiriman domestik antar pulau, ocean freight service, air cargo service, customs clearance dan manajemen pergudagangan dan distribusi pun DEAL siap layani.

Untuk capex di tahun ini, Nurhasanah mengatakan jumlahnya sebesar Rp 50 miliar hingga Rp 100 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk menambah armada DEAL.

Nurhasanah mengatakan prospek industri logistik tidak akan pernah mati karena selama ada manusia maka kegiatan perpindahan pasti akan terjadi.

Dalam prospektus dijelaskan pertumbuhan perseroan tidak terlepas dari pertumbuhan ekonomi global maupun domestik. Pulihnya ekspor impor mendorong laju permintaan terhadap jasa freight forwading yang disediakan DEAL.

DEAL berencana meningkatkan utilitas dalam pengelolaan dana. Beberapa proyek yang sedang dijalankan DEAL adalah proyek LRT, SSP, serta proyek fleet yang akan dijalankan perseoran di tahun ini. Proyek fleet merupakan investasi untuk pembelian fleet trailer untuk mengirim kontainer dari dan ke pelabuhan dan gudang importir maupun eksportir.

DEAL menargetkan di tahun ini pendapatan bisa tumbuh 84% menjadi Rp 347 miliar dari estimasi pendapatan di tahun lalu yang mencapai Rp 187 miliar.

Target tersebut diproyeksikan akan terdorong dari diversifikasi pendapatan transportasi sebesar 71%, logistik dan pergudangan 20% serta lain-lain sebanyak 9%.

Pendapatan lain-lain sebagian besar berasal dari kegiatan EPC perusahaan DMB sebesar 25 miliar.(sumber:Kontan.co.id)