Potensi Ekspor Cukup Besar, Bea & Cukai Siapkan PLB di Cirebon

CIREBON (Alfijak): Potensi ekspor di wilayah Cirebon cukup besar karena terdapat 13 kawasan berikat dengan komoditi ekspor terbesar adalah garmen, meubeler, dan migas.

Oleh karenanya, Kantor Pelayanan Dan Pengawasan Bea Dan Cukai Tipe Madya Pabean C Cirebon (KPPBC TMP C CIREBON) menargetkan pembangunan Pusat Logistik Berikat (PLB) bisa terealisasi.

Salah satu sarana ekspor ini, rencananya akan dibangun di Arjawinangun Kabupaten Cirebon dengan luas area mencapai 2 hingga 3 hektar.

Setelah dilakukan sosialisasi banyak juga eksportir yang berminat menggunakan PLB yang di Cirebon, sehingga hal ini dapat menjadi pilihan dan pertimbangan pebisnis dalam menentukan arah bisnisnya

PLB diyakini akan memberikan dampak positif bagi kalangan eksportir di Wilayah III Cirebon karena akan menghemat biaya operasional dan pengiriman barang menjadi lebih cepat.

Selama ini, sekitar 5 sampai 7 eksportir Cirebon telah mengakses PLB yang ada di luar Cirebon yakni di sekitar Cikarang, Bekasi, Bandung, dan Jakarta.

Menurut Kasubsi Penyuluhan dan Layanan Informasi pada KPPBC TMP C CIREBON, Novemberiyanto Nugroho, PLB merupakan sarana baru dari layanan kepabeanan untuk kegiatan ekspor di Wilayah III Cirebon.

“Di Wilayah III Cirebon belum ada PLB. Oleh karena itu, akan kita bangun dan ditargetkan tahun ini lokasinya di Arjawinangun,” katanya, saat menggelar Sosialisasi layanan kepabeanan atas kegiatan ekspor melalui PLB, Selasa (12/2).

Dia melanjutkan, jika PLB dibangun di Wilayah III Cirebon, akan menguntungkan pihak eksportir karena dapat memotong biaya penyimpanan barang, transportasi, pembayaran lebih cepat, dan mempersingkat waktu pengiriman barang.

“Itu akan memberikan kemudahan bagi eksportir untuk mempercepat logistiknya ke luar negeri. Ekspor itu kan biaya logistiknya besar nanti kalau di sini sudah ada PLB, itu bisa dikurangi,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan PLB di Arjawinangun lokasinya sangat strategis karena dekat dengan jalur transportasi yang memadai.

“Disana dekat dengan jalan tol, jalur ke bandara, dan bisa diakses oleh kendaraan besar,” tuturnya.(ri)