Darmin: hati-hati kelola laju impor bahan baku & penolong

Lartas impor disederhanakan dengan SRM

Pemerintah berencana ingin mempermudah izin impor yang selama ini dikeluhkan para importir.

Beberapa perusahaan seperti industri tekstil banyak yang terhambat produksinya lantaran perizinan impor yang terlalu membelit.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, dalam rangka menyederhanakan lartas, pemerintah akan menyiapkan beberapa kebijakan. Kebijakan yang pertama adalah pemerintah berupaya untuk tidak menghalangi sejak pintu masuk.

“Nah, kita sudah pelajari, pemerintah akan menghilangkan Larangan Atas (Lartas) itu melalui beberapa kebijakan. Pertama, jangan dicegat dipintu masuk,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Lalu selanjutnya adalah pemerintah akan menghapuskan pemeriksaan duplikat. Maksudnya adalah jangan ada lagi pemeriksaan dari double atau triple dari kementerian terkait.

“Jangan duplikasi, barang yang sama nomor handphone yang sama kena lartasnya di 3 kementerian,” jelasnya.

Lalu yang terakhir adalah memberlakukan kebijakan single risk management.

Hal ini guna menghindari adanya standar yang ditetapkan oleh masing-masing kementerian yang bisa menghambat proses impor maupun ekspor.

“Ini sudah agak lama dijelaskan si file risk management. Kita tahu di Priok ada 15 kementerian dan 3 lembaga masing-masing punya standar pemeriksaan sendiri. Kita akan standarisasi itu, jadi nanti harus sama standar risikonya kalau hijau semua harus bilang hijau. Itu namanya single risk management (SRM),” kata Darmin.

Sumber: okezone.com