Kemendag Rilis Izin Impor 1,4 Juta Ton Gula Mentah

JAKARTA (Alfijak): Kementerian Perdagangan (Kemendag) menerbitkan izin impor 1,4 juta ton gula mentah untuk keperluan industri rafinasi periode semester I 2019 pada 4 Februari lalu.

Volume izin impor itu mencakup separuh dari total kuota 2,8 juta ton impor gula mentah yang dialokasikan tahun ini.

Sementara itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksi kebutuhan gula kristal rafinasi (GKR) untuk sektor industri makanan dan minuman (mamin) serta industri farmasi tumbuh 5-6 persen tahun ini. Peningkatan ini mengikuti pertumbuhan kedua sektor industri tersebut yang stabil di atas 7 persen per tahun.

“Pada Januari-September 2018 industri mamin tumbuh 9,74 persen, sementara industri farmasi tumbuh 7,51 persen pada kuartal I tahun lalu. Kami perkirakan tahun ini kedua sektor itu akan tumbuh 7-8 persen,” ujar Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono, seperti dikutip siaran pers, Sabtu (9/2).

Kemendag juga mencatat ada 11 perusahaan yang terdaftar memiliki izin untuk melakukan impor. Namun, dalam laman inatrade Kemendag, tercatat baru terdapat sembilan perusahaan yang memberi laporan impor.

Mereka adalah Medan Sugar Industry, Angels Products, Sentra Usahatama Jaya, Andalan Furnindo, Sugar Labinta, Jawamanis Rafinasi, Makassar Tene, Duta Sugar International, serta Dharmapala Usaha Sukses.

Sementara perusahaan lain yang belum memberikan laporan adalah Permata Dunia Sukses Utama dan Berkah Manis Makmur.

Tahun ini, pemerintah memberikan kuota impor gula mentah mencapai 2,8 juta ton. Gula mentah ini selanjutnya akan diolah menjadi gula rafinasi bagi kebutuhan industri makanan dan minuman serta industri lainnya atau bukan konsumsi rumah tangga.(ri)

Tinggalkan Balasan