Forwarder dan Shipping Line Manfaatkan Platform My Cargo

Jakarta (Alfijak)-Sejumlah Perusahaan forwarder dan shipping lini telah memanfaatkan platform logistik my cargo dalam kegiatan logistiknya secara terintegrasi.

Doddy Himawan Triyasa, Senior Account Manager and Partnership PT.Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS), mengatakan sejumlah perusahaan telah memanfaatkan platform yang telah diluncurkan beberapa waktu lalu itu.

“Hingga saat ini sudah ada 5 freigh forwarder dan 2 shipping line yang terus menerus memanfaatkan aplikasi itu. Sedangkan ada 3 shipping line lainnya yang masih dalam tahap integrasi,”ujarnya dikutip beritakapal.com, Selasa (19/3/2019).

ILCS merupakan perusahaan patungan antara PT.Pelabuhan Indonesia II/IPC dengan PT.Telkom Indonesia.

ILCS juga menjadi anggota International Port Community System Association (IPCSA).

Platform digital logistik bernama Smart Port atau sering disebut My Cargo, yang merupakan karya anak bangsa kini mencuri perhatian para pelaku bisnis di tanah air.

Sebelumnya, Sekretaris Umum DPW ALFI DKI Jakarta, Adil Karim mengungkapkan, berdasarkan kalkulasi dan survey Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), penggunaan platform itu dalam kegiatan logistik nasional saat ini dapat menurunkan biaya pengambilan dokumen delivery order (DO) untuk impor sebesar 75%, antrian diloket pelabuhan 50% dan post clearance 75%.

“Sehingga kita benar-benar dapat memangkas dwelling time. Artinya DO online harus terintegrasi dalam satu sistem karena selama ini masih mengambil ke pelayaran lantaran belum online secara terintegrasi,”ujar Adil.

Dengan menggunakan platform my cargo, imbuhnya, sekaligus memfasilitasi pengguna jasa melakukan permohonan dokumen delivery order DO secara online tanpa harus datang ke perusahaan pelayaran.(adm)