BC Priok Mengantisipasi Lonjakan Arus Barang Nataru, Ini Kata ALFI

Dwi Teguh Wibowo

JAKARTA-Alfijak : Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok menyatakan, instansinya memprediksikan akan ada peningkatan arus barang dan peti kemas melalui pelabuhan Tanjung Priok pada bulan depan.

Kepala KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok, Dwi Teguh Wibowo mengatakan, proyeksi itu berkaitan adanya persiapan distribusi barang menjelang hari raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru).

Kendati begitu, instansinya siap melakukan antisipasi apabila terjadi lonjakan arus barang impor maupun ekspor pada saat Nataru itu.

“Memang mulai ada terlihat pergerakan dan kecenderunganya arus barang impor melalui pelabuhan Priok meningkat memasuki Desember mendatang. Namun Bea dan Cukai Priok sudah siapkan antisipasinya jika lonjakan itu terjadi,”ujarnya, disela-sela deklarasi penerapan ecoport di pelabuhan Tanjung Priok, pada Rabu (20/11/2019).

Dwi Teguh mengatakan, antisipasi penanganan arus barang menjelang Nataru itu nantinya juga akan melibatkan semua stakeholdera terkait di pelabuhan Priok.

“Belum bisa kami sampaikan sekarang seperti apa tehnisnya, tetapi yang jelas antisipasi terhadap lonjakan arus barang seperti ini telah secara rutin dipersiapkan,”paparnya.

Saat disinggung soal masih menumpuknya ratusan kontainer importasi yang diduga berisi limbah plastik mengandung bahan beracun dan berbahaya (B3) di Pelabuhan Priok hingga saat ini, Dwi Teguh menyatakan instansinya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk melakukan eksekusi.

“Sudah akan dibentuk tim Satgas (satuan tugas) penanganan kontainer limbah B3 di Priok. Kita tunggu saja hasil periksa dari KLHK soal itu,” ucapnya.

Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Capt Hermanta mengatakan instansinya akan mengundang semua stakholders di pelabuhan Priok dalam rangka tetap menjamin kelancaran arus barang maupun penumpang selama masa libur Nataru.

“Akan kami libatkan stakeholders terkait, apalagi program kesiapan menghadapi Nataru seperti ini sudah rutin kita laksanakan di pelabuhan Priok,”katanya.

Sementara itu, Sekretaris DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, Adil Karim mengatakan meskipun terdapat hari-hari libur nasional saat Natal dan Tahun Baru (Nataru), diharapkan pelayanan jasa kepelabuhanan maupun kepabeanan dan cukai di Tanjung Priok tetap beroperasi 24/7.

“Jangan sampai ada barang impor yang gak bisa delivery keluar pelabuhan. Begitupun untuk ekspor tetap mesti berjalan meskipun saat Nataru itu,”ujar Adil.

Dia mengatakan, saat ini situasi perekonomian nasional belum sepenuhnya pulih, karenanya optimalisasi pelayanan ekspor impor perlu terus di galakkan.(ri)