Kolaborasi GL Terminal & Clickargo, Layani Logistik Digital

ALFIJAK – PT. Good Logistics Terminal (GL Terminal) dan Clickcargo melakukan kemitraan strategis di Indonesia yang akan berkolaborasi untuk memberikan solusi logistik digital kepada berbagai pemangku kepentingan yang berbeda.

Layanan kolaborasi perusahaan tersebut juga mencakup konektivitas penuh dengan otoritas pabean, pelabuhan dan terminal, bank dan lembaga keuangan, perusahaan asuransi, penyedia manajemen transportasi, operator laut/maskapai penerbangan, maupun pengirim barang.

Selain itu, solusi manajemen truk dan peti kemas serta pembayaran elektronik. Layanan ini akan ditujukan untuk pelanggan lama dan baru, dengan pengembangan bersama produk dan layanan baru juga direncanakan untuk membantu digitalisasi di pasar lokal.

Managing Director GL Terminal, Nanang Faruq mengatakan, kemitraan dan kolaborasi itu diharapkan dapat berperan aktif dalam mewujudkan rantai pasokan digital yang lebih baik dalam hal pengelolaan layanan peti kemas, yang saat ini banyak dilakukan melalui proses manual.

Dengan gigitalisasi tersebut akan memberikan kemudahan bagi pelanggan dengan menyederhanakan proses dan menjadikannya lebih transparan, akuntabel, dan terdokumentasi.

Hal ini, imbuhnya, tidak hanya untuk mempermudah berbisnis, tetapi juga sejalan dengan program Pemerintah Indonesia untuk menghilangkan biaya tambahan yang berkontribusi pada biaya tingginya biaya logistik.

“Karenanya sangat penting bagi penyedia layanan (seperti depo peti kemas) untuk berperan dalam mendorong efisiensi dan fokus pada kualitas layanan,” ucap Faruq seperti dikutip media (24/10).

Product Director Clickargo, Benny Syamrizal, menambahkan, tujuan kolaborasi adalah untuk menggabungkan semua proses dan pemangku kepentingan pada satu platform logistik yang mengintegrasikan semua proses hulu dan hilir.

“Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan mitra yang akan membantu mendorong digitalisasi, untuk memberikan manfaat bagi semua pihak. Kami menantikan hubungan yang bermanfaat dan sukses bersama,” ujarnya.

Sejak hadir di pasar logistik Indonesia, GL Terminal telah fokus menawarkan kepada pelanggannya solusi transportasi mutakhir. Kemitraan dengan Clickargo adalah bagian dari misinya untuk menyediakan layanan dengan tingkat inovasi teknologi yang mumpuni.(*)

AKKMI Edukasi KKN53 FH UNSIKA tentang Problematika Pelayaran Nasional

ALFIJAK – Perkumpulan Ahli Keselamatan dan Keamanan Maritim Indonesia (AKKMI) dan Kasubdit Gakum Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kemenhub memberikan pemaparan dan edukasi terhadap kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 53 Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA).

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (21/10/2021) itu dilaksanakan dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan Covid-19 yang sangat ketat.

Edukasi kepada mahasiswa/i tersebut diberikan berkaitan dengan Upaya Pengawasan Keselamatan dan Keamanan Pelayaran Nasional, mengingat aspek Keselamatan dan Keamanan Pelayaran Nasional merupakan tanggung Jawab Pemerintah yang harus dipatuhi oleh semua pihak.

Jika hal tersebut diabaikan maka tentunya akan berdampak bagi keselamatan awak kapal dan penumpang yang pada akhirnya akan berproses pada penegakan hukum baik proses profesi maupun peradilan.

“Sebuah kapal dengan ukuran tertetu memiliki beberapa sertifikasi kompetensi baik dari kapal itu sendiri, kelengkapan kapal, nahkoda kapal, sarana keselamatan dan keamanan kapal, register Kapal, peruntukan kapal jika hal tersebut tidak diindahkan tentunya ada konsekwensi hukum yang siap dihadapi,” ujar Sekjen AKKMI Dr.Drs,H. A.Ridwan Tentowi,SH.,MH.

Selain itu, para mahasiswa/i juga diberikan pemahaman mengenai peran syahbandar turut menentukan kelayakan sebuah kapal dapat berlayar selain memeriksa dokumen-dokumen kelengkapan kapal juga melakukan pengawasan terhadap kelaiklautan kapal,

Kegiatan KKN para Mahasiswa/i itu di dampingi Dosen Pendamping Lapangan dan Penerima HIPKA 2021 Dr. Indra Yudha Koswara,SH.,MH dan Hanna,SH,.MH. Keduanya selama ini  memfokuskan kepada dunia pelayaran sebagai upaya untuk lebih mencintai dunia Maritim.

Hal ini sebagai pengingat bahwa Sriwijaya dan Majapahit maju karena tatakelola bidang maritim pada saat itu sudah maju, hal ini luluh lantah saat Kolonial Belanda menjajah Indonesia dimana kemajuan bidang maritim dibumihanguskan karena adanya keinginan menguasai dunia pelayaran Nusantara saat itu demi perdagangan rempah-rempah yang laris manis dijual di eropa.

“Hal ini selaras dengan Keinginan Presiden RI Joko Widodo yang menginginkan Indonesia sebagai poros maritim yang maju Negaranya karena memanfaatkan kekayaan Maritim demi kesejahteraan rakyat,” ucap Ridwan melalui siaran pers-nya pada Sabtu (23/10).

Saat AKKMI menerima kegiatan KKN 53 Mahasiswa/i UNSIKA yang beralamat di Jalan Enggano No.94 Tj Priok Jakarta Utara, diterima langsung oleh Ketua Umum AKKMI , Capt. Sato Bisri , SH , MM, Sekjen AKKMI Dr.Drs,H. A.Ridwan Tentowi,SH.,MH, Wakil Sekjen Capt Toga Asman Panjaitan M.Mar.MM, dan Bendahara Capt Marcellus Hakeng Jayawibawa,M.Mar.

Pertemuan tersebut membawa para peserta KKN53 seolah-olah berada di sebuah kapal dan menghadapai beberapa situasi baik situasi kebakaran kapal, situasi kecelakaan kapal, penyelamatan kru kapal, kegiatan Medis, keadaan menghadapai cuaca buruk, bahkan jika terjadi tindak pidana diatas kapal.

Selain itu AKKMI memberikan pemahaman bahwa dengan berlakunya UU No. 17 tahun 2008 Tentang Pelayaran Nasional berlaku bagi kapal-kapal Indonesia dan kapal asing yang berlayar diwilayah Indonesia.

Ridwan menambahkan, UU tersebut juga mengadopsi beberapa aturan-aturan dalam SOLAS (Safety of Life At Sea).

“Peserta KKN53 mendapatkan sesuatu yang berbeda dengan peserta KKN lainya di Fakultas Hukum UNSIKA karena dunia Pelayaran begitu banyak yang harus diketahui dan dipahamai agar keselamatan dan keamanan Pelayaran Nasional merupakan tanggungjawab bersama dalam upaya menekan kecelakaan kapal yang masih sering terjadi di Negeri ini,” ujar Ridwan Tentowi.(*)