FTA Center untuk dorong ekspor di zona bebas

Kementerian Perdagangan membentuk kantor pusat informasi perjanjian perdagangan bebas di lima kota di Indonesia atau Free Trade Agreement (FTA) Center. Lokasi fasilitas iitu di antaranya ada di Jakarta, Bandung, Medan, Makassar dan Surabaya. 

JAKARTA (alfijak): Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Iman Pambagyo menuturkan, target utama dari adanya FTA Center adalah meningkatkan pemanfaatan atau utilisasi dari berbagai perjanjian FTA yang sudah dijalin untuk dapat dimaksimalkan oleh eksportir dalam negeri.

“Itu Immediate target yang ingin kami lihat supaya semakin banyak pelaku usaha baik besar, kecil, dan menengah memanfaatkan scheme-scheme seperti ini,” kata Iman di kantor Kemendag, Jakarta, Kamis 31 Mei 2018.

Sebab, perjanjian perdagangan bebas yang telah dijalin Indonesia dengan berbagai negara menurutnya tidak selalu diketahui dana dipahami secara baik oleh pengusaha dalam negeri.

“Sebagian masalahnya memang ada informasi yang datang tapi kita enggak tahu. kadang-kadang informasi itu malah datang dari importirnya. Jadi eksportirnya di Indonesia dihubungi oleh importirnya,” katanya.

 Bahkan, sambung dia, kerap kali eksportir dalam negeri disuruh melengkapi dokumen agar tidak dikenakan tarif. Importir barang yang dipasok dari Indonesia disebut lebih paham preferensi tarif ketimbang pengusaha Indonesia sebagai eksportir.

“Jadi sekarang kita balik, jangan importirnya yang lebih banyak tahu. sebaiknya kita yang lebih banyak tahu, sehingga kita punya posisi tawar lebih baik. FTA Center ini lebih mengajak untuk melihat bahwa pasar luar negeri ini sebagai pasar kita,” ujarnya.

Dia menerangkan, kelima FTA Center Kemendag tersebut akan mulai beroperasi secara penuh di akhir Mei 2018.

FTA Center Kemendag ini dijalankan melalui kerja sama swakelola antara Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag dan beberapa universitas negeri, baik di Jakarta maupun di daerah. FTA Center ini juga melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan tingkat provinsi.

Tiap FTA Center Kemendag akan memiliki tiga orang Tenaga Ahli atau Konsultan yang memiliki keahlian di bidang implementasi hasil perjanjian perdagangan internasional, akses pembiayaan dan prosedur ekspor, serta strategi promosi dan pemasaran.

Selain mendorong pemanfaatan skema kerja sama perdagangan internasional, FTA Center ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemudahan ekspor dan fasilitasi perdagangan, serta mendorong para pengusaha untuk melakukan ekspor dan mencetak para eksportir baru.

“Kami akan melakukan kegiatan edukasi atau sosialisasi, konsultasi dan advokasi pemanfaatan hasil perundingan perdagangan Internasional kepada para pelaku usaha,” ujarnya. (viva.co.id/ac)