
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menginginkan Tanjung Priok bisa menjadi transhipment terkemuka di Asia Tenggara.
Hal tersebut diungkapkan sehubungan dengan konsep Transhipment Port yang sempat menjadi polemik.
Konsep transhipment akan memotong jalur ekspor impor yang selama ini harus melewati Singapura atau Malaysia sebagai pelabuhan transhipment.
Pengiriman dari daerah dapat dilakukan langsung dari pelabuhan Tanjung Priok ke negara tujuan asal.
Hingga produk-produk dari daerah seperti Panjang, Semarang, Surabaya, Bali, Lombok akan dikirimkan menggunakan kapal roro ke Priok untuk kemudian langsung diekspor.
“Saya mau dorong Pelindo II sebagai hub untuk meningkatkan kapasitas dari 6 juta peti kemas menjadi 10 juta peti kemas. Selain itu juga perlu didorong kapal Roro untuk Panjang (Pelabuhan Panjang, Lampung), Jakarta, Semarang, Surabaya, Bali dan Lombok,” ucap Budi.
Menurut Budi, integrasi kapal Roro tersebut untuk membantu pengiriman logistik beberapa daerah terbaik dari dan ke Tanjung Priok.
Konsep ini sekaligus akan mendukung segmen Tol Laut sekitar Jawa.
“Pengiriman via laut untuk dengan kapal Roro dari Panjang (Lampung), Semarang, Surabaya, Bali dan Lombok lebih murah daripada via darat,” jelasnya.
Dengan konsep Transhipment Port tersebut maka Pelabuhan Tanjung Priok akan menjadi pintu masuk impor dan ekspor.
Saat ini Tanjung Priok sudah mampu melayani 70 persen ekspor dan 60 persen impor. Demikian menurut data dari Siswanto Rusdi, Direktur Eksekutif Namarin (The National Maritim Institute).
“Konsolidasi dengan Kapal Roro dapat menumbuhkan volume Priok sekitar 50 persen per tahun. Jika hal ini dijalankan Priok bisa menjadi Transhipment terkemuka di Asia Tenggara.”
Konsep Transhipment tersebut merupakan bagian terintegrasi dari Tol Laut yang dicanangkan oleh Jokowi pada masa kampanyenya.
Tol laut segmen sekitar Jawa diwujudkan dengan mengoperasikan kapal RORO untuk berkeliling dari pelabuhan di Lampung-Jakarta-Semarang-Surabaya-Bali-Lombok.
Upaya tersebut untuk meningkatkan volume perdagangan dari dan ke kota-kota tersebut.
Ditambah dengan konsep transhipment, Tol Laut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi baik melalui perdagangan domestik maupun impor dan ekspor.
Sumber: merdeka.com