Truk kontainer bisa gunakan akses tol priok Maret tahun ini

Setelah pengerjaan konstruksi fisik sejak tahun 2013 lalu, pembangunan Akses jalan Tol Tanjung Priok (ATP) sepanjang 16,67 Kilometer (km) di wilayah kota administrasi Jakarta Utara akan segera rampung pada awal 2017 ini.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) menargetkan akses jalan yang dikhususkan untuk memperlancar akses keluar masuk truk kontainer dapat mulai dioperasionalkan pada Maret 2017 mendatang.

Kepala Bidang Pelaksanaan II Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional IV Ditjen Bina Marga Kempupera, Bambang Nurhadi, mengatakan, progres pengerjaan infrastruktur ATP saat ini sudah mencapai 98 persen.

“Sekarang ini sisa pengerjaan hanya di bagian seksi E2 yang jika semua dikerjakan sesuai target dapat diresmikan pada Maret mendatang,” ujar Bambang, Selasa (10/1).

Untuk proses konstruksi, lanjutnya, sudah rampung sepenuhnya, termasuk rekonstruksi sejumlah pilar yang sempat di bangun ulang karena ada sejumlah struktur sesuai dengan standar kontraktor proyek asal Jepang itu.

“Sekarang hanya tinggal pemasangan railing dan pelapisan aspal jalan saja, apalagi sejumlah paket lainnya seperti NS Link, NS Direct yang bermuara di Jalan Jampea itu sudah rampung sejak tahun lalu,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bambang mengungkapkan, untuk ATP memiliki 4 akses keluar (ramp off) yakni depan Kantor Walikota Jakarta Utara, Pasar Waru, Makam Mbah Priok, dan Semper.

Sedangkan pintu masuk akses tol (ramp on) ada enam, yakni KBN, Bogasari, Jalan Dobo, RSUD Koja, Kebon Bawang, Semper.

Sebagai informasi, pengerjaan pembangunan Tol Akses Tanjung Priok dengan panjang 16,67 kilometer (km) secara keseluruhan terbagi dalam 5 paket.

1. Seksi East 1 (E1) dengan rute Rorotan-Cilincing sepanjang 3,4 kilometer.

2. Seksi East 2 (E2) dengan rute Cilincing-Jampea sepanjang 2,74 kilometer.

3. Seksi East 2-A (E2A) dengan rute Cilincing-Simpang Jampea sepanjang 1,92 kilometer.

4. Seksi North-South Link (NS Link) dengan rute Yos Sudarso-Simpang Jampea sepanjang 2,24 kilometer.

5. Seksi North-South Direct Ramp (NS Direct) sepanjang 1,1 kilometer.

Sumber: beritasatu.com

 

1484028975

 

Superhub & Rumah Kita sesuaikan format

Guna mendukung pengembangan tol laut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengembangkan jumlah trayek, dari semula 6 trayek menjadi 13 trayek.

Di antara trayek yang dikembangkan itu, termasuk 3 trayek baru dan 4 trayek, di mana satu lintasan itu dibagi dengan dengan angkutan kapal dan angkutan Roro, sehingga waktu point-to-point menjadi lebih pendek.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya juga melakukan identifikasi angkutan balik dari tempat-tempat yang tidak begitu bagus, seperti di Natuna.

“Untuk itu kita bekerja sama dengan beberapa BUMN untuk membangun pusat logistik yang dinamakan “Rumah Kita”, dimana pusat logistik ini, di satu sisi membantu untuk mendistribusikan barang secara bertahap, karena selama ini apabila barang itu dibiarkan datang sendiri, maka kondisinya harga akan tidak terkondisi setelah 3 hari,” kata Budi kepada wartawan usai Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta.

Di sisi lain, Rumah Kita ini juga berfungsi untuk mengumpulkan barang-barang untuk balik.

“Sebagai contoh, di Dompu, kita akan mengumpulkan jagung untuk muatan balik, di Kupang juga kita akan mengumpulkan muatan-muatan hasil laut yang lain,” ujarnya.

Menhub mencontohkan, barang-barang yang ada atau dikirimkan ke Timika Papua, hanya sampai di situ, tidak bisa disampaikan ke pegunungan di Papua.

Oleh karenanya, mulai tahun ini pihaknya membuat jembatan udara atau tol udara yang mendistribusikan langsung ke kota-kota kecil yang ada di sana.

“Tercatat lebih dari 12 titik yang kita lakukan, sehingga kita harapkan bahan pokok di pusat Jayawijaya itu akan menurun,” terang Menhub.

Menhub juga menyoroti lalulintas barang di Jawa, Sumatera, dan Bali, yang saat ini mengandalkan jalur darat.

Ia mengingatkan, lalu lintas darat ini relatif mahal, merusak jalan, banyak kecelakaan, dan sebagainya.

Oleh karena itu, Menhub berharap bisa mengambil 30%-50% dari sekitar 5.000 truk yang tiap hari bergerak dari barat.

“Kita akan gunakan dengan (kapal) roro dan roro ini juga mengkonsolidasikan barang agar (Pelabuhan Tanjung) Priok bisa kita jadikan menjadi hall,” jelasnya.

Menurut Menhub, Pelabuhan Tanjung Priok punya potensi, karena saat ini kapasitas hanya 6 juta (TEUs).

Dharapkan apabila barang-barang yang ada di pelabuhan-pelabuhan besar dikonsolidasikan di Priok, maka diharapkan dalam waktu 2 tahun akan meningkat dari 6 juta menjadi 11 juta.

“Sehingga, pada saat nanti ada Patimban, ada pelabuhan-pelabuhan yang lain, volume atau daya tampung dari Priok ini menjadi lebih baik,” ujar Budi.

Sesuai Sislognas

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia mengimbau wacana super hub di Pelabuhan Tanjung Priok oleh PT Pelabuhan Indonesia I-IV (Persero) menyesuaikan dengan Sistem Logistik Nasional.

Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mengaku tidak setuju dengan istilah super hub. Menurutnya, istilah tersebut tidak ada di ranah logistik kepelabuhanan nasional maupun internasional.

“Yang ada adalah hub and spoke. Kami DPP ALFI hanya mengingatkan saja adanya Sislognas [Sistem Logistik Nasional],” tutur Yukki kepada Bisnis melalui sambungan telepon, Minggu (8/1/2017).

Dia mengatakan pembangunan yang dilakukan jangan kemudian menjadi mubazir dengan situasi dan kondisi ekonomi saat ini. Seharusnya pemerintah memiliki prioritas dalam merencanakan pembangunan.Â

“Kalau pun mau diubah, itu sepenuhnya hak pemerintah, tetapi jangan sampai ada peraturan yang berbeda, karena logistik harus direncanakan dan terintegrasi,” sambungnya.

Dia mengingatkan prinsip ship follow the trade bukan dengan cara menguntungkan pihak-pihak tertentu tetapi semua pihak diuntungkan dengan efisiensi biaya tempuh.

 

gudang-di-pelabuhan-1-620x330

Sumber: bisnis.com/kliksangatta.com

 

 

Lewat darat mahal, jalur logistik RI digeser ke laut

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk mendukung pengembangan tol laut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengembangkan jumlah trayek. Semula ada 6 trayek akan dikembangkan menjadi 13 trayek.

Di antara trayek yang dikembangkan itu, termasuk 3 trayek baru dan 4 trayek di mana tiap satu lintasan dibagi dengan angkutan kapal dan angkutan Roro, sehingga waktu point-to-point menjadi lebih pendek.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya juga melakukan identifikasi angkutan balik dari tempat-tempat yang tidak begitu bagus, contohnya seperti di Natuna.

“Untuk itu kita bekerja sama dengan beberapa BUMN untuk membangun pusat logistik yang dinamakan ‘Rumah Kita’, dimana pusat logistik ini, di satu sisi membantu untuk mendistribusikan barang secara bertahap, karena selama ini apabila barang itu dibiarkan datang sendiri, maka kondisinya harga akan tidak terkondisi setelah 3 hari,” jelas Menhub kepada wartawan usai Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (5/1) sore.

Dengan adanya Rumah Kita, lanjut Menhub, diharapkan dalam kurun waktu sampai kapal datang kembali, barang tetap bisa terkontrol. Di sisi lain, Rumah Kita ini juga berfungsi untuk mengumpulkan barang-barang untuk diangkut balik.

“Sebagai contoh, di Dompu, kita akan mengumpulkan jagung untuk muatan balik, di Kupang juga kita akan mengumpulkan muatan-muatan hasil laut yang lain,” ujarnya.

Untuk lokasi yang lebih sulit seperti di Timika Papua, dimana distribusi barang tidak bisa sampai ke lokasi pegunungan, mulai tahun ini Kemenhub membuat jembatan udara atau tol udara yang akan mendistribusikan langsung ke kota-kota kecil yang ada di Papua.

Sedangkan untuk lalulintas barang di Jawa, Sumatera, dan Bali, yang saat ini mengandalkan jalur darat, Menhub mengingatkan penggunaan lalu lintas darat ini relatif mahal, merusak jalan, dan rawan kecelakaan.

Oleh karena itu, Menhub berharap bisa memindahkan sekitar 30%-50% dari sekitar 5.000 truk yang tiap hari bergerak, ke angkutan kapal. Untuk hal ini perlu konsolidasi dengan pihak Pelabuhan Tanjung Priok.

Pelabuhan Tanjung Priok saat ini hanya mampu serap 6 juta TEUs, diharapkan apabila barang-barang yang ada di pelabuhan-pelabuhan besar ini dikonsolidasikan di Tanjung Priok, maka dalam waktu 2 tahun daya serap akan meningkat menjadi 11 juta TEUs.

Sumber: beritadaerah.co.id

gudang-di-pelabuhan-1-620x330

 

Kementrian & swasta bertikai soal superhub

Rencana kebijakan BUMN kepelabuhanan terkait dengan penetapan konsolidasi kargo ekspor untuk alih muat atau transshipment di Pelabuhan Tanjung Priok harus dikaji kembali agar tak menyalahi Sistem Logistik Nasional (Sislognas).

Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Erwin Raza, mengatakan selama ini banyak kementerian teknis ataupun pelaku usaha mulai melupakan cetak biru Sislognas yang terakomodasi dalam Perpres No. 26/2012.

Dokumentasi suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. – Antara

“Sislognas masih berlaku, karena Perpresnya belum dihapus. Kehadiran superhub tidak mengikuti cetak biru Sislognas,” ungkap Erwin kepada Bisnis, Kamis (5/1/2017).

Dia menegaskan Sislognas adalah cetak biru pengembangan logistik yang sudah direncanakan sejak 2009.

Blueprint Sislognas secara resmi mengakomodasi pembangunan dari mulai 2009 sampai 2025.

Dalam blueprint itulah ditetapkan superhub berada di Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara sebagai pintu gerbang arus logistik di Indonesia bagian Barat.

Superhub kedua di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, sebagai pintu gerbang terbesar logistik di Indonesia bagian Timur. Sementara PT Pelabuhan Indonesia I-IV (Persero) menetapkan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai superhub.

“Jadi kalau mau dibuat superhub di Tanjung Priok lagi itu buat apa? Itu hanya omongan pebisnis saat menjabat, karena memang banyak dari pelaku usaha juga belum paham Sislognas,” tegasnya.

Dia mengingatkan Sislognas mengakomodasi rencana pembangunan infrastruktur berbasis maritim di seluruh Indonesia. Hal ini mengingat Indonesia memiliki wilayah perairan yang jauh lebih luas ketimbang wilayah daratan.

“Kita bikin perencanaan di Kuala Tanjung dan Bitung itu untuk 10 tahun sampai 15 tahun mendatang supaya setiap daerah di Indonesia berkembang bukan hanya di Pulau Jawa saja. Tujuannya supaya disparitas harga bisa turun,” tambahnya.

Erwin menegaskan Pelindo I-IV operator, bukan regulator. Oleh sebab itu, perlu ada satu suara dalam memutuskan pembangunan infrastruktur.

Dia juga berharap pembangunan pelabuhan bisa terbuka kepada siapa npun. Dia tidak ingin sebuah proyek ditentukan atas dasar berpikir korporasi, bukan dasar berpikir pemerintah.

“Jadi biar tidak terjadi klaim persaingan usaha yang tidak sehat. BUMN kalau perlu bersaing saja keluar negeri, ikut tender pembangunan di negara lain.

Sebelumnya, Yukki N. Hanafi, Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), juga menginginkan kejelasan terkait dengan konsep superhub yang akan diterapkan BUMN, mengingat berdasarkan cetak biru Sislognas, hub internasional sudah ditetapkan di Kuala Tanjung dan Bitung.

Dengan demikian, jika dari pemerintah mendukung hal ini, tentu harus ada revisi dari cetak biru tersebut.

Pendapat senada juga dicetuskan Aulia Febrial Fatwa, Ketua Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI), yang menilai kebijakan ini akan mengancam keamanan dan pertahanan nasional karena kapal asing masuk langsung ke perairan tengah Indonesia.

Selain itu, dia menilai kebijakan ini jika diterapkan untuk kargo ekspor saja akan berpotensi meningkatkan biaya logistik karena adanya double handling. Biaya logistik tinggi menekan daya saing eksportir.

Sumber: bisnis.com

tmp_2613-screen-shot-2016-10-16-at-11-51-32-pm-1225648016

 

Reklamasi untuk terminal kontainer telan rp6 triliun

http://www.alfijakarta.com/wp/pelindo-ii-bangun-kanal-ke-cikarang-kejar-pasar-kargo-jabar/
http://www.alfijakarta.com/wp/pelindo-ii-bangun-kanal-ke-cikarang-kejar-pasar-kargo-jabar/

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) tengah melakukan percepatan pembangunan proyek New Priok, Kalibaru, tahap lanjutan guna memenuhi target Presiden.

Dalam peresmian terminal kontainer, NPCT-1, September 2016, Presiden Joko Widodo meminta BUMN pelabuhan tersebut segera menyelesaian pembangunan Terminal Petikemas Kalibaru atau New Priok Container Terminal (NPCT) 2, 3 dan Product Terminal 1 dan 2 pada 2019.

Direktur Teknik dan Manajemen Risiko PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Dani Rusli Utama mengungkapkan pihaknya telah mengantongi izin lokasi pembuangan sisa tanah reklamasi.

Setelah mengantongi izin, Pelindo II akan terus melakukan pengerukan (dredging) serta reklamasi proyek terminal yang masuk lanjutan fase I tersebut.

“Memang ada permintaan Presiden untuk container terminal [CT] 2 dan 3 selesai 2019, kita berupaya ke arah sana,” ujarnya kepada Bisnis.com, Rabu (4/1/2017).

Pelindo II, kata Dani, akan mengupayakan percepatan penyelesaian reklamasi dengan metode yang lebih cepat.

Dari semula metode preloading, perusahaan akan melakukan metode vacuum atau soil injection.

“Kalau preloading, kami membutuhkan waktu satu tahun sampai tanahnya baik. Tapi kita akan coba metode lain sehingga prosesnya bisa 50%-60% lebih cepat,” katanya.

Jika penimbunan reklamasi selesai, dia menegaskan konstruksi lapangan penumpukan dan dermaga bisa dilakukan secara simultan.

Secara konstruksi, penimbunan reklamasi dalam proyek pelabuhan harus dilakukan dengan baik dan benar agar lapangan penumpukan yang dibangun di atasnya tidak mudah turun atau amblas.

Sejauh ini, proyek lanjutan dari terminal 1 New Priok telah mencapai 25-35%. Proyek ini terdiri atas kontainer terminal 2, 3 dan terminal produk 1 dan 2.

Kapasitas masing-masing kontainer terminal yang tengah dibangun tersebut mencapai 1,5 juta TEUs. Sementara itu, setiap terminal produk memiliki kapasitas tampung untuk produk minyak bumi sebesar 5 juta meter kubik per tahun.

Dani memperkirakan biaya pembangunan reklamasi untuk kontainer terminal 2 dan 3 serta persiapan konstruksi terminal produk 1 dan 2 telah mencapai Rp6 triliun.

Hingga selesai penuh, Pelindo II harus mengerjakan fase II yang terdiri dari empat terminal kontainer dengan kapasitas per terminal hingga 2 juta TEUs.

Berdasarkan data Pelindo II, fase II ini akan dikerjakan mulai 2018 dan diperkirakan selesai pada 2024.

Sumber: bisnis.com

Priok luncurkan superhub siap saingi Singapura

Kalibaru siap beroperasi penuh tahun ini
Kalibaru siap beroperasi penuh tahun ini

Pelabuhan Tanjung Priok optimistis kapal besar dengan rute Jakarta-Jepang akan mulai beroperasi pada kuartal pertama tahun ini, menyusul penetapan pelabuhan ini menjadi super hub untuk berkompetisi dengan Singapura.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Elvyn G. Masassya mengungkapkan pihaknya memperkirakan paling lambat pada tiga bulan pertama rute ke Asia Timur dengan kapal besar atau mother vessel bisa diluncurkan.

“Fase pertama Jepang [Asia Timur] dulu, setelah itu kita akan simulasikan untuk negara-negara lain,” ujarnya kepada Bisnis.

Rute ke Asia Timur, terutama Jepang, dipilih berdasarkan pertimbangan besarnya jumlah ekspor menuju ke wilayah tersebut.

Saat ini, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II tengah melakukan negosiasi dengan tiga perusahaan pelayaran besar.

Adapun rute yang dipertimbangkan lainnya antara lain, Eropa dan Amerika.

Sayangnya, Elvyn belum dapat mengungkapkan perusahaan pelayaran tersebut mengingat jika negosiasi berhasil salah satu kapal dari perusahaan pelayaran tersebut harus melakukan re-routing.

Dengan konsep super hub yang sudah disepakati, dia yakin pengguna jasa atau eksportir dan importir di Pelabuhan Tanjung Priok akan mampu menekan biaya pengapalan barang 10% hingga 15 persen dibandingkan jika harus alih muat di Singapura atau Malaysia.

“Ada beberapa contoh dari simulasi kita, itu bisa 10-15 persen dari kalau mereka melalui Singapura,” paparnya.

Dia menegaskan konsep super hub ini tidak akan menghilangkan pencatatan ekspor di masing-masing wilayah di Indonesia. Selain itu, dia mengaku Pelindo I-IV secara prinsip sudah bersepakat atas konsep ini.

Namun, dia berharap Kementerian Perhubungan dapat mengatur lebih jelas terkait dengan tata cara alih muat ekspor dan impor dengan kapal besar dan fungsi Pelabuhan Tanjung Priok sebagai hub utama atau sesuai konsep super hub.

“Bentuknya semacam surat [edaran] lah. Tetapi di antara kita sebagai pengelola pelabuhan sudah melakukan pembicaraan ini,” ungkapnya.

Sumber: tempo.co/bisnis.com

 

 

 

Menhub gandeng KAI & Pelindo andalkan kereta barang

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mengupayakan pengaturan lalu lintas serta pengalihan distribusi pengangkutan barang dari Bandung menyusul perbaikan pada Jembatan Cisomang Tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbalenyi).

Sebelumnya, sejak Jumat (23/12) tahun lalu, tiang penyangga Jembatan Cisomang di KM 100+700 mengalami pergeseran.

Kami akan berdiskusi dengan PT. Kereta Api Indonesia dan PT. Pelindo II untuk melakukan substitusi pengiriman barang dari Bandung menuju Tanjung Priok,” tutur Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (1/1).

Hari ini, Budi bersama dengan Kapolda Jawa Barat Anton Charliyan, Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, dan Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto, meninjau kondisi terakhir perbaikan Jembatan Cisomang KM100. Hal ini dilakukannya untuk memastikan kondisi Jembatan Cisomang jelang arus balik libur tahun baru 2017 sekaligus menyiapkan langkah antisipatif dalam mengalihkan arus lalu lintas angkutan barang.

Budi menyatakan perbaikan Jembatan Cisomang memakan waktu sekitar 2

Angkutan barang dilarang beroperasi selama Lebaran
Angkutan barang dilarang beroperasi selama Lebaran

,5 bulan. Berdasarkan penjelasan dari Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani saat mendampingi Budi meninjau lokasi, pekerjaan perbaikan diperkirakan rampung pada pertengahan Maret 2017.

Lebih lanjut, selama pengerjaan perbaikan berlangsung, pengalihan arus lalu lintas untuk kendaraan barang akan terus diberlakukan. Hal ini dilakukan demi menjaga keamanan pengguna jalan.

“Trailer sudah tidak boleh melalui jalur ini [Tol Purbaleunyi], dan terdapat 60.000 kendaraan per hari yang melintas dan 15 persen merupakan truk Trailer yang akan dialihkan,” ujarnya.

Sumber: cnnindonesia.com

 

 

Ark siapkan $50 juta untuk ekspansi

 

Industri logistik di Indonesia telah berisi banyak pemain lokal maupun global. Meski telah banyak pemain yang tak kuat bertahan, Ark Supply Chain tak gentar.

Mereka telah menyiapkan dana segar sekitar US$ 50 juta untuk ekspansi.

Mereka ingin berkontribusi lebih besar untuk perbaikan logistik di Indonesia yang masih jauh dari harapan.

“Dana segar senilai US$ 50 juta disiapkan untuk pengembangan perusahaan dalam 5 tahun ke depan, meliputi teknologi, warehouse network, dan ekspansi armada transportasi yang saat ini berjumlah 200 truk,” kata Abdul Rahim Tahir, CEO Group Ark Supply Chain.

Perusahaan yang baru dirintis sejak 2010 dengan nama PT Ark Logistics & Transport ini peluang besar di industri logistik dari sudut pandang Supply Chain Management. Sektor transportasi meliputi udara, laut, kereta, dan truk.

Segmen transportasi Internasional adalah lewat Udara dan laut, serta penanganan di bea dan cukai untuk ekspor dan impor bahan mentah dan bahan jadi.
Abdul Rahim Tahir

“Kami sedang membangun gudang seluas 35.000 m2 di Cibatu Bekasi dan akan siap digunakan pada Juni 2017. Kami sedang siap menggarap sektor e-commerce yang tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir,” kata dia.

Menurut dia, industri logistik juga masih membutuhkan banyak sumber daya manusia yang kompeten.

Ark Supply Chain menggandeng The Chartered Institute Logistics and Transport yang berpusat di UK melalui cabangnya yakni CILT Indonesia.

Setiap karyawan profesional harus menjalani training dan sertifikasi sebelum ditempatkan ke area tugas logistik di Ark Supply Chain.

Untuk mendorong pertumbuhan bisnis, lanjut dia, manajemen menata bisnis kedalam satu induk perusahaan.

Ark Supply Chain mewadahi PT Ark Logistics & Transport yang bergerak di bidang pergudangan dan distribusi di sektor FMCG, otomotif dan teknologi.

Ada juga unit usaha pengiriman barang melalui laut dan udara, dengan bendera PT MCLogi Ark Indonesia, patungan antara Ark Logistics dengan PT MC Logi, anak usaha Mitsubishi Corporation, Jepang.

“PT MCLogi Ark Indonesia masih dalam proses, targetnya pada Januari 2017 sudah siap beroperasi untuk freight forwarding antarnegara seperti pengiriman mobil-mobil built up dan lainnya. Saat ini, baru ada 3 unit usaha dan tengah menyiapkan 2 unit usaha lainnya. Sehingga, total ada 5 unit usaha di bawah holding,” ujar dia.

Dia menjelaskan, Ark Express dibuat untuk menangkap peluang di pasar e-commerce.

Untuk memenangi persaingan, perseroan akan memperbaiki semua proses pengiriman lewat dukungan teknologi, infrastruktur dan SDM yang unggul.

Pada aspek teknologi, mereka telah memiliki cloud computing, android dan perangkat yang terjangkau.

Dengan begitu, konsumen lebih mudah mengakses dan mengecek status pengiriman barang yang dikirim lewat Ark Express secara real time.

“Saat ini, sistemnya sedang dibangun dan diuji coba. Pada akhir 2016, targetnya perangkat lunak yang sedang kami bangun sudah siap dipakai,” kata dia.

Sumber: swa.co.id

abdul-rahim_asc

BC bebaskan BM impor alat pertahanan

 

tmp_11461-081134200_1455780195-20160218-kereta-logistik-jakarta-ff3-233172407

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan siap mengawal regulasi Peraturan Menteri Keuangan No. 191/PMK.04/2016 tentang pembebasan bea masuk untuk berbagai perlengkapan pertahanan.

“Begitu PMK-nya terbit, kami sudah siap melaksanakan aturan itu. Teknisnya tidak jauh berbeda, nanti untuk impor berbagai perlengkapan pertahanan, nanti akan menggunakan form khusus,” ujar Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi, Jumat (26/12/2016).

Dalam regulasi yang terbit Desember ini, khususnya Pasal 2, berbagai perlengkapan untuk keperluan militer maupun kepolisian yang dibebaskan dari bea masuk berupa persenjataan, amunisi, perlengkapan militer dan kepolisian, termasuk suku cadang, dan barang yang diperuntukkan bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara.

Pembebasan bea masuk juga diberikan barang dan bahan yang menghasilkan barang lain dan diperuntukkan bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara.

Barang-barang impor tersebut merupakan barang yang dipergunakan oleh berbagai lembaga seperti Lembaga Kepresidenan, Mabes TNI, Mabes Polri, dan beberapa lembaga lainnya semisal Badan Narkotika Nasional (BNN).

Untuk mendapatkan pembebasan bea masuk, para pihak yang melaksanakan impor harus mengajukan surat permohonan kepada kepala pabean tempat pemasukan barang dengan mencantumkan uraian barang beserta dokumen pendukungnya.

Untuk lembaga-lembaga seperti BNN, dan Badan Intelijen Negara (BIN) maupun Lembaga Sandi Negara (LSN), permohonan pembebasan bea masuk ditandatangani oleh pejabat setingkat Sekretaris Utama. Sementara untuk Lembaga Kepresidenan ditandatangani oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara atau sekurang-kurangnya pejabat eselon II.

Sementara bagi TNI surat permohonan ditandatangani oleh Asisten Logistik atau Wakil Asisten Logistik. Untuk kepolisian, surat tersebut ditandatangani oleh Deputi Kapolri Bidang Logistik.

Jika permohonan itu telah disetujui, maka Kepala Kantor Pabean atas nama Menteri Keuangan menerbitkan Keputusan Menteri Keuangan mengenai pemberian pembebasan bea masuk dan memuat rincian jumlah, jenis, dan nilai pabean dari barang yang diberikan pembebasan bea masuk, serta penunjukan pelabuhan tempat pembongkaran.

sumber: bisnis.com

 

Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia – DKI Jakarta Raya